
Ting..
Terdapat notifikasi pesan masuk diponsel Almeer. Almeer yang melihat sebentar kondisi kantor. Setelah dirasa kondisi aman dia mulai membuka isi pesan tersebut.
From : Elmeer Syam
Interpoll berhasil menggagalkan transaksi narkoba. Dan juga menggeledah markas senjata. Semua barang bukti disita. Dan para bedebah itu berhasil diringkus.
^^^next plan.^^^
Oke.
Percakapan berakhir.
Almeer melirik disekelilingnya. Berharap tidak ada yang curiga apapun terhadapnya. Almeer menyunggingkan senyum tipis yang hampir tidak bisa terlihat oleh siapapun.
It's time Rudolf.
Tik tok.. Tok tok.. Tik tok..
BOOM !!!
__ADS_1
Almeer bergumam.
Kekacauan mulai terjadi. Satu persatu bisnis gelap BM mulai terkuak. Dan dalam penanganan agen interpoll. Banyak anak buah Rudolf yang berhasil diringkus. Dan orang-orang kepercayaan Rufolf yang berkhianat satu persatu aib mereka dibongkar. Hal ini tentu membuat Rudolf naik pitam. Mereka yang berkhianat langsung ditempak mati ditempat. Dan tentunya semua organ penting mereka masuk pasar gelap.
Karma.
Satu kata yang tepat untuk mereka.
kini saat nya Almeer menjalankan rencana terbesarnya. Agar saham BM turun anjlok sehingga Syam bisa masuk dan menguasai 65% saham BM. Dengan begitu akan semakin mudah manghancurkan Rudolf.
Jam istirahat. Almeer berjalan kesebuah resto. Saat ingin memasuki resto tersebut Almeer dikejutkan oleh keberadaan Shreya yang sedang bertengkar dengan Alenzo. Tiba-tiba
"hai sayang. Kamu telat. Aku sudah menunggu dari tadi" kata Shreya yang tiba-tiba menghampiri Almeer.
"maaf." kata Almeer dengan berusaha berakting.
"sayang. Kenalkan ini Alenzo mantan kekasihku. Dan Ale kenalkan ini kekasih ku Zein. Dan aku sangat mencintainya." kata Shreya dengan memeluk tangan Almeer.
Terpancar aura mengerikan dari Alenzo. namun dia terlihat sangat berusaha agar bisa mengendalikan emosinya.
"tuan Alenzo. Sayang kamu tidak bercanda kan? Tuan Alenzo ini bos aku. Dan kamu bilang dia mantan mu." kata Almeer berusaha mengikuti alur cerita.
__ADS_1
"iya. Aku harap kamu tidak cemburu. Saat melihat aku bertemu dia disini" kata Shreya.
"oh tentu tidak. Justru aku meresa tidak enak hati. aku merasa tidak pantas saingan dengannya." kata Almeer
"Lihat dia bos dan aku hanya bawahannya. Saya mohon maaf. Saya tidak bermaksud merebut kekasih anda tuan." kata Almer lagi sambil berpura-pura.
"kamu apa-apaan sih sayang. aku sama dia masa lalu. Dan kamu nggak ngerebut aku dari siapapun oke?. Dan yang terpenting saat ini yang aku cinta itu kamu. dan hanya kamu. Aku minta kamu jangan pernah khianati kepercayaan aku. Atau aku akan mati" kata Shreya sambil melirik ke arah Alenzo.
"saya permisi." kata Alenzo yang tiba-tiba pamit dengan wajah yang terlihat kesal.
Alenzo pergi dengan perasaan yang bercampur antara kesal, cemburu, dan juga sedih. Dan Shreya terlihat kesal, marah namun juga sedih. Almeer bingung dengan dua orang ini.
Namun Almeer juga kesal kenapa dia harus terlibat dengan hubungan mereka. Dengan perasaan kesal Almeer pun berjalan menuju salah satu meja yang masih kosong. Lalu Shreya ikut masuk dan duduk di satu meja yang sama dengan Shreya.
Almeer masih belum bisa mengendalikan rasa kesalnya. lagi-lagi Shreya bertindak seenaknya.melihat wajah Almeer yang tidak bersahabat, Shreya berusaha mencairkan suasana dengan mengajak Almeer bicara. Namun Almeer tidak merespon sama sekali. Shreya menyadari jika saat ini Almeer kesal. Namun dia bingung bagaimana cara meminta maafnya. Bahkan Almeer tidak menganggap keberadaan Shreya.
Setelah makanan Almeer sudah habis. Ia menggeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya.
"temui Syam. Dia akan jelaskan planing selanjutnya." kata Almeer sambil meletakan beberapa lembar uang diatas mejanya dan pergi begitu saja.
Shreya yang melihatnya pun semakin merasa bersalah. Dia tau Almeer sudah memperingatkannya namun tetap saja Ssreya mengulangi kesalahannya. Meskipun keadaan terpaksa Almeer tidak akan mentolerir tindakan Shreya kali ini.
__ADS_1
Setelah empat bulan menjalankan rencana dengan Almeer dan Elmeer. Sedikit banyak Shreya tau sifat dan kepribadian mereka. Dan kini dia bingung harus bagaimana agar Almeer bisa bertingkah baik lagi dengannya. tidak sedingin ini dengannya. Cerita pada Syam juga bukan keputusan yang tepat.
Shreya pergi meninggalkan resto tersebut untuk menemui Syam. Menjalanakan rencana selanjutnya yang akan mereka kerjakan. Shreya berjanji dia tidak akan bertindak bodoh lagi yang akan membuat Almeer semakin kesal padanya.