Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Saran dari Almeer


__ADS_3

Nadira merasa sedih saat mendengar langsung curahan hati El. Dia tidak menyangka jika El begitu galau. ingin sekali Dia membantunya. Tapi apa yang harus Dia lakuin. Sedangkan rasanya meminta Fira menerima perasaan El pun rasanya sangat tidak pantas.


Nadira pun kembali keruangannya. Niat awal ingin meminta tanda tangan persetujuan sebuah proyek pun terpaksa Dia urungkan. Karena rasanya percuma meminta El meriksa dan menanda tangai berkas ini disaat pikiran El sedang kacau. Dia pun membawa kembali berkas-berkas tersebut.


Nadira memutuskan untuk memeriksa satu persatu berkas yang seharusnya dikerjakan oleh El. Namun disaat Nadira sedang serius memeriksa berkas -berkas tersebut tiba-tiba smartphonenya berdering. Terlihat dilayar smartphonenya panggilan video dari Almeer. Dengan semangat Nadira mengangkat panggilan video tersebut.


"Assalamualaikum ka." kata Nadira yang menyapa sang kakak melalui sambungan videocall.


"Waalaikumsalam. Apa kabar dek? Sepertinya lagi sibuk. Apa Kakak ganggu?" tanya Almeer.


"Aku baik Ka. Kakak apa kabar?. Nggak ini lagi periksa laporan proyek diwilayah Kembangan." jelas Nadira.


"Bukannta itu bagian tugas nya El?." tanya Almeer.


"Iya seharusnya. Tapi akhir-akhir ini Lak El terlihat tidak fokus dengan pekerjaan dikantor" kata Nadira.


"kenapa?. Apa terjadi sesuatu?" tanya Almeer.


Nadira pun mulai menceritakan semuanya pada Almeer. Almeer sesekali menanggapi cerita Nadira. Kini Almeer yakin jika kakak sepupunya itu sudah bisa membuka hatinya kembali. Dia suadah jatuh cinta. Namun mereka sama-sama memiliki permasalahan yang sama yakni belum bisa melepaskan masa lalu mereka.


...****************...


Diruangannya El yang sedang berperang dengan perasaanya terlihat sangat frustasi. Ingin sekali rasanya Dia melupakan semuanya. Tapi Dia sendiri tidak tau apakah Dia bisa melakukannya. El kembali berusaha memfokuskan pikirannya pada pekerjaaan yang sudah bertumpuk di atas mejanya.

__ADS_1


Tiba-tiba smartphonenya berbunyi. Terlihat Almeer yang melakukan panggilan videocall.


"Hallo Al. Apa kabar? Apa ada masalah?" kata El.


"Baik. Disini aman terkendali. bagaimana disana?" tanya Almeer.


"Baik." jawab El.


"Oh ya. Tapi kenapa kamu terlihat sangat buruk. Seperti orang yang ditolak cintanya" kata Almeer to the point.


El diam. Tidak bisa dia katakan apa yang saat ini terjadi padanya. Tapi menyangkalnya pun rasanya bukan pilihan yang tepat.


"Katakan." kata Almeer.


"Boleh Gua cerita tentang kehidupan Gua yang nggak pernah lo tau?" tanya Almeer.


"Apa?"


"Loe tau gua udah pernah nikah." kata Almeer


"What? Jangan bercanda" kata El


"Serius. Pernikahannya singkat. Awalnya niat Gua cuma buat bantu wanita ini. Wanita ini ditinggal kabur dihari pernikahannya oleh sang calon."

__ADS_1


"Terus?" tanya El.


"Mantan isteri gua itu anak angkat guru gua dipesatren. Dan waktu itu gua diminta pak kiyai buat bantu-bantu ditempat acara. Tapi satu hari menjelang hari pernikahan calon suaminya kabur." kata Almeer.


"Gua diminta buat bantu keluarga mereka. menyelamatkan keluarga mereka dari aib. Singkat cerita Kita nikah. Pernikahan tanpa cinta. Namun seiring berjalannya waktu perasaan itu tumbuh. Rasa ingin selalu melindungi, menjaga, dan tidak ingin melihatnya terluka. cinta itu hadir."


"Lalu kenapa kalian berpisah?" tanya El.


"Kamu tau memakasakan sesuatu yang bukan milik kita hanya akan membuat kita berharap dapat menggenggam Angin. Mustahil. cinta itu hanya satu pihak. Dia masih mencintai laki-laki itu. makanya gua milih melepaskannya." kata Almeer.


"Apa Lu patah hati? Gimana caranya Lu bisa melupakannya?" tanya El.


"Patah hati? Tentu. Bahkan Dia adalah cinta pertama gua setelah keluarga. Tapi Gua nggak pernah nyesel udah mencintai Dia. Kalau pun kita berpisah. Gua nggak merasa nyesel. Karena setidaknya Gua sudah memperjuangkan cinta Gua sesuai kemampuan Gua. Setidaknya Gua pernah berjuang" kata Almeer.


"Sampai sekarang gua selalu terus kepikiran dia. Bahkan jija gua bukan kalah atau berhenti berjuang buat dia. Tapi ada kalanya kita perlu berjuang untuk menerima setiap takdir kita. Karena terus memkasakan sesuatu yang bukan milik kita hanya akan membuat kita berkawan dengan luka" kata Almeer.


"Menurut Lu, Gua harus gimana?" tanya El


"Perjuangkan Dia. Sesuai batas kemampuan lu. Setidaknya kalaupun perjuangan Lu nggak berjalan sesuai harapan. Lu nggak pernah menyesal" kata Almeer


El mendengarkan saran Almeer dengan seksama. Dan Dia rasa saran dari Almeer ada benernya. Dia tidak bisa memaksakan Fira untuk membalas perasaannya. Tapi setidaknya dia bisa berjuang untuk memperjuangkannya tanpa harus memaksakannya"


Setelah memutuskan pilihannya. El meminta saran pada Almeer tentang apa yang boleh dan tidak boleh dia lakuakan ke Fira. dan hari ini dia bertekat untuk mengikuti setiap saran Almeer. Kalau pun pada akhirnya Fira tidak juga mencintainya Dia tidak akan menyesalinnya. Seperti kata Almeer. Setidaknya kita sudah berusaha memperjuangkannya.

__ADS_1


__ADS_2