
Hari ini Almeer pergi ke kantor imigrasi untuk mengurus paspornya. Ya setelah berfikir semalaman akhirnya dia memutuskan untuk mengambil beasiswa itu. Banyak hal yang menjadi pertimbangannya. Kepergiannya bukanlah karena jawaban yang diberikan Zafira.
Meski awalnya Almeer sempat ragu. Namun kini dia ingin segera menyelesaikan pencariannya. Mencari keluarganya seperti tujuan awalnya. Dan menghancurkan sindikat gelap penjualan organ manusia. Karena kini dia sudah tidak perlu memikirkan bagaimana nasib Zafira karena pangerannya telah kembali. Namun entah kenapa rasa sesak kerap singgah kala dia mengingat hal itu.
Setelah urusan dengan beasiswa nya selesai. Dan masalah dengan perusahaan sudah dia serahkan kembali kepada adik-adik angkatnya yang sangat bisa dipercaya dan diandalkan. Kini dia harus mendapatkan restu dari sang ibu dan izin dari sang adik.
Setelah kemarin dia menemui Kiyai Rahmat untuk menyampaikan keputusannya. Kini dia akan pergi ke perusahaan Ayah Damar. Ya dia akan menyerahkan kembali tanggung jawab atas Zafira yang sempat diserahkan padanya kini akan dia kembalikan pada sang cinta pertamanya yaitu sang Ayah.
Diperusahaan sang ayah Almeer menunggu dilobi karena sang ayah sedang rapat. Sambil menunggu Almeer memberikan perintah ke Ali untuk menjemput Nadira dan simbok untuk datang ke bandung melalu pesan suara. Almeer belum mencerirakan hal ini pada sang adik. Dia tau apa reaksi sang adik nanti tapi dia akan tetap berusaha untuk meyakinkannya.
Setelah menunggu hampir setengah jam lamanya. Almeer diantar oleh seorang satpam menuju ke ruang kerja ayah Damar.
"assalamaualaikum ayah" kata damar masuk setelah sebelumnya mendapatkan izin masuk
"waalaikum salam nak. ayo masuk duduk sini" kata Ayah damar menyambut kedatangan menantunya untuk pertama kali ke kantornya.
Almeer duduk di bangku seperti perintah Ayah Damar. Almeer menyerahkan map coklat kepada sang Ayah mertua. Dan Ayah Damar pun membuka map tersebut. Ayah Damar yang semula mengira itu adalah surat lamaran pekerjaan yang diajukan Almeer untuk berkerja diperusahaannya terlihat mengerutkan keningnya.
"Kamu dapet beasiswa di universitas dimoscow?. Kamu tidak pernah cerita kalau kamu ikut seleksi program beasiswa ini sebelumnya" kata Ayah Damar
"Maaf yah. Sebenarnya saya sudah mendaftar sekitar 6 bulan lalu. Namun saya belum juga dapat kabar. Saya kira saya gagal seleksi. Namun beberapa hari lalu saya menerima email balasan yang menyatakan beasiswa saya diterima." kata Almeer
"Dan Kamu memutuskan untuk mengambilnya?" tanya Ayah Damar
Almeer menganggu
__ADS_1
"Apa Zafira tahu hal ini?" tanya Ayah lagi
Almeer menggelengkan kepala.
Melihat Almeer menggelengkan kepala ayah Damar terlihat menghela nafasnya.
"Apa pernikahan kalian selama ini tidak sesuai seperti apa yang kalian tunjukan didepan Kami?" Ayah Damar mulai berspekulasi
"Bukan begitu Ayah. Sebenarnya menjalin hubungan pernikahan itu tidak semudah yang Kami pikirkan. Kami berusaha menjalankannya dengan sebaik mungkin. Hanya saja saya tidak ingin membebani Zafira lagi" kata Almeer
"Maksud Kamu?" tanya Ayah
"Saya tau Reyhan sudah kembali Ayah. Dia sudah menemui Ayah, Bunda,dan juga Zafira. Bahkan Zafira juga berkerjasama membangun usahanya Reyhan. Saya tidak ingin menjadi penghalang hubungan mereka."
Ayah damar masih terdiam mendengarkan penjelasan Almeer.
"Tolong pikirkan kembali keputusan kamu. Sedari awal Ayah pilih kamu karena Ayah yakin Kamu laki-laki yang baik yang pantas buat Fira. Ayah akan bilang sama Fira untuk berhenti menemui Reyhan" kata ayah damar
"Jangan Ayah. Demi Allah jangan katakan hal itu pada Zafira" pinta Almeer
"Kenapa?"
"Zafira tidak tau jika Aku mengetahui hal ini. Aku bisa liat cinta itu masih nyata dari matanya. Hatinya baru saja ingin terobati jangan hancurkan lagi dengan meminta Zafira berhenti menemuinya lagi. Zafira harus bahagia Ayah. apapun pilihannya yang membuat Dia bahagia tolong jangan dicegah selama itu tidak melanggar aturan agama." pinta Almeer sungguh-sungguh.
"Ayah bisa lihat dengan jelas cinta dimata Kamu. Tapi kenapa Kamu justru ingin lari?. " kata Ayah Damar.
__ADS_1
"Sebenarnya ada alasan lain yang menjadi tujuan Aku pergi kesana. Bukan hanya pendidikan itu Ayah. Justru beasiswa pendidikan itu merupakan jalan Aku untuk mencapai tujuan Aku." kata Almeer
"Apa?" tanya ayah damar.
"Rusia adalah tempat tinggal orang tua papa. Setelah sekian lama akhirnya saya menemukan keberadaan mereka. Informasi tentang keluarga papa ini sangat sulit dicari Ayah. Bahkan hecker internasional saja sulit mendapatkan informasi ini. Namun setelah usaha yang keras dan dibantu oleh guru saya akhirnya saya bisa mendapatkan informasi itu dan informasi itu sangat akurat."
"Jalan satu-satunya Saya bisa berada dekat dengan mereka adalah beasiswa ini. Karena beasiswa ini ditangani langsung oleh orang kepercayaan keluarga papa. Dan jika saya bisa berkerja lebih keras lagi akan memudahkan saya bisa bertemu dengan mereka. Ini impian saya ayah. Bertemu dengan keluarga saya setelah belasan tahun kami terpisah."
"dua tahun ayah. Pendidikan Saya dan setelah itu Saya belum tahu apa Saya akan langsung pulang atau tidak. Dan Saya tidak ingin membuat Zafira tersiksa. Menunggu sesuatu yang tidak pasti." kata Almeer.
"Kamu bisa ajak Zafira" usul Ayah.
"Sayangnya tidak Ayah. Saya minta maaf karena tidak bisa menjalankan amanat Ayah sebaik mungkin. Kini Saya serahkan kembali putri Ayah pada Ayah. Saya jatuhkan talak Saya satu pada putri Ayah Zafira Khoirun Nisa."
"Nak.. " ayah Damar kehilangan kata-katanya.
"Maaf Atah. Maafkan Saya" Almeer bersimpuh dihadapan Ayah Damar.
Ayah Damar mengangkat tubuh Almeer agar berdiri. Lalu memeluk erat tubuh Almeer.
"Tidak Nak. Kamu anak baik. Kamu sudah melakukan yang terbaik. Terimakasih karena kemurahan hati Kamu yang bersedia menyelamatkan kehormatan Putri Ayah. Tolong jaga diri Kamu baik-baik disana. Sering berkirim kabar. Walau Kamu bukan menantu ayah lagi tapi ayah sudah anggap kamu seperti putra ayah. Jika kembali kesini seringlah berkunjung." kata Ayah damar yang mencoba mengikhlaskan keputusan Almeer.
"Terimakasih Ayah" Almeer membalas pelukan Ayah Damar dengan erat.
"Pesan Ayah dimanapun Kamu berpijak jangan tinggalkan Aqidah. Jangan tinggalkan Sholat. Doa ayah selalu menyertai langkahmu. Semoga Allah memberikan jalan termudah disetiap langkahmu"
__ADS_1
"Terimakasih Ayah."
Akhirnya Almeer mendapatkan restu dari orang-orang penting dihidupnya. Langkah dan tekadnya semakin kuat. Dan Dia harus mulai menyiapkan diri untuk besok bertemu dengan Zafira untuk terakhir kalinya. Dan untuk melepaskan status yang merekatkan mereka saat ini. Keputusan ini akan terasa berat untuk banyak pihak namun ini yang terbaik yang harus dipilih.