Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Ingin tetap jadi isterinya.


__ADS_3

Zafira merasa resah. Disepanjang jalan Almeer terus memperhatikan sikap Zafira. Zafira terus memainkan tangannya untuk mengalihkan rasa gelisah dihatinya. di dalam Mobil diam-diam Zafira melirik kearah sang suami yang sedang fokus pada jalan.


Almeer membelokan mobilnya kearah yang berbeda dengan tempat tujuan awal. Zafira tetap diam tidak ingin bertanya kemana Almeer akan membawanya. Zafira terus melamun memikirkan apa yang akan terjadi padanya. karena sampai saat ini dia tidak tau apakah yang akan Almeer putuskan untuk pernikahan mereka..


"Ra.. Fira.." kata Almeer.


"ehh.. Iya kang" kata Zafira tersadar dari lamunannya.


"udah sampe." kata Almeer.


Zafira melihat kesekeliling.


"janjian nya masih 3 jam lagi. Kita duduk-duduk dulu di taman. Kamu nggak keberatan kan?" kata Almeer.


Zafira tersenyum sambil menggelengkan kepala. Almeer keluar dari mobil dan berputar untuk membukakan pintu mobil untuk Zafira. Almeer memberikan tangannya. Zafira terlihat bingung. lalu Almeer tersenyum dan menggenggam tangan sang isteri.


Sambil berpegangan tangan, Mereka berjalan menyusuri taman. Mereka menikmati suasana taman yang cukup ramai oleh anak-anak yang asik bermain. Melihat anak-anak yang ceria mampu mengalihkan rasa gelisah dihati Zafira. Almeer sengaja mengajak Zafira untuk bergabung bersama anak-anak tersebut.

__ADS_1


Dengan perasaan bahagia Zafira bermain bersama anak-anak tersebut. Almeer bahagia bisa melihat Zafira kembali tersenyum. senyum yang sejak pertama mampu mengalihkan perhatiannya. Senyum yang selalu ingin dia lihat diwajah wanita yang masih dan selalu dia cinta.


"Om.. Tante.. suami isteri kan? udah punya Anak?" tanya seoarang anak perempuan.


Zafira dan Almeer saling Melihat satu sama lain.


"Belum de. Om sama Tante baru menikah kemarin." kata Almeer


"Oh.. pengantin baru. Selamat ya Om, Tante.. Tika doain semoga pernikahan Om sama Tante bahagia selalu." kata anak perempuan.


"oh ya. om sama Tante mau punya anak berapa? 1,2 , 3 atau 11?" tanya salah satu anak laki-laki.


"Hah 11? banyak banget." kata Zafira. Zafira tertawa menanggapi pertanyaan anak-anak tersebut.


"Iya nih. kebanyakan tau 11mah." kata salah seorang anak perempuan.


"Biarin. kan Kalau punya anak 11, laki-laki semua. nanti bisa bikin club bola. Iya kan temen-temen?" kata anak laki-laki

__ADS_1


Zafira dan Almeer tertawa mendengar obrolan lucu anak-anak tersebut. Dalam Hati Zafira mengamini setiap perkataan anak-anak tersebut. Zafira berdoa semoga saja Pernikahannya dengan Almeer bisa langgeng. pernikahan mereka dilimpahi keberkahan dan kebahagiaan. Semoga kelak mereka bisa memiliki Anak-anak yang sholeh-sholeha, sehat dan berbakti pada orang tua.


"Gimana om, kira-kira om mau punya anak berapa sama Tante?" tanya anak perempuan.


"Kalau Om sih berapa pun Om pasti syukuri. coba kalian tanya sama Tante cantik. Tante cantik mau punya anak berapa gitu?" kata Almeer.


"gimana Tante cantik. Tante cantik mau punya anak berapa?" tanya anak itu.


Zafira bingung. Disatu sisi dia sangat ingin punya anak dari laki-laki yang dia cintai. Tapi mengingat enath apa yang akan diputuskan Almeer untuk pernikahan mereka. Zafira pun tidak ingin berharap lebih.


"Akang mau nya berapa?" tanya Zafira balik.


"hemmm... kalau 11 kebanyakan. kasihan kamu melahirkan nya. gimana Kalau 3 atau 5 juga boleh?" kata Almeer.


Mendengar permintaan Almeer membuat Zafira tersipu malu. Apa benar yang dikatakan Almeer. Jika benar apakah itu artinya Almeer akan mempertahankan pernikahan mereka. atau ini hanyalah omongan kosong belaka yang tidak akan bisa menjadi kenyataan.


"Ya Allah. Hamba mohon. Hamba ingin tetap menjadi isterinya Selamanya." Doa Zafira dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2