Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Menjenguk Hana


__ADS_3

Almeer dan Zafira berjalan dikoridor rumah sakit. sambil membawa beberapa bekal makanan mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Kini Almeer sudah tidak malu lagi menampilkan kemesraan mereka didepan umum. walau Zafira sendiri masih sedikit malu untuk itu.


"Assalamualaikum." ucapan salam dari Zafira saat memasuki ruang rawat Hana.


"Waalaikumsalam. kalian. masuk." kata Hana.


Almeer dan Zafira pun masuk kedalam. dengan Almeer yang masih terus memegang tangan Zafira. Hana, Elmeer, Ali dan Nadira pun tersenyum. Saat melihat kedua pengantin baru ini terlihat akur. setelh kemarin dengan ketidak pekaan Almeer membuat Zafira salah paham.


"Akhirnya ada yang udah akur lagi nih" kata Ali yang menyindir kedua pengantin baru ini.


"Kita mah emang selalu akur ya sayang.?" kata Almeer.


"Uuhhh.. Udah panggil sayang-sayangan sekarang mah" kata Nadira meledek kakaknya.


Mereka tertawa. sedangkan Zafira tersipu malu.


"Udah jangan ngeledekin mereka terus. kasihan Zafira" kata Hana. membela zafira.


"Gimana keadaan Kak Hana?" tanya Zafira.


"Alhamdulillah udha baikan. Sebenernya sih udah bisa pulang. cuman mereka nggak oad aizini dan maksa buat dirawat disini sampe bener-bener sembuh. nggak tau aja mereka gimana tersiksanya ada di ruangan rawat ini lama-lama. Berasa dipenjara tau" kata Hana mengeluh.


"Kita liat kelanjutan pemeriksaan aja dulu kak. nanti kalau kata dokter kakak sudha stabil dan bisa dirawat jalan yaudah kakak rawat jalan aja jangan rawat inap." kata Zafira memberi penawaran.


"Makasih ya Ra. Kamu emang sahabat yang paling ngeri Aku. Nggak kayak yang lain." kata Hana menyindir yang lain.

__ADS_1


"Yey.. Kita cuman nggak mau Kakak kenapa-kenapa tau. Bukan nggak ngertiin kakak." kata Nadira membela diri.


"Udah-udah jangan ribut lagi. mending kita sarapan aja. Kalian belum pada makan kan? Fira sengaja bawa makanan banyak buat kita sarapan sama-sama." kata Zafira.


Mereka pun mulai memakan makanan yang di bawa Zafira bersama-sama. Terlihat Zafira yang mengambilkan makan untuk sang suami. Dan terlihat sesekali Zafira dan Almeer sang suap-suapan. dan hal ini diam-diam diperhatikan oleh Hana, Elmeer, Ali, dan Nadira.


"Kakak jadi ke Arab?" tanya Nadira smabil makan.


"Iya jadi. Cuman jadwalnya diundur Minggu depan." kata Almeer.


"Wah ini sih perjalanan 3 in 1." kata Ali.


"Makdusnya" tanya Hana


" Iya, mkasudnya. Umroh, Bisnis sambil Bulan waktu. 3 agenda dalam 1. " kata Ali.


"Hadiah?" tanya Zafira


"Iya Hadiah. Aku mau kalian Kasih Aku dan Kita semua Hadiah." kata Nadira.


"Oke. Kalian mau hadiah apa. Nanti masing-masing dapat." kaa Almeer.


"Aku pengen hadiah yang bikin kita ketawa terus. Heppy terus walau status kita berubah. Hadiah yang cuma didapet dari kerja keras kalian berdua." kata Nadira mencoba bermain teka-teki.


Hana mengerti maksud Nadira. dia tersenyum saja. bener-bener Adik angkatnya satu ini ada-ada aja permintaannya.

__ADS_1


"Hadiah apa itu?" tanya Almeer tidak mengerti.


Almeer dan Zafira terlihat berfikir keras. Ali dan Elmeer pun ikut kebingungan. Namun mereka berdua dibisikkan jawabannya oleh Nadira. Mereka pun tertawa jahil setelah mengerti jawaban yang dimaksud.


"Apa sih? Kakak nyerah" kata Almeer.


"Yah kok nyerah sih?" kata Nadira kecewa


"Udah kasih tau aja." kata Almeer.


"Oke.. Oke .. Hadiahnya adalah. FirZein junior" kata Nadira


Almeer dan Zafira kebingungan.


"FirZein junior apapan de? merek baju/ tas/ sepatu/ jam tangan/ atau apa sih?" tanya Almeer tidak mengerti


"Aduh kakak ini katanya pinter masa gitu aja nggak tau?!" kata Nadira kesal.


"Emang nggak tau dek" kata Almeer


"FirZein itu Fira-zein junior. Alias anak. Alias Lak Zafira hamil." kata Nadira menjelaskan.


Seketika Zafira menjadi malu. Mendengar kata Hamil dia tiba-tiba terbayang kajadian semalam bersama Almeer. Yang mana keduanya sudah merasakan nikmatnya meneguk madu asmara mencapai nirwana. Wajah Zafira menjadi merah seperti kepiting rebus. Dan hal ini terus diperhatikan oleh Nadira Hana Ali dan Elmeer.


"Kak Fira sama Kak Zein udha bobol gawang kan?" tanya Nadira frontal.

__ADS_1


Seketika Almeer dan Zafira menjadi salah tingkah. mereka tertawa melihat kedua pasangan ini. Setidaknya dengan ekspresi mereka mereka yakin kalau kedua pasangan ini sudah melakukannya.


__ADS_2