Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Melamarmu Untuknya part 2.


__ADS_3

Saat memasuki kawasan perumahan yang di share Kakek. Almeer merasa tempat ini tidak asing untuk nya.


"Pak, apa kita tidak salah jalan?" tanya Almeer pada sang sopir.


"Kalau ikut yang bapak kasih alamatnya. Ini sudah benar Pak" kata sang sopir


"oh begitu. Ya sudah pak dilanjutkan saja." kata Almeer.


Almeer merasa perasaannya tidak enak. Semoga saja dugaannya salah.


Mobil taksi yang Almeer tumpangi berhenti disalah satu rumah. Almeer merasa tidak asing dengan rumah ini. Ya rumah yang dua setengah lalu dia pernah tinggal didalamnya. Yang dikhawatirkan pun terjadi. Dan tidak salah lagi jika wanita yang ditaksir El tidak lain Adalah Zafira.


Almeer berusaha menekan perasaan sesak didalam dadanya. Setelah membayar onkos taksi, Almeer pun keluar dari dalam taksi. Dengan langkah berat Almeer menuju bel. Dan menekan bel tersebut.


ting nong.. Ting nong..


Sorang satpam keluar membukakan pintu gerbang. Almeer tidak mengenal satpam tersebut. Muncul sedikit harapan semoga tempat ini tidak lagi ditempatiboleh keluarga ayah Damar.


"Maaf mencari siapa ya?" tanya satpam tersebut.


"Apa benar ini rumah keluarga Bapak Damar?. Maaf saya Zein, sepupu Syam saya meminta saya datang ke rumah ini. Dia bilang dia sedang ada didalam. Jika benar saya ingin bertemu dengannya" kata Almeer.


"Sebentar saya tanya dulu kedalam" kata Satpam tersebut.


Satpam tersebut masuk kedalam. Almeer menunggu dengan perasaan tidak karuan. Tak berapa lama satpam tersebut sudah kembali. Dan mempersilahkan Almeer masuk kedalam bersamanya.


Memasuki rumah tersebut. Almeer mendengar sedikit percakapan dari dalam. Dia mengenal betul siapa pemilik suara-suara tersebut. Dan sesak yang dia rasakan saat ini. Langkahnya pun terhenti. Sang satpam yang sudah berdiri membukakan pintu berbalik badan saat melihat Almeer tidak ada disampingnya.


"Kang." kata sang Satpam.


Sementara mereka yang berada didalam rumah menunggu kearah pintu yang sudah dibuka tapi belum terlihat tamu yang datang. Setelah beberapa saat akhirnya sang tamu menampakan dirinya. Nadira tersenyum saat sang Kakak yang sangat dia rindukan ada dihadapannya. Demikian dengan El. Melihat sang sepupu yang datang menepati janjinya merasa sangat bahagia.


Namun berbeda dengan Zafira berserta kedua orang tuanya. Mereka sangat terkejut. Jujur Zafira bahagia bisa melihat Almeer kembali. Demikian juga dengan kedua orang tuanya. tapi saat mengingat beberapa menit lalu ada seorang laki-laki yang datang mengkhitbah Zafira. Kini mereka dilanda kebingungan.

__ADS_1


"Kakak" seru Nadira seraya bangun dan menghampiri Almeer.


Zafira dan kedua orang tuanya terkejut saat mendengar Nadira memanggil Almeer dengan sebutan Kakak.


"Kakak kapan pulang?. Kenapa nggak ngomong sih. Tau gitu kan Aku bisa jemput Kakak dibandara" kata Nadira menahan haru bahagia karena akhirnya Kakaknya sudah kembali.


"Sudah jangan nangis. Tadinya Kakak itu mau kasih kejutan buat kalian. Tapi ternyata Kakak yang justru dikasih kejutan. Karena kalian nggak ada dirumah dan justru lagi ngelamar seseorang" kata Almeer.


"Thanks Bro. Udah nepatin janji buat dampingin gua ngalamar wanita yang gua cinta" kata El sambil memeluk sang sepupu.


"Sama-sama" kata Almeer.


setelah bersalaman dengan kedua orang tua Zafira Almeer duduk disisi El.


"Jadi Almeer ini Kakaknya Nadira?" tanya Bunda.


"Iya Tante. Zein yang tadi saya ceritakan adalah Almeer ini. Almeer Zein tapi kami lebih sering memenggilnya Zein." kata El.


Degh..


Sama hal nya dengan Ayah Damar dan bunda. Mereka yang sempat menaruh hati dengan El. Tutur kata, dan sikap El yang membuat mereka menyukai El. Namun saat tau El adalah sepupu Almeer mereka menjadi bimbang. Karena sampai saat ini juga mereka masih berharap Fira akan kembali bersama Almeer.


"Jadi kamu sudah kembali Nak?" tanya Ayah Damar.


"Iya Yah." jawab Almeer.


"Loh Kakak kenal dengan orang tuanya Fira?" tanya Nadira.


"Iya. Ayah Damar itu Adik kandung Kiyai Rahmat. pimpinan pondok pesantren tempat Kakak dulu pernah mondok. Dan Ayah Damat ini yang sering mengajarkan Kakak banyak Hal" kata Almeer.


"Owh.. Pantesan Kakak terlihat akrab. Buktinya Kakak manggilnya aja dengan sebutan Ayah." kata Nadira.


Lagi-lagi Fira merasakan perih. Karena Almeer tidak mengatakan tentang hubungan yang pernah terjalin diantara mereka dulu. hingga saat ini Zafira bingung kenapa Almeer tidak pernah mengatakan tentang pernikahannya ke keluarga atau orang-orang terdekat Almeer. Apakah Almeer benar-benar tidak pernah menganggap ada pernikahan diantara mereka?

__ADS_1


Merasa tidak sanggup menahan perih dihatinya yang membuncah. Zafira undur diri kebelakang.


"Fira permisi kebelakang dulu" kata Fira.


Didalam kamar mandi Fira menumpahkan air matanya. Sesak, perih itu yang dia rasakan saat ini. Dia bahagia bisa melihat kembali Almeer. Namun sepertinya sudah tidak ada harapan untuk hubungan mereka.


Apakah ini saat nya dia melepaskan mimpinya?


Apakah Dia memang harus melupakan Almeer?


Atau apakah dia memang harus belajar membuka hati untuk yang lain. Dan memulai hubungan baru?


Setelah hampir 30 menit Zafira kembali ke ruang tamu dengan membawa secangkir Kopi gula aren. Setelah menyuguhkan kopi tersebut untuk Almeer, Zafira kembali duduk disamping bunda.


"Ayah, Bunda kedatangan Saya ditempat ini ingin mewakilkan Sepupu Saya yang ingin mengkhitbah dan melamar putri kesayangan Ayah dan Bunda , Zafira Khoirun Nisa untuk,, sepupu Saya Elmeer Syam. Apakah kiranya Lamaran untuk Sepupu saya ini diterima?" dengan berat hati Almeer menyampaikan tujuannya.


Nyess..


Perih dan kecewa. Itulah yang dirasakan Zafira saat ini. Namun masih bisa dia sembunyikan dibalik wajahnya yang tenang dan menampilkan senyum kecil diwajahnya.


Ayah Damar dan Bunda bingung. Berat rasanya menjawabnya. Demikian juga dengan Zafira.


"Bagaimana nak?" tanya Ayah Damar pada Zafira.


Zafira hanya diam.


"jujur Ayah, Bunda dan Zafira sangat shock. Karena sebelumnya Zafira tidak pernah bercerita apapun tentang ini. Nak El tiba-tiba datang dengan niat baik. Kami sambut niat baik itu. Tapi kembali lagi semua keputusan Ayah serahkan pada Fira. Karena biara bagaimanapun Fira yang akan menjalaninya" kata Ayah Damar.


"Iya. Maaf Om, kedatangan Saya begitu tibactiba. Tapi saya melakukannnya dengan sungguh-sungguh. Karena saya serius, tulus mencintai putri Om. Dan saya ingin menghalalkan Zafira dalam ikatan Pernikahan." kata El.


Sakit rasanya ulu hari Almeer. Seperti ada ghodam besar yang menghantamnya saat mendengar pernyataan cinta dari sepupunya untuk Zafira. Sebisa mungkin Almeer menyembunyikan perasaannya dengan sangat rapih. Dia tersenyum bangga dengan penuturan El dibalik perih hatinya.


A**pakah jawaban yang akan diberikan Zafira nanti? Apakah Zafira akan menerima lamaran tersebut?

__ADS_1


ikuti terus kisah cinta Zafira dan Almeer. Ya. Mohon dukungan, like, komen dan share ya. Novel ku ini**.


Terimakasih semua 🙏❤❤


__ADS_2