Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Cemas


__ADS_3

Didalam Ambulance, Fira tak henti- hentinya berdoa demi keselamatan Almeer. Hatinya hancur melihat laki-laki yang masih dia cintai terbaring tidak berdaya. Air mata tak mampu membohongi hati. Ia mengalir deras menumpahkan segala pilu yang tak terbendung.


Begitu pula dengan Anis. Bagi Anis Almeer adalah penolongnya. Penolong semua adik-adik dipanti. Rasa sayang Almeer kepada anak panti membuat mereka begitu menyayangi Almeer. Anis terus menangis melihat Kakaknya terbaring bersimbah darah tidak sadarkan diri.


Namun sesekali Anis melihat kearah Fira. Dia merasa jika Fira juga begiru mengkhawatirkan Kak Almeer. Namun sebenarnya apa hubungan Fira dengan Kak Almeer? Demikianlah tanya Anis dalam hati.


"Jika orangnya adalah Kak El tentu akan sangat wajar jika Zafira terlihat sepanik, khawatir bahkan sampai menangis seperti ini. Tapi ini adalah Kak Zein? Sebenarnya apakah mereka ada hubungan dimasa lalu?" demikian pertanyaan Yang tidak bisa dilontarkan secara langsung oleh Anis.


Zafira mengenggam erat tangan Almeer. Seakan memmberikan kekuatan jika Fira ada bersamanya. Dan Zafira merasa tidak ingin melepaskan genggaman tangannya itu. Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang mengganggu pikiran Anis. Namun dia merasa ini bukan saat yang tepat menanyakannya.


Mobil ambulance pun tiba di perataran UGD sebuah rumah sakit swasta. Brangkar yang membawa Almeer pun segera didorong memasuki ruang UGD. Tim dokter dan perawat segara masuk untuk menangani Almeer. Sedangkan anis segera mengurus segala administrasi


Zafira masih menunggu didepan pintu ruangan Almeer diperiksa. Sambil mundar mandir Zafira didepan ruangan. Dia merasa tidak tenang. Tak berselang lama Anis datang bersama dengan Syfa dan Kiya.


"Bagaimana keadaan Kang Almeer?" tanya Kiya


"Dokter masih periksa didalam." kata Fira.


Syfa dan Kiya langsung berhambur memeluk Fira. Mereka tau apa yang dirasakan Fira. Walaupun mereka semua khawatir dengan keadaan Fira. Mereka yakin tidak ada perasaan yang lebih kacau dan sekhawatir Fira pada Almeer.


"Kita jangan berhenti berdoa ya. Semoga Allah menyelamatkan Kang Almeer. Dan Kang Almeer bisa sehat seperti semula dan berkumpul bareng kita lagi." kata Syfa.


"Amin ya Allah" kata mereka serempak.


Mereka tidak berhenti berdoa demi keselamatan Almeer.


Tak berselang lama Nadira, Ali dan El datang. Mereka diberi tahu Anis tentang Almeer yang mengalami kecelakaan. Nadira yang terlihat sangat panik tak berhenti menangis. Dia sangat takut. Dia takut sang Kakak pergi meninggalkannya. Disaat mereka belum lama bertemu dan tinggal bersama.

__ADS_1


Zafira menghampiri Nadira yang terlihat begitu takut. Mereka saling berpelukan untuk saling menguatkan satu sama lain.


"Aku takut Fir. Aku takut.. Apa Kakak akan baik-baik saja Fir? Bagaimana keadaannya?" kata Nadira sambil sesegukan suaranya terputus-putus.


"Jangan bicara begitu. Kita harus yakin Kang Almeer pasti baik-baik aja. Biarkan dokter berjuang didalam sebaik yang mereka bisa. Kita disini bantu dengan doa." kata Zafira.


Dua jam lamanya dokter yang menangani Almeer didalm belum ada satu pun yang keluar. Hana yang baru tiba dirumah sakit setelah menempuh perjalanan jauh dari Surabaya. terlihat wajah Hana yang begitu cemas.


"Assalamualaikum. Bagaimana keadaan Almeer" kata Hana


Nadira yang melihat Hana langsung menghampiri Hana. Dia langsung menghambir kedalam pelukan Hana. berada dalam pelukan Hana membuatnya merasa lebih tenang.


"Kak Zein sedang ditangani dokter Kak. Sudah hampir dua jam belum ada satu pun dokter yang keluar dari dalam. Dira takut kak" kata Nadira.


"Husstttt.. Jangan bilang kayak gitu. Kita harus yakin Almeer pasti bisa melewati semua ini" kata Hana. Walau dirinya juga begitu cemas. Hana berusaha untuk menanamkan pikiran positif kepada mereka semua.


"Bsgaimana keadaannya sus?" tanya Ali


"Dokter masih menanganinya. Sebentar lagi Dokter akan keluar dan menjelaskan semuany. Saya permisi dulu" kata Sang suster lalu meninggalkan mereka.


Tak berselang lama seorang dokter keluar dari dalam ruangan bersama dengan satu orang perawat lagi.


"Bagaimana keadaan Kakak saya Dok? Kata Ali" langsung menyerbu dokter dengan pertanyaan.


"keadaannya sanagt parah. Pendarahan di kepalanya tidak mau berhenti. Sepertinya kami harus segera mengambil tindakan operasi dikepalanya sebelum keadaannya semakin buruk" kata sang dokter.


Beritu itu membuat semua yang menunggu menjadi sangat khawatir.

__ADS_1


"Lakukan yang terbaik Dok. Berapapun biayanya dokter tidak perlu khawatir." kata Ali


"Masalahnya bukan hanya luka dikepalanya saja tapi sepertinya ada organ dalam yang mengalami benturan keras sehingga ada orga vital yang hancur. Kami sendiri akan melakukan pemeriksaan lanjutan. tapi yang harus kamu segera lakukan adalah operasi dikepalanya. Hanya saja dokter bedah terbaik di rumah sakit ini sedang tidak ada ditempat. Kami kekurangan tenaga profesional. Karen kondisi pasien yang sangat kritis kami membutuhkan orang yang benar-benar sudah ahli. " kata sang dokter.


"Apa kemungkinan terburuknya jika pasien tidak segera diambil tindakan operasi." tanya El.


"Kemungkinan terburuknya adalah pasien tidak bisa tertolong. Jika memungkinkan pasien harus melakukan operasi malam ini juga. Kami akan berusaha menghubungi dokter bedah terbaik. Namun jika tidak ada maka kami tidak ingin ambil resiko" kata sang dokter.


"Dokter tidak usah khawatir untuk dokter bedah saya sudah hubungi dan beliau sedang dalam perjalanan. Dokter Steve dokter bedah terbaik di Amerika. Saat ini beliau sedang dalam perjalanan dipesawat menuju indonesia. Selain itu juga saya sudah menghubungi 5 dokter bedah terbaik lainnya yang juga sudah dalam perjalanan. Dokter dan rumah sakit segera persiapkan saja segara perlengkapan dan persiapan operasinya. Agar operasinya bisa dilaksanakan malam ini juga" kata Hana.


"Syukurlah jika pihak keluarga sudah memanggil dokter-dokter terbaik dari seluruh dunia. Kami akan segera menyiapkan segalanya. Kalau begitu Saya permisi dulu" kata Sang dokter.


Semua orang bingung. Mereka tidak percaya dengan yang dikatakan Hana.


"Kakak serius sudah memanggil dokter-dokter itu?." tanya Nadira.


"Sudah. Tadi setelah mendapat kabar dari Kamu. Kakak langsung menghubungi Daddy yang sedang di Amerika. Berkat bantuan Daddy dan bebeerapa orang-orang kepercayaan Zein akhirnya dokter-dokter itu bisa langsung terbang ke sini tanpa ada kendala apapun." kata Hana.


"Terimakasih Kak." kata Nadira sambil memeluk Hana erat.


"Sebenarnya bukan karena Daddy alasan mereka mau datang kesini menolong Zein. Tapi karena memang mereka mengenal Zein. Dan mereka sangat ingin menolong Zein" kata Hana


"Alhamdulillah ternyata banyak orang-orang baik yang mengelilingi Kak Zein"


"Iya. Zein orang baik sangat baik. Kita berdoa yang semoga Zein bisa selamat dan sehat kembali sehingga bisa berkumpul bersama kita semua." kata Hana


"Amin."

__ADS_1


__ADS_2