
Setelah operasi dikepala Almeer berhasil dilakukan. Kini semua memunggu perkembangan selanjutnya. Sambil menunggu pendonor ginjal yang cocok untuk Almeer. Sangat disayangkan Ali, El, Ashraf maupun Althaf tidak bisa menjadi pendonor. Ginjal mereka tidak cocok.
Namun mereka tidak menyerah begitu saja. Mereka memasang iklan bagi siapapun yang bersedia dan cocok untuk menjadi pendonor ginjal Almeer maka mereka akan diberikan konpensasi uang senilai 2 miliar. Hal ini membuat ada 7 kandidat yang mendaftarkan diri untuk menjadi pendonor.
Semua kandidat pun melakukan semua tahapan tes. Nadira dan seluruh keluarga tidak berhenti berdoa. Mengingat kondisi Almeer perlahan sudah stabil. Operasi bisa segera dilakukan jika sudah ada pendonor yang cocok.
Namun lagi-lagi usaha mereka gagal. Ke 7 kandidat pun gagal. Nadira berfikir dia saja yang akan mendonorkan ginjalnya untuk sang kakak. Namun keinginan Nadira ditolak oleh seluruh keluarga. Dan kini mereka putus asa.
Siang itu saat Nadira dan Ali sednag menunggu didepan ruang rawat Almeer. Seorang suster menghampiri mereka dan meminta mereka menemui Dokter Andre diruangnnya.
Sesampainya didalam ruangan. Mereka sudah ditunggu oleh ke 5 Dokter yang melakukan operasi Almeer sebelumnya.
"Silahkan duduk" kata dokter Andre.
"Kami sudah dapat pendonor ginjal untuk tuan Almeer. Ginjalnya cocok dan sipendonor siap untuk mendonorkan ginjalnya." kata Dokter
"Benarkah Dok?" tanya Nadira tidak percaya.
"Iya" kata sang dokter.
"Alhamdulillahirobbil alamin. Terimakasih Ya Allah. Siapa Dok pendonornya?" tanya Nadira
"Namanya tuan Arthur. Dia ada diruang rawat. Untuk persiapan Operasinya" kata dokter.
__ADS_1
"Kapan operasinya dilaksanakan?" tanya Ali
"Sore ini pukul 15.00. Kondisi Tuan Almeer sudah stabil jadi kita bisa melakukan operasi keduanyanya segera." kata Dokter
"Baik dok. Lakukan yang terbaik. Saya mohon tolong selamatkan kakak saya." kata Ali.
"Apa Kami boleh menemui orangnya Dok?" tanya Nadira
"Tentu boleh. Kamarnya ada di Vip 02 sebelah kamar tuan Almeer." kata sang dokter
"Yasudah Dok. Kami undur diri jika ada informasi apapun atau butuh apapun bisa katakan langsung pada kami. Kami ingin menemui pendonornya terlebih dahulu" kata Ali
Mereka pun pamit dan meninggalkan ruang Dokter.
Nadira dan Ali pun segera memberitahu kabar gembira ini pada seluruh keluarga. Mereka sangat senang dan segera pergi kerumah sakit. Sementara Nadira dan Ali tetap menemui sipendonor.
"Perkenalkan. Saya Nadira dan ini Ali. Kami keluarga pasien Almeer Zein si calon penerima donor ginjal." kata Nadira
"iya Saya tau. "kata laki-laki itu datar
"Kami mau ngucapin terimakasih banyak atas pertolongan kamu. Terimakasih banyak." kata Nadira
"Iya Sama-sama. Saya ikhlas melakukannya" kata Laki-laki itu.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Tuan Arthur." kata Nadira
"Jangan terlalu sering mengucapkan terimakasih. Nanti kata terimakasih itu menjadi tidak lagi berharga" kata Arthur.
"Kakak kami ini sangat amat berarti buat kami. Katakan saja apa yang ingin kamu minta dari kami pasti akan kami lakukan. Dan kami pasti akan kasih kamu 2 Miliar untuk ginjal yang kamu donorkan" kata Ali
"Kamu bilang Kakak kamu ini sangat berharga. Dan kalian sangat menyayanginya. Tapi kamu jiga lupa ginjal saya pun sama berharganya. Jika hanya 2 miliar yang bisa kamu kasih. Maaf saya rasa harga itu tidak sebanding dengan ginjal saya. Karen bahkan saya punya uang 10x lipat dari yang kamu tawarkan. Kata Arthur
"Jadi maksud kamu uangnya kurang?" tanya Ali sedikit terpancing emosi
Nadira berusaha menahan Ali agar tidak emosi
"Kamu bilang 2 miliar itu harga ginjalnya. Tapi bukankah saya pemiliknya seharusnya saya yang menentukan berapa harga nya. Dan saya rasa 2 miliyar tidak lah cukup" kata Artur
"Apa yang anda mau. katakan saja" Ali sudah terpancing emosi tidak ingin berlama-lama.
"Tentu. akan saya katakan nanti. Saya belum memikirkannya. Biarkan saya tenang terlebih dahulu untuk persiapan operasi nanti. Kalian tidak mau kan saya stres lalu membuat tekanan darah saya naik sehingga operasi ini dibatalkan?" kata Arthur.
Ali merasa dipermainkan. Dia tidak bisa mengiyakan begitu saja permintaan orang ini. Sedangkan dia tidak mengenal siapa Arthur. Dia tidak ingin nantinya dia dimanfaatkan oleh laki-laki ini. Tapi yang dikatakannya juga benar. Tapi apa yang akan terjadi setelah donor ginjal ini berhasil. Apa dia tidak akan terjebak maslah dengan laki-laki ini
Arthur diam-diam mengamati gerak gerik Ali yang terlihat cemas. Arthur menyunggingkan sedikit bibirnya. Dia tau Apa yang sedang dipikirkan Ali.
Karena tidak ingin membuat keributan Nadira membawa Ali pergi. Mereka pamit.
__ADS_1
Ali tampak gelisah. perkataan laki-laki itu sangat mengganggu pikirannya. Apakah orang itu berniat jahat pada keluarga Almeer. Apakah ini siasat musuh untuk menghancurkan Perusahaan. Siapa sebenarnya laki-laki itu?
Operasi pun dilaksanakan. Seluruh keluarga datang kerumah sakit. Mereka harap-harap cemas menanti jalannya operasi. Ali sendiri belum menceritakan percakapannya dengan Arthur kepada semuanya. Dia memutuskan untuk mencari tahu dan mengurusnya sendiri.