Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Menerima Lamarannya 1.


__ADS_3

Sepulang Kerja Zafira merasa sangat lelah. Bukan hanya lelah secara fisik tapi juga psikis. Mengingat kajadian siang tadi direstoran. Syfa dan Kiya yang melihat sahabatnya murung merasa sedih. Bukan hanya satu kali. Tapi Zafira patah hati berkali-kali oleh orang yang sama.


Zafira memutuskan membersihkan dirinya lalu kemudian menunaikan sholat.


"Ya Rabb.. Sungguh tidak hal apapun terjadi dimuka bumi ini tanpa seiizin MU. KAU patahkan harapan yang ku gantungkan atas namanya. dan kini Ku sadar takkan pernah ketemukan kebahagiaan atas harapan yang ku gantukan selain kepada-MU." Zafira menangis dalam doa nya


"Ya Allah. Tetapkan lah Aku pada pilihan yang baik untukku, agamaku, dan keluargaku. Jika bersamanya membawa luka maka jauhkan Aku atasnya . Namun jika jalanku ada padanya maka pertemukan jalan kami. Mudahkanlah untukku urusanku, dan pertemukan Aku pada imamku yang akan menuntuku menuju jalan-MU. Amin"


Untaian do'a yang dipanjatkan Zafira membuat sedikit perasaan Zafira lebih lega.


Zafira merapihkan kembali perlengkapan sholatnya. Tak berapa lama kedua sahabatnya masuk kedalam kamarnya.


"Udah selesai sholatnya?" tanya Syfa


Zafira tersenyum. Sambil mengangguk.


Syfa dan Kiya duduk dipinggir ranjang sambil mengamati Zafira. Merasa risih dengan sikap sahabatnya Zafira pun segera menyesaikan pekerjaannya.


"Kalian kenapa sih?" tanya Zafira heran

__ADS_1


"Lu nggak apa-apa kan Ra?" tanya Syfa


Melihat kedua sahabatnya yang khawatir dan perduli kepadanya Zafira tersenyum.


"Gua nggak apa-apa Syf." kata Zafira sambil tersenyum.


"Beneran? Loe yakin?" tanya Kiya memastikan


Zafira tersenyum dan menghampiri kedua sahabatnya dan duduk diranjang.


"Bener. Gue bakal tetap baik selama masih memiliki keluarga yang selalu sayang sama gua. Dan sahabat-sahabat seperti kalian yang selalu care, perduli dan sayang sama gue. Terimakasih ya." kata Zafira lalu memluk kedua Sahabatnya.


Mereka berpelukan. Sambil menguatkan satu sama lain.


Zafira berfikir sejenak. Lalu menghela nafas.


"Gue berhenti" kata Zafira


Syfa dan Kiya kaget mendengarnya.

__ADS_1


"Gue berhenti untuk berharap. Sudah cukup rasanya menunggunya. Mungkin cinta ini nggak akan hilang dihati Gue. Tapi buat bertahan menunggu dia rasanya percuma." kata Zafira.


Syfa dan Kiya masih menunggu kata-kata Zafira selanjutnya.


"Kata Orang Cinta itu tak harus memiliki. Dan nggak semua orang beruntung bisa memiliki dan hidup bersama orang yang dicintai dan saling mencintai." kata Zafira. Terlihat kedua matanya sudah mendung.


"owh... Fira... sabar ya.." kata Syfa dan Kiya


"Kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Allah itu maha pecemburu. tidak mungkin bersatu mencintai-NYA dengan cinta terhadap selain- NYA. Mungkin itu sebabnya Allah patahkan Hati Gue yang terlalu mencintai dia." kata Zafira.


"Sekarang Gue mau pasrahi hati Gue pada Allah. Gue titipkan Cinta gua sepenuhnya Pada Allah. Biarkan Allah yang menuntun gue pada cinta yang bisa membuat gue semakin dekat dengan Cintanya Allah." kata Zafira.


Zafira menangis betapa dia dulu begitu mencintai Almeer. Namun Allah patahkan semua pengharapannya. Hanya ke sia-siaan yang dia dapatkan. Kini dia akan melepaskan sepenuhnya pengharapan itu.


"Terus Setelah ini gimana?" tanya Kiya


"Mungkin ini Alasan Allah mengirim Pak El di hidup gue. Dia baik, sangat baik. Walau kita baru kenal belum lama, tapi dia langsung datang untuk mengkhitbah. Dia tunjukan keseriusannya. Mungkin gua akan belajar menerimanya" kata Zafira


"Fir, jangan ambil keputusan disaat hati loe dipenuhi kekecewaan. Gue takut loe menyesal nantinya." kata Syfa dan diangguki Kiya.

__ADS_1


"Insyaallah nggak. Sudah seminggu gue istikharah. Dan kejadian siang tadi mungkin itu jawaban atas istikharah Gue selama ini. apapun yang akan terjadi nantinya Gue pasrahin semua nya pada Allah.. Dan semoga ikhlas itu bisa hadir dihati gue." kata Zafira


Syfa dan Kiya langsung memeluk Zafira. Mereka bisa merasakan bagaimana perasaan yang sedang dihadapin Zafira saat ini. Zafira begitu tegar. Sudah banyak luka yang dirasakan Zafira. Mereka jadi saksi bagaimana perjalanan cinta Zafira selama ini. Kini mereka hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Zafira.


__ADS_2