
Kediaman Zafira telah disulap menjadi tempat untuk acara lamaran. Dalam waktu sehari tim Wedding organizer berhasil merubahnya. Keluarga besar Zafira pun sudah menunggu kedatangan rombongan keluarga besar Elmeer. Kiyai Rahmat dan Ummi pun turut hadir untuk menyaksikan acara lamaran putri angkat mereka.
Didalam Kamarnya Zafira yang ditemani oleh Syfa dan Kiya terlihat sedang dirias. Namun sepertinya ada hal yang mengganjal dihatinya. Zafira terlihat sedang melamun.
"Fira.. Are you Okey?." tanya Kiya.
"Fira.." kata Syfa sambil memegang pundaknya.
"Ehh iya apa?" tanya Zafira yang tersadar.
"Kok bengong sih?. Ada apa?" tana Syfa.
"Sudah selesai teh. Masyaallah teteh cantik banget. dasarnya saja sudah cantik apa lagi di rias semakin tambah cantik". ucap kagum sang MUA.
"Terimakasih Teh." kata Zafira tersenyum.
"Yasudah teh saya keluar dulu ya" kata Sang MUA. lalu pergi keluar dari kamar
"Ra, Loe kenapa bengong aja sih?. Loe berat ya terima Lamaran ini?. Kalau berat Kenapa Loe setuju sih?. Kenapa nggak ngomong aja sama Kak El. Pasti Kak El juga nggak akan maksa kok" kata Syfa.
"Iya Ra. Mumpung masih ada waktu. loe batalin semuanya. Atau Loe minta waktu aja sama Kak El. Jangan ambil keputusan besar kayak gini disaat hati Loe masih bimbang." kata Kiya.
"Gue nggak bisa nyakitin Perasaan Kak El. Dia baik banget. Dia udah sabar nunggu. Kasihan Dia kalau Gue sampel batalin ini semua." kata Zafira
"Terus hati Loe sendiri Gimana? Loe korbanin kebahagiaan Loe. Terlebih Loe juga belom pernah cerita tentang hubungan Loe sama Kang Almeer dimasa lalu sama kak El kan?. Udah deh berhenti mikirin kebahagiaan orang lain. Loe harus pikirin kebahagiaan Loe juga " kata Syfa.
"Kebahagiaan Gue?. Entah lah Gue sendiri nggak yakin kalau Gue ditakdirkan bahagia hidup bersama dengan orang yang Gue cinta. Mungkin takdir hanya menggariskan Gue ditinggalkan orang-orang yang Gue cinta" kata Zafira putus harapan.
"Fira... jangan ngomong gitu dong." kata Kiya
__ADS_1
"Dulu A Reyhan ninggalin Gue disaat kita sama-sama saling cinta. Tapi dia pergi dihari pernikahan kita. hingga Kang Almeer datang yang menggantikan nya. dan setelah perasaan Gue mulai tumbuh dan mulai mencintai Kang Almeer. Dia juga pergi melepaskan pernikahan kita. Selama ini gue berusaha menahan Hati Gue. Gue berusaha bangkit untuk sembuh dari luka hati yang tak kunjung sembuh bahkan saat Kak El berusaha keras menyembuhkan luka itu tetap tidak berhasil. Mungkin emang Gue nggak ditakdirkan Bahagia bersama dengan orang yang Gue cinta" kata Zafira sambil meneteskan air mata.
Syfa dan Kiya pun langsung berhambur memeluk Zafira. Mereka bisa merasakan perasaan yang sedang dirasakan Zafira.
"Udah ya. jangan diinget lagi luka-luka itu. Loe harus bisa bangkit. Kalau menurut loe dengan menerima pinangan Kak El jalan terbaik. Ya kita cuma bisa berdoa buat Loe. Kita bakal dukung keputusan Loe dan selalu doain Loe." kata Kiya
"Makasih ya. Kalian selalu ada buat Gue." kata Zafira
...----------------...
Acara Lamaran pun berlangsung dengan baik. acara tuker cincin pun sudah dilakukan. Cincin untuk Zafira sudah dipasangkan langsung oleh Nenek Syarifah selaku wali dari pihak Elmeer. Dan cincin untuk Elmeer dipasangkan Langsung oleh Ayah Damar dari pihak Zafira. terlihat Nenek Syarifah memeluk Zafira sangat erat. Dia sangat bahagia karena akhirnya cucu nya akan menikah denga wanita baik yang selama ini diinginkan olehnya.
Semua orang turut bahagia dalam acara ini. Terlebih pernikahan nya pun akan dilakukan berselang 2 minggu setelah acara lamaran. Disaat semua orang bahagia untuk kedua calon pasanga ini justru ada dua hati yang terluka. Mereka sama-sama menahan diri mereka untuk bisa bertahan dari rasa sakit ini.
"Kakak nggak apa-apa?" tanya Nadira sambil menggenggam tangan Almeer.
"Kakak nggak apa-apa. Oh ya Kakak mau ke kamar mandi dulu." kata Almeer
"Kakak yakin?. Apa mau Dira temenin?" tanya Nadira khawatir Kakak ya hanya mencari alasan untuk menenangkan diri.
"Iya." kata Almeer meyakinkan.
Almeer pun pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya. Kemudian dia pun pergi kehalaman belakang untuk menenangkan dirinya sebelum kembali bergabung dengan semua orang disana. agar dia bisa bersikap biasa saja. Seakan tidak terjadi sesuatu. Almeer pun memilih duduk dibangku putih yang ada ditaman belakang.
Almeer mengenang masa dimana Dia masih menjadi bagian keluar ini. Rentetan kenangan pristiwa seakan berputar kembali. Saat dimana pertama kalinya dia terpesona pada Zafira dipandangnya pertama. Kemudian saat dia diminta mengantarkan Zafira fitting baju hingga berakhir memakai baju pengantin disana. Lalu Ketika dia diminta menjadi pengantin pengganti.
Dia teringat saat dipelaminan Zafira yang terus bersedih karena pernikahan yang tidak seperti diharapkan. Hingga dimalam pertama Almeer membuat hubungan baru diatas pernikahan mereka. dan masa-masa dimana mereka menjalani kehidupan sebagai suami istri tapi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Almeer yang menghabiskan setiap malamnya duduk dibangku ini setelah selesai melaksanakan solat tahajud.
Sesak rasanya dada Almeer. Semua rentetan kenangan itu terjadi atas dasar cinta. Namun tidak membuat dia bahagia. Sesak rasanya melepaskan satu-satunya orang yang ia cinta kepada orang lain. Ternyata tidak mudah melepaskan orang yang dicinta untuk orang lain. Dua minggu lagi wanita yang dia Cinta resmi menjadi milik sepupunya. Dan mereka akan tinggal bersama dalam satu atap dengan status Saudara Ipar. Sanggupkah dia menjalankan hari-harinya setelah ini.
__ADS_1
Rasanya Almeer takkan sanggup hidup satu atap dengan orang yang dia Cinta dalam ikatan ipar. Lebih baik dia keluar dari sana. Atau mungkin dia menjauh dari mereka. Mungkin dengan pergi keluar negeri untuk mengurus bisnis bisa membuat perih lukanya teralihkan. Ya akhirnya Almeer memutuskan untuk pergi setelah pernikahan Elmeer dan Zafira berlangsung.
"Kak." kata Nadira duduk disamping sang Kakak.
Nadira tau sang kakak sedang menangis. terlihat Almeer yang diam-diam menghapus air matanya.
Nadira mengambil kepala Almer kemudian dia sandarkan dipundaknya.
"Menangislah Kak. Kadang ada kalanya air mata bisa sedikit mengurangi rasa sesak dalam dada yang tidak bisa diutarakan oleh lisan. Jangan pernah menahan rasa sakit itu lagi kak. Kakak bisa berbagi sama Adek. Jangan pendam sendirian." kata Nadira.
Almeer pun diam. Dia menikmati sejenak masa ini. setidaknya bisa mengurangi beban luka dihatinya.
"Jujur Adek bingung kenapa Kakak ngelakuin ini semua. Padahal Kakak tau kakak pasti akan terluka. Melepaskan orang yang kita cinta untuk orang lain pasti sangat berat. Kakak tetap ngelakuinnya. Tapi Adek nggak bisa maksa kakak. Kakak berhak ambil keputusan apapun dalam hidup Kakak. Tapi satu pesan Adek. Kakak nggak sendirian. Ada Adek. Kakak bisa berbagi apapun sama Adek baik luka , suka dan duka." kata Nadira.
"Selepas ini. Kamu jaga dirimu baik-baik. Jika Kamu sama Ali sudah siap Menikah maka Kabari Kakak. Kakak akan datang untuk menikahkan kalian. Tapi setelah pernikahan Syam dan Fira berlangsung Kakak akan pergi ke Mekah. kakak akan melanjutkan hidup Kakak disana. Selain untuk menjalankan ibadah umroh kakak akan menetap disana untuk membangun bisnis disana. Kakak harap kamu bisa jaga diri baik-baik. Tenang aja disini banyak yang akan menjaga kamu. Ada Ali, Kakek Nenek dan yang lainnya juga.." kata Almeer.
Nadira melihat kearah sang Kakak. Walau berat harus berpisah lagi dengan sang Kakak. Tapi Nadira mengerti tidak mudah bagi Almeer menjalani ini semua. Dia akan berusaha menerima keputusan sang kakak.
"Iya Kak. Tapi Kakak harus janji. Kakak akan jaga diri kakak disana. Kakak harus sering berkirim kabar sama Adek. Dan nanti jika Kakak bertemu dengan jodoh Kakak. Kakak nggak boleh menyerah Kakak harus memperjuangkannya. Kakak harus mulai memikirkan kebahagiaan Kakak. janji?" kata Nadira sambil menyodorkan jari kelingkingnya
Almeer tersenyum. Dan menautkan jari kelingkingnya.
"Janji" Kata Almeer.
Nadira pun berhambur ke pelukan Almeer. dia menangis. Berat rasanya beban ini . Namun dia harus kuat untuk sang Kakak.
Tanpa mereka ketahui ada seseorang yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka.
"Aku harus cari tau ada apa sebenarnya terjadi. kenapa seakan banyak hal yang disembunyikan dari aku. dan kenapa seakan aku harus tau hal itu." kata orang itu.
__ADS_1