
Prov Fira
Hari terus berganti dan hampir satu bulan hubungan Almeer dan Zafira semakin membaik. Keduanya sering menceritakan banyak hal dimalam hari. walau begitu Zafira tidak pernah melihat Almeer saat dia terbangun dimalam hari. Zafira bingung kenapa Almeer tidak pernah berada dikamarnya saat Zafira tertidur dan selalu kembali saat selesai sholat subuh. Namun untuk bertanya Zafira tidak berani.
"assalamaualaikum"
Pintu terbuka terlihat Almeer yang baru pulang berkerja.
"waalaikumsalam. Kang Almeer sudah pulang. Fira sudah menyiapkan air hangat untuk kang Almeer membersihkan diri. Fira akan ambilkan makanan untuk kang Almeer"
"terimakasih. Maaf Fira selelu saja repot menyiapkan air hangat. Sudah aku bilang fira tidak perlu repot aku bisa menyiapkannya sendiri." kata almeer
"tidak merasa direpotkan. Fira turun dulu ya menyiapkan makanan buat kang Almeer"
"tidak usah Fira. Tadi sudah makan. Kamu lanjutkan saja tugas kamu. Nanti selepas mandi saya bantu kamu. Saya mandi dulu"
Selepas mandi seperti janjinya Almeer membantu Fira menyelesaikan tugasnya. Sambil diselingi beberapa obrolan ringan.
"emmm... Fir.."
"iya. Kenapa kang?"
"emm .. Hari munggu nanti kamu ada acara?"
tanya Almeer
"enggak deh. Kenapa kang?"
"emm.. sebenernya aku ada sedikit urusan dilembang tapi karena hati weekend aku pikir kalau ajak kalian ikut mungkin akan lebih seru" kata Almeer
__ADS_1
"kalian?"
"iya . Kamu bisa Ajak syfa dan kiya juga. Kan kalau rame seru. Bukannya kalo jalan rame rame itu makin seru? iya itu kalau kamu dan yang lain nggak sibuk."
"aku nggak tau mereka ada acara atau nggak. Nanti aku coba tanyain ke mereka. Tapi kalau misalkan mereka ada acara gimana?"
"kalau mereka ada acara ya nggak apa-apa. Kembali lagi ke kamu , kamu mau ikut atau nggak? ya kita bisa jalan berdua aja. Ya itu kalau kamu mau dan nyaman?" kata Almeer
" yaudah besok aku tanyain kemereka dulu ya. Semoga mereka bisa. biar rame"
"oke. terimakasih"
Ditaman kampus Zafira syfa dan Kiya yang barus saja menyelesaikan mata kuliah ubtuk hari ini memilih untuk duduk sebentar di sebuah taman kampus.
Kiya terus ememperhatikan sikap Zafira yang terlihat salting.
"lo kenapa sih dari tadi. Kayak ada sesuatu gitu. Coba ngomong ke kita"
"tumben? Biasanya kalau kita yang ajakin jalan jalan lo itu selalu aja cari alasan buat nolak." kata syfa
"emmm.. Sebenernya Kang Almeer yang ngajakin sih. Dia bilang ada acara di lembang sebentar jadi dia ngajakin kita ikut karena weekend" kata
"kang Almeer yang ngajakin. Dan lo ngajakin kita? Serius?" kata syfa sedikit shock
"apa lo mau bikin kita jadi nyamuk gitu. Oh tidak itu males banget" kata kiya
"hadeh bingun gua sama lo. lo itu canti dan pinter tapi kenapa sekarang jadi oon ya? Kang almer ngajakin lo itu mungkin sebagai kode kalau dia mau abisin waktu berdua sama lo ya semacem kencan. Secara kan kalian udah nikah tapi nggakk saling kenal mungkin ini saat nya. Dan masa lo mau ngancurin acara kencan lo gara gara ngajakin kita. ya walaupun kita juga nggak bakal ngancurin acara kencan lo sih tapi tetep aja kita nggak mau ya jadi nyamuk." kata syfa
"apaan sih kalian ini. Ini itu beneran kang Almeer yang minta aku ngajak kalian. Dia ada urusan disana sebentar dan dia bilang bakal lebih seru kalau rame rame. Lagian kayaknya hubungan ini nggak akan bisa lebih deh."
__ADS_1
"kenapa?" tanya kiya
"entahlah. Emang sih kita sering ngobrol tiap dia abis pulang kerja dan sebelum tidur. Tapi entah kenapa aku ngerasa dia membatasi diri. Dia sendiri yang bilang ingin mulai ngasih kesempatan biat hubungan ini. Tapi aku ngerasa kayak kita 2 orang asing yang tinggal dalam satu kamar." kata Fira
"mungkin karena dia takut lo belom siap ra. Dia mau ngasih waktu buat lo." kata kiya
"entah lah. Dia selalu ada dikamar tiap gua belum tidur. Dan aneh nya setiap gua kebangun di tengah malem gua nggak pernah liat dia ada dikamar. Dan dia selalu masuk kamar detelah solat subuh. gua bingung apa dia sebenernya nggak nyaman sekamar sama gua. Dan dia cuma pura-pura nyaman aja."
"lo terlalu berlebihan mikirnya. Apa lo udah pernah tanya kedia. Kemana dia tengah malam dan kenapa selalu pergi saat lo udah tidur?" tanya kiya
"nggak. Gua nggak enak nanyanya"
"berarti sampe sekarang lo masih ting-ting dong?" kata kiya
"ihh... Apaan sih kok jadi kesitu?" kata Fira sedikit canggung
"jadi bener selama ini dia belum nyentuh lo? Kalian belum lakuin ritual malam pertama?"
tanya Syfa
"udah ahh.. Males bahas itu" kata Fira
"apa lo juga belum pernah lepas jilbab lo saat di kamar berdua sama dia?" kata Kiya
Fira menggelengkan kepala.
"pantes aja dia mggak ada di kamar pas lo tidur. Mungkin karena dia menghargai lo. Lo sendiri nggak buka jilbab lo disaat lo cuman berdua dikamar ya mungkin aja dia mikir kalau lo belum bisa menerima dia. Makanya dia memberikan pembatas buat dia. Lo itu isterinya. Bahakan kalaupun lo b***l didepan dia sekali pun sah-sah aja. Kenapa lo nggak buka jilbab lo saat berdua aja sama dia. Lo buka jilabab sama kita bertiga saat kita ada dikamar tapi kenapa buat suami lo nggak. Berarti bukan dia yang membatasi diri tapi karena lo yang nggak pernah buka pintunya. Sampe kapan kayak gini?" kata syfa
"gua setuju kata syfa. Lo harus bisa belajar terima dia. Setidak nya kalau lo belum siap buat berhubungan layaknya suami isteri tapi setidaknya rambut lo itu bukan hal yang haram buat diliatnya. Gua tau lo lebih paham soal ini di banding gua dan syfa. Gua tau lo ngerti apa yang harus lo lakuin. perbaiki sebelum terlambat"
__ADS_1
Fira merenungkan setiap kata kata sahabatnya. Dan dia merasa bersalah. Tapi dia bingung untuk memulainya.