
Kehidupan terus berjalan. tidak ada yang tau pasti apa yang akan terjadi esok. Namun kita tidak bisa berhenti meski apa yang terjadi tidak seperti yang kita inginkan. menerima semua sesuai dengan kehendak takdir memang harus dilakukan oleh semua orang. Meski sulit dan penuh luka tapi kehidupan tau kapan masanya luka itu akan kering.
Sebulan sudah El menjabat sebagai Direktur Utama di PT. CSIS menggantikan Ali yang dipindah tugaskan. Hal ini membuat intensitas Zafira dan El bertemu semakin banyak. Zafira terus mencoba bersikap seolah semuanya baik. Perlahan namun pasti Zafira sudah bisa menerima semuanya.
Terkadang berdamai dengan luka itu adalah hal yang harus dilakukan oleh seseorang. Kini Zafira sudah bisa bersikap biasa terhadap El. Karena Ia sadar biar bagaimanapun mereka dua orang yang berbeda. Meski mereka sangat mirip.
...****************...
Setelah pulang kantor Zafira dan Kiya memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen. Namun diperjalanan pulang tiba-tiba mobil yang dikendarai Zafira mogok. Zafira dan Kiya pun keluar dari dalam mobil dan berusaha memeriksa kerusakan yang terjadi.
Terlihat kepulan asap keluar dari kap mobil. Saat Zafira membuka kap mesin mobil keluar asap yang mengebul dari dalamnya.
"uhukk..uhuk.. "
Zafira dan Kiya terbatuk-batuk karena menghirup asap itu.
"kita harus telpon benkel ini sih? Biar sekalian di derek kebengkel" kata Zafira
"udah berapa lama sih mobil loe nggak masuk bengkel?" kata Kiya.
"nggak tau lupa. Kan biasanya pak Budi yang rajin periksa kondisi mobil. Kalau gua sih tinggal pake aja" kata Zafira.
"pantes aja bisa sampe ngebul gitu mobil. Yaudah sekarang gua telpon bengkel dulu ya suruh bawa mobil derek sekalian." kata Kiya
Setelah menghubungi bengkel Zafira dan Kiya menunggu. Tiba tiba ada mobil sedan berhenti didepan mobil Zafira. Turun lah Nadira dari mobil tersebut dan menghampiri Zafira dan Kiya.
"mobil kalian kenapa?" tanya Nadira
"nggak tau nih. tiba-tiba mati. Dan keluar asap dari dalam kap mobil. Mungkin karena udah lama nggak di cek kali ya" kata Zafira.
Tak berselang lama El juga turun dari mobil sedan yang tadi ditumpangi Nadira.
"mobilnya kenapa?" kata El.
"eh pak El. " kata Kiya sungkan.
"ini loh ka mobilnya udah lama nggak diservice jadi keluar asep gitu." kata Nadira
"Sudah panggil montir?" tanya El
__ADS_1
"sudah pak. Tapi Masih dalam perjalanan" kata Kiya
tak berapa lama sebuah montir turun dari mobil derek. Sepertinya mereka dari bengkel yang ditelpon kiya tadi.
"selamat sore. Dengan ibu Kiya yang menelpon benkel abadi jaya. Kami montir yang diutus untuk membawa mobil ibu ke bengkel. Ini kartu nama kami" kata salah seorang montir sambil menunjukan kartu identitas.
"iya betul. ini mobilnya. Tadi tiba-tiba aja keluar asap dari kap mobil tolong di cek semuanya aja ya mas. Kira-kira bisa diambil kapan ya?" kata Kiya
" baik kalau begitu. diusahakan 2 hari lagi sudah bisa diambil. Nanti kami hubungi kembali jika sudah selesai diperbaiki" kata tukang montir itu lagi
"iya mas. Ini kunci mobilnya." kata Fira.
Setelah mobil berhasil dinaikkan ke mobil derek lalu mobil dibawa ke bengkel.
"lalu kalian gimana?" tanya Nadira
"kita bakal naik taksi aja." kata Zafira.
"eh jangan dong.. Mending naik bareng kita aja. nanti kita anterin ke apartemen kalian gimana. Dari pada nunggu taksi." kata Nadira
"terimakasih. Tapi kita nggak mau ngerepotin kalian" kata Zafira
"ehh... Iya nggak kok." kata El
"tapi.." kata Zafira namun terputus karena
"udah nggak ada tapi-tapian!. Lagian ini kan jam pulang kerja. Pasti taksi, ojol juga susah dicari. Mending ikut sama kita aja" kata Nadira sedikit memaksa.
"iya udah Ra mending ikut aja yuk. dari pada nunggu taksiblagi lama lagi. Dan belum tentu dapet juga kan" kata Kiya
"emmmm... Iya.. Makasih ya. Dan maaf ngerepotin" kata Fira akhirnya menyetujui tawaran Nadira
" ishhh.. Apa sih? Udah ayo." kata Nadira
Mereka pun naik kedalam mobil El. Sepanjang perjalanan Nadira terus saja mengajak bicara. Sepertinya Nadira tidak pernah kehabisan kata-kata. namun Zafira hanya diam. Dia seperti tidak nyaman berada satu mobil dengan El.
Diam-diam El memperhatikan Zafira dari kaca spion. Dan sesekali pandangan mereka bertemu dalam kaca spion. El tau jika saat ini Zafira merasa kurang nyaman berada didalam satu mobil yang sama dengannya. Hal ini semakin membuatnya penasaran.
Ditengah perjalanan tiba-tiba Nenek Syarifa videocall ke pensel Nadira. Nadira dengan semangat mengangkat panggilan tersebut.
__ADS_1
"assalamualaikum Nek." kata Nadira pada Sang Nenek yang wajahnya terlihat di handphone.
"waalaikumsalam. Kamu masih dimana Sayang?" tanya Nenek
"masih dijalan Nek. Oh ya Nek coba tebak dimobil selain Aku sama Kak El ada siapa?" kata Nadira sambil mengarahkan kamera handphonenya ke arah Zafira dan Kiya.
"kalau yang satu Nenek kurang kenal. Tapi yang satunya lagi itu Zafira bukan ya. Tapi kok mirip Zafira ya. Yang nolongin Nenek waktu itu." kata Sang nenek
"wah Nenek masih inget ternyata. Bener banget nek." kata Nadira
"Assalammualaikum Nek. Apa Kabar?" kata Zafira ikut menyapa Nenek Syarifa
"Waalaikumsalam sayang. alhamdulillah Nenek baik. Ini beneran Kamu sayang? Akhirnya Nenek bisa ngobrol dan liat muka kamu lagi. Padahal ya Nenek pengen banget nelpon kamu tapi El selalu aja cari alesan. Padahal kan dia simpen no kamu" kata Nenek curhat.
Degh..
Zafira tidak menyangka jika El masih menyimpan no nya karena kejadian itu. El yang mendengar ucapan sang Nenek merasa sungkan.
"kalian satu mobil?" tanya Nenek
"iya Nek. Tadi dijalan Dira liat Zafira dan Kiya berhenti dijalan karena mobilnya mogok. Makanya Dira tawarin mereka untuk ikut ke mobil kita." kata Nadira
"wah bagus itu. Nanek minta kamu ajak Fira dan temannya mampir kerumah. Karena tadi Nenek dibantu si bibi masak banyak. Mau kan Fira, Kiya?" kata Nenek
"iya setuju banget. Mau ya Ra, Kiya. Udah lama loh Nenek pengen banget ngajak kamu makan bareng dirumah. ayo lah mau ya?" kata Nadira sedikit memaksa
Zafira menengok ke Kiya. Dan Kiya memeberika kode pada Zafira untuk menyetujui permintaan Nadira dan Neneknya. El terlihat penasaran apakah Zafira akan setuju. Dia berharap Zafira mau ijut makan bersama dengan Nenek. Sehingga dia bisa lebih mengenal Zafira.
"iya Nek. Makasih ya Nek. Udah undang Fira sama temen Fira makan malam bersama." kata Fira
"yes.. Nenek yang makasih. Karena sudah mau penuhi keinginan Nenek" kata Nenek terlihat senang.
El pun mengulim senyum saat mendengar Zafira menyetujui permintaan Sang Nenek. El pun melajukan mobilnya menuju Manssion. Seperrinya dia mulai memiliki jalan untuk bisa mengenal Zafira lebih jauh lagi.
Sepertinya sikap Zafira yang menutup diri dan masih mencoba menata hatinya saat berada dan melihat El. Membuat El semakin tertarik dan ingin mencari tau banyak hal tentang Zafira. Apakah ini menjadi pertanda bahwa El sudah siap membuka hatinya kembali setelah kepergian calon tunangannya. Akan berlabuh kemanakah kisah cinta Zafira??
Tetap ikuti terus kelanjuta ceritanya.
Jangan lupa dukungan,vote, like dan komennya ya. Untuk mendukung karya ku. ❤😍😍
__ADS_1