Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Arti Kehilangan


__ADS_3

Hari semakin larut. membuat Almeer mulai gelisah. Lagi-lagi usahanya untuk bisa terlelap musnah. Keringat bercucuran dikeningnya. Lagi-lagi mimpi itu kembali mengacaukan malamnya.


Almeer memutuskan untuk mencari udara segar. Setelah berkeliling Almeer memutuskan untuk berhenti di pesisir pantai. Menikmati deburan ombak yang menyapu bibir pantai. Berharap suaranya mampu mengalihkan pikirannya.


Almeer melihat ada seorang wanita yang berjalan ke tepian laut. Almeer terus memperhatikan wanita tersebut. Semakin lama semakin berjalan ke tengah laut. Dan wanita itu tenggelam.


Almeer yang melihatnya menjadi panik. 'Dasar gila. Apa yang dia lakukan?' kata Almeer.


Almeer segera melepaskan alas kakinya dan berlari ke arah wanita itu. Tanpa pikir lama Almeer menyelam kelaut. Setelah menemukan keberadaan wanita itu yang terlihat tidak sadarkan diri didalam laut. Almeer menarik wanita itu ke tepian.


"Shreya sadarlah" kata Almeer sambil berusaha memberikan pertolongan.


Ya wanita yang menyelam ke tengah laut di udara yang sangat dingin ini adalah Shreya. Almeer terus berusaha untuk menyelamatkan Shreya. Namun Shreya tidak meerikan reaksi apapun. Sehingga Almeer terpaksa memberikan nafas buatan untuk Shreya.


"uhuk.. Uhuk.."


Akhirnya setelah terus berusaha Shreya sadar. Almeer langsung memberikan jaketnya untuk Shreya. Almeer terlihat sangat khawatir. Walau Shreya menyebal kan, namun Shreya wanita yang baik. Dan entah mengapa dia begitu khawatir saat melihat Shreya tidak sadarkan diri seperti tadi.


Almeer memberikan sebuah minuman hangat pada Shreya. Mereka pun terdiam sambil menikmati minuman tersebut. Keduanya tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Namun tiba-tiba Shreya menangis. Tangisan yang terdengar pilu menggambarkan betapa tersiksanya dia.

__ADS_1


Almeer bingung. Apa yang harus dia lakukan. Sikapnya yang dingin dan cuek. membuatnya kesulitan dalam menghadapi situasi seperti ini.


"Kenapa sesakit ini.?" kata Shreya tersedu-sedu


"Kenapa harus dia yang membunuh mama dan papa.? Mungkin tidak akan sesakit ini jika bukan dia yang melakukannya." kata Shreya lagi


"Kenapa kehidupan tidak adil.?" kata Shreya lagi yang terlihat Frustasi.


Almeer diam. Mengerti apa yang dirasakan Shreya saat ini. Ya dia tau jelas begaimana sakitnya luka yang tengah dialami Shreya. Karena dia pernah berada di posisi ini bahkan jauh lebih sulit dari ini. Hingga sekarang luka itu masih belum kering.


"Kamu tau arti kehilangan buat Aku?" kata Almeer


"Aku pernah ada diposisimu. Bahkan posisi yang ku alami tidak akan pernah bisa kamu bayangkan. Kamu tau sembilan tahun usiaku aku harus dihadapkan langsung pembantaian kedua orang tuaku." kata Almeer akhirnya memutuskan tentang masa lalunya.


Shreye kaget saat mendengarnya.


"Peristiwanya malam hari dirumahku. Aku melihat langsung bagaimana mereka meregut paksa nyawa mama dan papa. Bahkan dengan teganya mereka membelah tubuh mama dan papa dan merenggut semua organ-organ penting." kata Almeer.


Shreya menangis.

__ADS_1


"Kamu tau beban yang dirasakan anak sembilan tahun yang menyaksikan kematian orangtuanya dan harus dipisahkan dari sang adik,? Rasanya kenapa kehidupan tidak mengambil hidupku saja?. Dibandingkan rasa sakit ini aku akan memilih kematian." kata Almeer.


"kamu tau. sudah lebih dari 20 kali aku mencoba bunuh diri. Namun sepertinya takdir tidak membiarkannya. Hingga akhirnya seorang wanita mulia berbaik hati menampungku dipanti kasih sayang dan mencurahkan kasih sayangnya kepadaku." kata Almeer lagi


"Kamu tau untuk berada diposisi seperti ini. Aku harus menempuh jalan terjal berbatu dan penuh luka. Air mata,darah, dan amarah. Kamu tau ada dua alasan kenapa aku berada di Rusia." kata Almeer.


"Apa?" tanya Shreya.


"Satu menemukan keluarga papa. Dan ke dua menuntut keadilan untuk papa dan mama. Aku sudah mencapai keinginan yang pertama. Hanya satu yang saat ini Aku perjuangkan keadilan." kata Almeer penuh tekad.


Shreya menggenggam tangan Almeer.


" Kamu tau kehidupanku tidak bahagia. Penuh duka. Setiap malam selalu dihantui ketakutan. 16 tahun aku harus terus terjaga di setiap malam hari. Aku lelah. Kehidupan telah merenggut paksa kebahgiaanku. Bahkan disaat aku ingin meraihnya Aku justru harus melepaskannya." kata Almeer


"Aku pernah mencintai seseorang. Namun akhirnya aku harus melepaskannya. Terkadang melepaskan orang yang tidak pernah bahagia bersama kita akan jauh lebih membuat kita bahagia dibanding jengan tetap menahannya disisi kita" kata Almeer


Shreya terlihat sangat terkejut. Dia tidak menyangka jika Almeer sudah menikah. laki-laki dingin dan cuek ini ternyata Sangat mencintai seseorang. Hatinya lembut dan bersih. dan dia melepaskan orang yang dia cintai hanya karena ingin membuat wanitanya bahagia.


"Dari kehilangan Aku belajar bahwa kehidupan bukanlah dunia dongeng yang penuh cinta dan kebahagiaannya. Penuh luka, suka dan duku. Namun kamu tau kehidupan juga tidak sekejam itu. Justru kehilangan adalah cara membuka jalan kehidupan untuk meraih kebahagiaan kita yang sesungguhnya. Dan aku percaya itu" kata Almeer.

__ADS_1


Shreya tiba-tiba memeluk Almeer. Shreya merasa jika dia dan Almeer memiliki persamaan. Dan rasa nyaman selalu hadir saat dia bersama dan ada didekat Almeer. Keduanya tenggelam dalam duka yang sama. Yaitu kehilangan. Dalam dekapan Almeer, Shreya merasa aman dan yakin bahwa Almeer akan menjadi pelindungnya.


__ADS_2