
Almeer masih didalam kamar mandi. berusaha menenangkan dirinya. terus membasuh mukanya agar dinginnya air bisa mengalihkan pikirannya. perlahan bayang-bayang itu mulai menghilang dan Almeer bisa lebih mengontrol dirinya.
saat dirasa sudah jauh lebih tenang Almeer mematikan keran di westafel. dia teringat kembali dengan Zafira yang dia tinggalkan disaat mereka hampir saja melakukannya.
"Ya Allah. Gimana sama Zafira? Gimana perasaannya ditinggalkan suaminya disaat kita hampir melakukan malam pertama?. bodoh.. bodoh Zein. sekarang pasti Zafira sedih banget." kata Almeer bermonolog.
Almeer teringat kembali tatapan mata mereka. penuh cinta. dan Ci"man tadi. adalah ci*man pertama mereka. dan mereka hampir saja melakukan kewajiban mereka. menikmati indahnya menembus nirwana dalam mahligai indahnya cinta. mereka hampir saja menyatu satu sama lain. dan tatapan mata kekecewaan jelas terpancar saat aku tiba-tiba menghentikannya.
"Ya Allah. lagi dan alagi aku menyakitinya. tapi Aku bingung. apa yang harus aku lakuin sekarang. Satu sisi aku ingin menunaikan kewajiban ku memberikan nafkah batin tapi satu sisi aku takut. takut nantinya aku tidak mampu mempertahankan rumah tangga ini karena trauma yang masih terus menganggu. Bagaiamana jika nantinya kami berpisah namun kondisi Zafira sudah bukan perawan lagi. Ya Allah bantu aku. aku bingung harus lakuin apa?" kata Almeer berbicara sendiri.
setelah dirasa sudah lebih tenang Almeer pun keluar dari kamar mandi. Almeer melihat Zafira sedang duduk dipinggir ranjang. wajahnya muram. Almeer merasa bersalah. Almeer menghampiri Zafira dan duduk disampingnya.
"Ra.." kata Almeer.
"Akang." kata Zafira menyembunyikan kesedihannya.
"Maaf." kata Almeer.
__ADS_1
Zafira menggelengkan kepala sambil tersenyum. seakan mengatakan semua baik-baik saja.
"Bagaimana dengan akang? Akang sudah tenang?" tanya Zafira terlihat khawatir.
Almeer semakin merasa bersalah. Setelah apa yang dia lakukan Zafira masih mengkhawatirkan keadaannya.
"minum dulu kang. supaya akang jauh lebih tenang." kata Zafira sambil memberikan segelas air putih.
dengan perasaan tidka enak Almeer mengambil air itu dan meminumnya. kemudian setelah Almeer meminum airnya Zafira mengambil kembali gelasnya dan kemudian menaruh gelasnya di meja. Zafira kembali duduk disamping Almeer. Zafira menggenggam tangan Almeer.
Almeer merasa jauh lebih tenang mendengar kata-kata yang Zafira ucapkan. Tidak menyangka menikahi Zafira setelah Zafira tau keadaannya jauh lebih memberikan efek positif dalam dirinya. Almeer sudah bisa lebih mengontrol dirinya saat trauma itu tiba-tiba muncul. Almeer menyandarkan kepalanya pada pundak Zafira. bersandar dipundak Zafira membuatnya merasa nyaman. hal yang tidak pernah ia lakukan selain pada Ibu panti.
"Kita istirahat ya kang. Akang usaha dulu pejamkan mata." kata Zafira.
Almeer merasa tidak yakin.
"Jangan takut kang. Fira disini. Fira akan selalu sama akang. sini Akang tidur dipangkuan Fira. Fira jagain Akang. sambil Fira murojaah hafalan Qur'an." kata Zafira
__ADS_1
Almeer terlihat berfikir.
"Akang kita ini suami isteri kan? kita udah janji akan jalanin pernikahan kita sama-sama. Fira janji nggak akan pernah tinggalin akang.tolong kasih Fira kesempatan untuk jadi isteri yang baik untuk Akang. yang tidak akan pernah meninggalkan akang apapun kondisi akang. Akang mau kan kasih Fira kesempatan?" kata Zafira penuh harap
setelah berfikir sejenak Almeer pun memenuhi keinginan Zafira. dengan lembut Zafira mengusap rambut sang suami. sambil memulai bacaannya. suara Zafira yang lembut dan merdu. bacaan Alquran nya yang fasih pun membuat hati Almeer menjadi jauh lebih tentram. hingga perlahan kesadaran nya pun mulai hilang terbawa ke alam mimpi.
semalaman Zafira terjaga sambil mempertajam hafalan Alquran nya. ia takut jika tiba-tiba sang suami terbangun karena mimpi buruk. melihat wajah sang suami damai dalam tidurnya membuatnya bahagia.setidaknya malam ini sang suami tidak kambuh dan bisa tertidur dengan lelap.
jam tiga malam. Almeer terbangun. Almeer tidak menyangka jika sang isteri tetap terjaga untuk menjaganya. dan ketika Almeer membuka matanya. zafira sedang tersenyum menyambut sang suami yang terbangun setelah terlelap pulas.
"Alhamdulillah Akang bisa tidur cukup lelap. sekarang kita sholat sunah tahajud yuk. mumpung masih ada waktu " kata Zafira.
mereka pun mulai bersiap untuk melaksanakan sholat sunah tahajud. selepas solat sunah tahajud mereka pun berdoa. selepas itu mereka melanjutkannya dengan bertadarus sambil menunggu waktu subuh.
Almeer bersyukur setelah apa yang terjadi dihidupnya Allah masih memberikan dia kesempatan untuk bisa merasakan kebahagiaan. Dia bersyukur. ternyata wanita yang dia cintai. yang dulu pernah dia lepas karena takut tidak bisa membuatnya bahagia karena trauma ini. tapi siapa sanga Takdir membuat kami bersatu setelah luka dan semua rahasia terkuak. Almeer bersyukur Zafira tidak emninggalkanya setelah ia tau kelamnya masa kecil Almeer.
kini Almeer berjanji ini berjuang. ingin bertahan dan memperjuangkan pernikahannya. apapun yang terjadi dia tidak akan pernah meninggalkan Zafira. dia akan membahagikan Zafira.
__ADS_1