Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Menjadi Rekan


__ADS_3

Almeer memutuskan untuk pulang. setelah pamitan pada rekan kerjanya dan memngucapkan selama dan memberikan doa pernikahan. Almeer pun keluar dari rumah tersebut.


Diperjalanan Almeer melihat sepasang kekasih sedang bertengkar. merasa buka urusannya Almeer berusaha mengabaikannya. Namun saat semakin dekat laju motor mendekati mereka Almeer melihat jika yang bertengkar itu wanita yang memeluknya dipesta tadi dan juga Alenzo. Almeer terus melajukan motornya melewati mereka.


Almeer tidak bisa berhenti memikirkan wanita itu. apa yang terjadi sebanernya?. Kenapa mereka bertengkar dijalan?. Dan kenapa wanita itu menodongkan pistol dikepalanya sendiri?. Banyak pertanyaan yang berkecamuk dipikiran Almeer.


tiba-tiba Almeer merasa khawatir pada wanita itu. Almeer takut terjadi sesuatu pada wanita itu mengingat siapa yang ada bersama wanita itu. Almeer pun memutuskan memutar balikkan arah motornya untuk kembali melihat dan memastikan keadaan wanita itu.


Almeer berhenti disuatu tempat, yang jaraknya tidak terlalu jauh tapi tidak bisa dilihat oleh mereka. Namun Almeer masih bisa memantau mereka dari tempatnya saat ini. Karena jarak yang cukup jauh Almeer tidak bisa mendengar pembicaraan mereka. Sampai tiba-tiba sang wanita pergi berjalan menjauh dari Alenzo. Dan alenzo tidak berusaha mengejarnya lagi melainkan terlihat pasrah mengamati sang wanita.


saat melihat keadaan sepi dan Alenzo sudah tidak mengikuti wanita itu, Almeer memutuskan untuk melajukan motornya kearah wanita itu.


"naik lah. Sebelum dia mengejarmu lagi" kata Almeer


Wanita itu menengok kearah almeer.


"aku tidak ingin melibatkan siapapun lagi kedalam urusanku" kata wanita itu


"tapi aku sudah terlanjur terlibat. Jadi biarkan kita selesaikan bersama" kata Almeer.


Wanita itu tiba-tiba berhenti berjalan. Dia memutarkan tubuhnya menghadap Almeer.


"apa mau mu? Tadi kamu terlihat marah saat saya terpaksa menjadikan kamu pancingan. Fan selarang kamu memaksa saya untuk melibatkan kamu? sudah jangan buang waktumu untuk urusan saya" kata wanita itu kemudian berjalan lagi.


Almeer pun melajukan motornya dengan pelan mengikuti Wanita itu.


" saya sudah mengahabiskan 15 tahun saya untuk menyelidiki Rudolf dan anak buahnya. Termasuk Alenzo" kata Almeer

__ADS_1


Setelah berfikir sejenak wanita itu pun setuju untuk ikut dengan Almeer. Setelah memakai helm yang diberikan Almeer wanita itu pun naik keatas motor. Dan Almeer peun melajukan motornya.


Almeer membawa wanita itu ke rumah sewa nya dulu. Sebelum dia pindah ke manssion kakek adam. Almeer membukakan pintu rumah. Wanita itu pun masuk lalu kemudian disusul Almeer. karena tempat ini jarang dia tempati beberapa barang dia tutupi dengan kain agar tidak kotor oleh debu.


Wanita itu mengamati ruangan rumah ini. Dan satu per satu Almeer membuka setiap penutup. Menyalakan lampu.


"maaf cuma ada tempat ini" kata Almeer.


"aku tidak meminta kamu bawa aku kesini." kata wanita itu


"apa kamu mau dia terus berusaha nemuin kamu. Atau dia diam-diam mengikuti kamu. Begitu?" tanya Almeer.


Wanita itu terdiam.


"rupanya menjadi kekasihnya tidak cukup membuatmu mengenalnya dengan baik" kata Almeer sambil berjalan kearah dapur untuk membuatkan minuman.


"kamu benar. Bahkan akun tidak menyadari jika dia mendekatiku untuk menghancurkan ku" kata wanita itu


"kamu mencintainya. Tapi kamu terlihat sangat membencinya." kata Almeer.


"aku sangat membencinya" kata wanita itu


"jangan melawan arus. itu terasa menyakitkan." kata Almeer


"kami dulu saling cinta. aku begitu mempercayainya sampa akhirnya dia menghianatiku. Menjadikan aku umpan untuk menghancurkan keluargaku. Dia membunuh kedua orang tuaku. Dan aku sangat ingin membalasnya. Peristiwanya 2 tahun lalu" kata Wanita itu terlihat sangat dendam.


"mereka juga membunuh kedua orangtuaku. Perbedaannya saat kejadian itu kamu sudah besar dan bisa mengurus dirimu sendiri sedangkan aku berbeda" kata Almeer.

__ADS_1


Wanita itu menengok kearah Almeer. dan dia melihat luka dimatanya. Kepedihan yang begitu menyakitkan.


"anak kecil 9 tahun harus melihat dengan matanya ketika mereka menembak kedua orang tuannya. Suara peluru itu bahkan masih terus terngiang ditelinga ini. hidup luntang lantung seorang diri dijalan. Berharap belas kasihan. Terpisah selamanya dari mama dan papanya. Terpisah jauh dari sang adik yang juga menghilang diwaktu kejadian." dada almeer terasa sesak.


". Berkat kebaikan seorang wanita dia mau menampungku. kejadian itu bukan hanya membuatku kehilang orang-orang yang kucintai tapi juga membuatku kehilangan waktu tidurku. Sejak saat itu aku harus terjaga dimalam hari. Tetap terjaga bahkan disaat tubuh ini merasa lemah butuh terlelap." Almeer menghela nafasnya sejenak.


"peristiwa itu selalu muncul dikala mata ini ingin terpejam. Lelah rasanya. Ingin sekali mata ini menutup sejenak. namun karena hal itu pula aku ada disini. Aku habiskan waktu untuk belajar dan mencari cara agar aku bisa membalas semua perlakuan mereka. Menuntut keadilan atas kematian orang tuaku. Dan disini lah aku sekarang." kata Almeer.


"anak kecil dari indonesia yabg lemah tak punya apa-apa akhirnya bisa berada disini. Dan menjadi semakin dekat dengan tujuannya. Bahkan berhadapan langsung dengan sang musuh tanpa disadari oleh musuhnya itu" kata Almeer.


wanita itu tidak menyangka jika laki-laki yang tanpa sengaja dia jadikan pancingan itu memiliki kisah yang jauh lebih menyakitkan darinya. Dia merasa jika hidupnya paling buruk tapi nyatanya tidak. Bahkan ada yang jauh lebih buruk dibandingkan dengannya.


"aku Shreya Sharma. Terimakasih sudah membantuku" kata wanita yang bernama sereya itu sambil menyodorkan tangannya.


"zein. Almeer Zein. Aku tidak membantumu. Aku hanya tidak ingin mereka samakin menang dengan menghancurkan lebih banyak orang lagi" kata Almeer sambil menyalaminya.


"aku ingin kita berkerja sama. Kita punya tujuan yang sama." kata Shreya. sambil mengulurkan tangannya.


Almeer hanya tersenyum melihat uluran tangan tersebut. Shreya seakan bingung kenapa Almeer tidak balas menjabat tangannya. Atau Almeer tidak ingin bekerja sama dengannya?.


"istirahatlah. Hari ini cukup melelahkan bukan bertemu dengan mantan tercinya yang begitu kamu benci sekarang?. Satu hal, kamu harus pastikan dihati kamu yang tersisa cinta atau benci. Sebelum kau menghancurkan rencana yang sudah dibuat" kata Almeer.


Ingin rasanya Shreya memarahi Almeer namun. Dia rasa tidak ada gunanya. Lebih baik dia istirahat. Seperti kata Almeer harinya sangat melelahkan. Shreya berjalan menuju kamarnya. Saat hendak menutup pintunya Almeer berkata.


"kamu sudah mengambil first kiss aku. Aku harap itu terakhir kalinya. Dan berhenti bertingkah bodoh Atau..." kata Almeer yang kata-katanya terpototong


"atau apa? Kamu akan meniduri aku? Atau kamu akan jatuh cinta?. Emm.. Sayangnya sudah banyak laki-laki yang berusaha tapi selalu berakhir patah hati. Tidak akn mudah menakluk kan Shreya apa lagi hanya dengan ci*man saja" kata shreya dengan sedikit senyum mengejek

__ADS_1


"atau kesepakatan kita berakhir. Mungkin mereka seperti itu. Tapi aku bukan mereka. Tidurlah. Good night" kata Almeer.


Shreya pun masuk dan menutup pintunya. Sambil tersenyum Shreya berjalan ketempat tidur. Shreya Memikirkan setiap perkataan Almeer. dia merasa Almeer laki-laki yang berbeda. Dia istimewa.


__ADS_2