
Hari yang dinantikan pun tiba. Semua anak panti sudah bersiap. begitu pula dengan Nadira, El, Zafira, Syfa, Kiya, Ashraf dan juga Altaf. Sementara Anis yang menemani Ibu sudah memberitahu jika mereka sudah hampir sampai.
Tak berselang lama Ibu Aminah dan Anis pun tiba. Kehadiran ibu disambut langsung oleh Nadira Ashraf dan Altaf. Hal ini membuat Ibu Aminah terkejut sekaligus terharu. Pasalnya Ashraf dan Altaf memiliki kesibukan yang sangat padat. Mereka jarang pulang mungkin dihari-hari tertentu saja mereka pulang.
"selamat ulang tahun ibu" kata Ashraf dan Altaf seraya memeluk sang ibu.
"terimakasih telah merawat kami yang bukan siapa-siapa ibu sepenuh hati ibu" kata Ashraf
"terimakasih yang suadh bersedia menjadikan kami Anak-anakmu. Terimakasih untuk semua jerih payah Ibu membesarkan kami" kata Altaf
Suasana menjadi sangat haru. Bahkan Ibu Aminah tak kuasa membendung tangisnya. Melihat putra-putra yang dia asuh sepenuh hati kini berdiri menjadi orang sukses. Ibu Aminah terus memeluk kedua putranya.
Kemudian melihat Nadira yang tersenyum. Lalu beliau meminta Nadira untuk menghampirinya. Mereka berpelukan sangat erat. Meskipun Nadira tidak dibesarkan dipanti ini. Dia merasa Ibu Aminah seperti ibunya. Karena sudah membesarkan Kakak tercintanya disini.
"selamat ulang tahun bu. Terimakasih sudah menolong Kak Zein. Sudah mau menampung dan membesarkannya. Terimakasih sudah merawat satu-satunya orang terpenting dihidup aku. Terimakasih" kata Nadira sambil sesegukan.
"Zein adalah malaikat penolong yang dikirim Allah untuk membantu kehidupan kami. Kami beruntung Zein hadir ditengah-tengah kami. Ibu sayang Kamu sama seperti ibu sayang Zein dan anak-anak ibu yang lain" kata Ibu Aminah.
Zafira, Syfa, dan Kiya ikut terharu. Satu persatu dari mereka memberikan ucapan selamat dan doa. Kemudian diikuti anak-anak panti yang lain.
"Ibu bahagia sekali hari ini. Terimakasih semuanya. Meskipun kedua putra ibu yang lain tidak bisa hadir. Tapi mereka sudah mengucapkan selamat pada ibu. Yang terpenting mereka baik-baik saja. Itu semua sudah lebih dari cukup buat ibu" kata Ibu Aminah.
"ayo bu. Kita kedalam. Kami sudah menyiapkan sesuatu buat ibu." kata Altaf.
Mereka pun masum kedala.. Acara dilanjutkan dengan doa bersama, makan-makan dan bernostalgia. Acara pun berlanjut sampai sore.
Ditaman para anak-anak terlihat bahagia. Mereka makan bercanda dan bermain kejar-kejaran. Syfa yang sedang mengambil kue tiba-tiba tertabrak seorang anak laki-laki yang sedang bermain kejar-kejaran. karena tidak siap Syfa pun terpeleset dan hampir terjatuh. Ashraf yang tidak jauh dari tempat Syfa pun dengan sigap menolong Syfa. Beruntung syfa tidak jadi terjatuh.
Ashraf berhasil menahan Syfa. sehingga posisi Syfa dan Ashraf kini sangat dekat. Pandangan mereka bertemu. Keduanya sempat bersitatap untuk beberapa menit. Jantung keduanya deg-deg an. kemudian mereka tersadar. Dan Syfa pun berhasil membenarkan berdirinya.
"terimakasih." kata sifa malu-malu.
Keduanya jadi salah tingkah.
"sama-sama." kata Ashraf tersenyum
"maaf anak-anak suka begitu. Main lari-larian tidak lihat-lihat." kata Ashraf lagi.
__ADS_1
"namanya juga anak-anak" kata Syfa.
Keduanya menjadi canggung. Tidak ingin berlama-lama dalam keadaan yang canggung membuat Syfa memutuskan untuk pergi dari sana. Dan menghampiri Kiya.
"ekhmm.. Cie kayaknya ada yang otw jatuh cinta ini. Eh salah kayaknya ada yang udah jatuh cinta nih.. " kata Kiya menggoda Syfa.
"apaan sih. Ngaco. " kata Syfa mengelak
"kita liat aja nanti" kata Kiya.
Saat sedang asik menggoda Syfa tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk ke ponsel Kiya.
p
Hi
ini Altaf
^^^Iya. Kenapa?^^^
Nggak. Cuma mau kenal aja
Iya pengen bisa lebih akrab
^^^Maksudnya?^^^
siapa tau bisa jadi temen
^^^Oh..^^^
Iya. Save ya no gue
^^^Oke.^^^
Kiya bingung maksud Altaf apa ya?
Tidak jauh dia melihat Altaf yang sedang melihat kearahnya sambil tersenyum. Dan Kiya pun membalas senyumannya.
__ADS_1
Sedangakn Fira yang sedang asik bermain dengan anak-anak panti wanita terlihat bahagia. El yang ikut menemani bermain pun ikut merasa bahagia.
"terimakasih sudah membantu" kata El
"iya. Fira juga seneng kok. Apa Kak El juga pernah tinggal disini." kata Fira
"nggak. Tapi sepupu aku pernah. Kalau Saya sedari kecil tinggal dengan Nenek dan Kakek di Qatar. Semenjak kedua orang tua Saya meninggal Nenek dan kakek yang ngurus Saya " kata El.
"maaf Fira nggak tau" kata Fira.
"nggak apa-apa kok. Setidak nya Saya jauh lebih beruntung masih punya Nenek Kakek yang mengurus Saya . Tidak seperti sepupu Saya " kata El.
"iya"
"sepupu Saya itu ditinggal papa mamanya sejak usia 9 tahun dan hidup luntang-lantung dijalan sampe akhirnya ibu Aminah menemukannya dan membawanya nya kepanti ini dan mengurusnya. Itu sebabnya Saya sangat berterimakasih dengan panti ini" kata El.
"sepupu Saya itu termasuk anak hebat. diusianya yang masih sangat kecil sudah banyak kejadian buruk menimpanya. Mulai dari kehilangan orangtuanya, berpisah dengan adik kandungnya, tidak tau kerabatnya dan banyak kesulitan lajnnya lagi yang dia alami. Tapi tuhan Sungguh baik sehingga dia dipertemukan oleh orang-orang baik. Dan aku sangat bersyukur sekarang Saya bisa bertemu lagi dengan sepupu saya itu" kata El lagi
"iya. lalu sepupu kakak yang mana? Apa dia tidak hadir?" kata Fira.
"tidak dia di Rusia sekarang. Sedang mengurus pekerjaan disana. Tapi dia sudah titip kado dan sudah sempat mengabari ibu tadi" kata El.
Mendengar Rusia tiba-tiba membuat Zafira kembali teringat dengan Almeer. Sedang apa dia disana sekarang?. Bagaimana keadaannya? Dan apakah dia merindukannya seperti Zafira merindukan dia?
'sudah Fira. saat nya move on. Jangan inget-inget kang Almeer terus' batin Fira mengingatk kan diri nya sendiri.
Berbeda dengan Nadira. yang sedari tadi terus mendampingi Ibu Aminah. Karena ditengah pesta yang seharusnya membuat semua orang bahagia. Mungkin hanya dia yang merasakan kerinduan. Sebab dua orang yang penting di hidupnya tidak hadir diacara ini. begitu pula dengan Ibu Aminah. Merasa pesta ini kurang lengkap tanpa kehadiran kedua putra kesayangannya itu.
Nadira berfikir apakah karenanya Ali tidak hadir diacara ini?. Apa Ali benar-benar ingin pergi dihidupnya? . Apa Ali benar-benar marah padanya?. Dan apakah Ali tidak ]ngin bertemu dengannya lagi?. Terus memikiirkan Ali membuatnya merasa sedih, takut, dan kecewa disaat yang bersamaan.
...****************...
Disaat semua orang asik dengan acara. Tiba-tiba Ashraf, Altaf dan Anisa berkumpul. Mereka terlihat sangat gelisah pasalnya mereka baru saja mendapatkan kabar buruk tentang Ali. Wajah mereka menjadi pucat. Mereka bingung bagaimana memberitahukannya pada ibu. Dsaat hari bahagia ibu justru ibu harus mendengar kabar buruk. Lalu bagaimana denga Nadira nanti.
Apakah yang sebenarnya terjadi dengan Ali?.
Nantikan kelanjutan kisahnya ya. Jangan lupa like, komen dan dukungannya ya. Sehingga author semakin semangat buat update episode terbaru dan buat cerita yang semakin menarik. .
__ADS_1
terimakasih. 😘😘😘😘😘