Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Pupus Harapan


__ADS_3

"Selamat menikmati" kata sang waiteress.


"Terimakasih" kata Almeer dan Hana serempak.


"Kamu sudah seminggu disini tapi Kamu tidak kasih tau Aku? Jahat bangek sih kamu!" kata Hana sedikit merajuk.


"Lagian. Kamu juga sibuk kan dengan proyek tempat wisata dan juga gebetan baru Kamu itu. Mana ada waktu kamu buat Aku" kata Almeer sambil terus memotong daging steak nya.


Hana kesal mendengar perkataan Almeer.


"Sekali lagi kamu kasih alasan kayak gitu bukan steak yang aku potong-potong tapi daging kamu!" kata Hana sambil mengacungkan pisau steak ke arah Almeer.


Almeer terkekeh.


"Iya iya. Oh ya Prof. Reinhard masih di Amerika?" tanya Almeer.


"Ya. Beberapa penelitian Daddy belum selesai." kata Hana


"Kamu masih belajar di pesantren Kiyai Rahmat?" tanya Almeer


"Iya. Dalam seminggu 4 hari dipesantren. 3 hari di Surabaya. Terimakasih ya" kata Hana


"Buat apa?" tanya Almeer.


"Sudah dukung keputusan Aku jadi Mualaf. Karena Bantuan kamu juga yang bilang ke Daddy. Daddy ngerti dan menerima keputusan terbesarku ini." kata Hana.


"Tidak perlu terimakasih. Hidayah datang kepada orang-orang pilihan Allah. Beruntung Kamu salah satunya. Tetap istiqomah ya. Terus belajar dan memperbaiki diri.". kata


"Ternyata dipesantren Fans-fans kamu banyak juga ya. Baik dari Santriawan dan Santriawatinya. Hampir semua pengagum Kamu. Apalagi santriawatinya. Bisa-bisa kalau mereka tau Aku deket sama Kamu pasti mereka bakal iri" kata Hana


"Jangan omong kosong." kata Almeer sambil tersenyum dengan candaan Hana.


"Tapi sayangnya mereka harus patah hati karena pujaan hati mereka masih belum bisa move on dari mantan isterinya" kata Hana

__ADS_1


Almeer kaget bagaimana Hana atau Alince ini bisa tau mengenai hal ini. Karena tidak ada satupun yang dia kasih tau kecuali Ali. Tapi Ali dan Alince tidak pernah bertemu atau berhubungan. Dan Ali nggak akan pernah bilang apapun yang dianggap rahasia.


"yey.. tidak usah heran gitu. Aku tau semua kok. Jangan kamu pikir cuma kamu yang bisa ngawasin gerak gerik Aku dan orang-orang yang Kamu sayang. Aku juga bisa kali ngelakuin hal yang sama" kata Hana santai


Almeer tersenyum. Tidak disangka ternyata orang-orang yang selama ini mengikutinya salah satunya adalah orang-orang Hana.


"Aku heran kenapa kamu melepaskan dia disaat kamu masih sangat mencintainya?" tanya Hana


Almeer enggan menjawabnya. Dia tetap asik dengan makanannya.


"Dan bodohnya. Kamu justru melamarnya untuk sepupumu." kata Hana dengan kesal


Almeer menengok ke arah Hana. Bagaimana mana bisa Hana tau hal ini. Berarti Hana sudah tau siapa Zafira , dan apa yang terjadi.


"Sampai kapan sih Kamu terus menomor satukan kepentingan orang lain?!" kata Hana kesal.


"Kapan Kamu akan menganggap kebahagiaan Kamu penting dan layak diperjuangkan?!" Hana lagi


"Berhenti menganggap kebahagiaan Kamu nggak terlalu penting?!" kata Hana kesal dan mulai tak bisa membentung perasaannya.


Hana kesal dengan tingkah sahabatnya itu. Yang terus menganggap kebahagiaannya tidak lebih penting dibandingkan dengan kebahagiaan saudara-saudaranya. Sangat penting untuk memperjuangkan kebahagiaan kita sendiri.


Hana menangis, kesal dan marah dengan tingkah sahabatnya itu. Karena Hana sudah cukup melihat Almeer menderita. Berjuang mati-matian demi orang lain. Dan justru mengabaikan kebahagiaannya.


"Hei.. Jangan nangis. Aku minta maaf karena tingkah Aku nyakitin perasaan Kamu." kata Almeer meminta maaf pada sahabatnya.


Almeer tau Hana atau Alince ini satu-satunya sahabat yang sangat menyayanginnya. Yang selalu mengkhawatirkan dirinya. Yang selalu perduli dan ingin melihat Dia bahagia. Itu sebabnya Almeer sangat menyayangi Alince atau Hana. Selalu melindungi Hana. Dan tidak pernah marah sekalipun saat Hana mencaci makinya dan memarahinya. Semua karena rasa kasih sayang Hana terhadapnya.


Hanya Hana yang setiap perkataannya tidak pernah bisa dia tolak. Terlebih baginya Hana bukan saja Sahabat. Tapi Hana sudah seperti Kakak, Saudara, dan juga Mama baginya. Dan Almeer berjanji pada dirinya sendiri akan selalu menjaga Hana disetiap kondisi apapun. Dan tidak akan membiarkan Hana menagis.


Hana Menangis. Perasaannya campur aduk sehingga dia meluapkannya dengan tangisan. Almeer merasa tersiksa melihat Hana menangis. Perih rasanya saat melihat Hana menangis seperti ini. Seakan yang dihadapannya adalah mama Hana yang menangis.


"Berhenti menangis Hana. Aku minta maaf karena tingkah Aku membuat kamu kecewa. Sungguh Aku nggak ada niatan sedikitpun buat Kamu kecewa." kata Almeer sambil menusap air matanya.

__ADS_1


Sontak saja hal ini menyita perhatian banyak orang. Melihat betapa romantis dan lembutnya Almeer memperlakukan Hana. Jika melihat dari jauh mereka seperti pasangan kekasih. Hal ini juga dilihat oleh Zafira dan Kiya yang kebetulan baru masuk kedalam restoran untuk makan siang disana . Mereka melihat dari jauh perlakuan Almeer terhadap Hana. Sakit hati Hana melihatnya.


Zafira mengira ini alasan Almeer melepaskannya. Zafira mengira Hana adalah wanita yang selama ini Almeer cintai. Zafira mengira jika sebelum menikah dengannya Almeer memiliki kekasih. Dan mungkin Hana lah orangnya. Dan mereka akan balikan kembali.


Kiya yang turut melihat kejadian ini. Menggenggam erat tangan Zafira. Memberikan kekuatan dan support untuk sahabatnya itu. Dia yakin sahabatnya merasa sakit hati melihat hal ini.


"Sabar ya Fira. Mungkin ini jawaban atas doa lu. Lu emang sudah seharusnya move on dari Kang Almeer. Dan belajar mulai buka hati Lu untuk yang lain. Mungkin aja Pak El yang bisa bantu Lu buat Move on" kata Kiya.


Sementara Almeer masih terus berusaha menghibur Hana. Almeer duduk dibawah dan mendongak ke Atas. Seakan-akan sedang bersimpuh meminta maaf.


"Hana jika saja bukan El orangnya. Mungkin Aku akan memperjuangkannya. Tapi ini El. Dia rela mengorbankan nyawanya buat Aku. Kamu pasti tau kejadian di Rusia. Dan apa Alasan El, Nenek dan Kakek, Aku kirim ke sini. Jika bukan karena El mungkin Aku yang sudah tertembak. Atau mungkin Aku sudah tidak ada disini bersama kalian."


" Aku bukan hanya berhutang nyawa. Tapi juga berhutang kehidupan pada El. Aku tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi jika aku yang tertembak dan tidak selamat. Dira dan seluruh keluargaku akan hancur. Kamu tau ini bukan hal yang mudah buat Aku. Tapi ini yang harus Aku lakuin" kata Almeer berusaha menjelaskan.


"Tapi bukan dengan mengorbankan kebahagiaan Kamu" kata Hana


"Katakan dengan Cara apa? El laki-laki baik. Dia normal. Dia sehat lahir batin. Sedangkan Aku? Kamu tau bagaimana keadaan Aku. Bahkan sampai sekarang Aku masih terus berobat untuk menyembuhkan traumaku. Bahkan Aku tidak bisa berada didalam kamar dimalam Hari. Bayangkan jika Aku tetap memaksa Zafira bersamaku. Dia akan menderita. Aku tidak bisa menunaikan kewajibanku sebagai Suami." kata Almeer


"Aku yakin Kamu bisa Sembuh. Kita akan berobat. Kita cari dokter yang bisa membantu menyembuhkanmu. Aku yakin Kamu pasti akan sembuh" kata Hana


"Metode pengobatan apa lagi yang harus kujalani. Berapa banyak dokter lagi yang harus aaku temui. Rasanya sudah tidak ada yang bisa menyembuhkan Aku. Biarkan Aku menjalani kehidupanku seperti ini. Dan Aku tidak ingin menyeret siapapun kedalam penderitaanku ini" kata Almeer.


"Almeer..." kata Hana semakin tidak bisa mengendalikan perasaannya.


"Aku mohon Mengertilah." kata Almeer


Dengan terpaksa Hana menggangguk.


Almeer kembali ketempat duduknya. Dan mulai mengambil makannanya dan menyuapi Hana. Hana yang melihatnya terpaksa meluhat ke arah Almeer. Yang sedang menunggu untuk disambut makananya dengan tersenyum.


"Terimakasih." kata Hana lalu memakan Makanan itu


"Manis sekali" kata Almeer sambil tersenyum

__ADS_1


Mereka terkekeh. Begitulah mereka akan selalu menyelesaikan persoalan dengan baik. Seling mengerti dan memahami dan saling melengkapi.


Bahagia itu sederhana bisa menemukan orang yang menyayangi mengerti, dan melengkapi kita. Adalah harta yang tidak ternilai harganya. Meski pupus Harapan Almeer bersama dengan Zafira. Tapi Dia tidak sendiri karena ada shaabat dan keluarganya yang tidak akan membiarkan dia sendiri.


__ADS_2