Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Jatuhnya Talak.


__ADS_3

Semalaman Ayah Damar dan Bunda Ratna tidak bisa tidur memikirkan nasib sang putri. Ayah Damar sudah menceritakan pertemuannya dengan Almeer kepada Bunda Ratna. Mereka sangat menyayangkan dengan keputusan yang diambil Almeer. Namun mereka juga mengerti. Dan ketidak pulangan nya Almeer semalam membuat mereka yakin bahwa keputusan Almeer sudah final.


Disatu sisi Zafira terlihat sudah siap ke kampus. Wajahnya yang tampak berseri seperti biasa. Seolah tidak terjadi sesuatu membuat Ayah Damar dan Bunda Ratna bertanya-tanya. Mereka berfikir apakah Zafira belum tau mengenai perceraian itu atau Zafira sedang berusaha menyembunyikan sesuatu dari mereka. Banyak hal yang ingin mereka tanyakan. Namun mereka berfikir bagaimna cara menanyakannya.


"Almeer mana? Dia tidak ikut sarapan?" Ayah Damar bertanya saekan dia tidak tau apapun.


Zafira sedikit bingung akan pertanyaan ayahnya. apakah kang Almeer semalam tidak pulang? Tidak biasanya kang Almeer tidak beri kabar bila tidak pulang? Banyak pertanyaan yang muncul dibenaknya. Dan yang menjadi masalahnya apa jawaban yang harus dia berika pada kedua orang tuanya.


"Kang Almeer tidak pulang yah" kata Zafira.


"kenapa nak? Apa kalian sedang bertengkar?" tanya bunda Ratna


"tidak bunda. Kang Almeer baik banget. Dia bahkan tidak pernah bicara kesar ke Fira. hanya saja Fira juga nggak tau kenapa Kang almeer tidak kasih kabar. Mungkin Kang Almeer sedang mengurus pekerjaannya bun. Nanti Fira coba hubungi Kang Almeer"


mendengar jawaban Fira, Ayah dan Bunda seakan mengerti keadaannya. Almeer belum mengatakan hal ini pada Fira. Tapi kapan? Sedangkan dalam waktu dekat Almeer akan segera pergi. Namun mereka bingung apa mereka yang harus memberi tahu hal ini.


" Ayah, Bunda , Fira berangkat ya. Assalamualaikum" kata Fira berpamitan.


Zafira pun pergi. Sedangkan Ayah Damar dan Bunda Ratna masih terus berdiskusi mengenai masalah yang sedang menimpa sang putri. Namun sepertinya sang putri tidak mengetahuinya.


Dikampus setelah selesai mata kuliah hari ini Zafira, Syfa dan Kiya sedang berkumpul di taman kampus. Disaat mereka sedang asik ngobrol handphone berbunyi menandakan ada notifikasi pesan masuk. Dan mereka memeriksa posel mereka masing-masing.


"ra, ini laki lo nge wa minta ketemuan di sunshine cafe ada apa ya?" tanya Kiya


"lah gua juga sama kok, disuruh ke sunshine kafe sama laki lo" kata Syfa.

__ADS_1


"iya kang Almeer juga chat gitu. Ada apa ya?" kata Zafira. Entah kenapa perasaannya tiba-tiba tidak enak.


Zafira melamun. Memikirkan sikap Almeer padanya akhir-akhir ini. Dia memang sudah menceritakan tentang foto-foto itu pada temannya. Namun mereka tetap tidak percaya jika Almeer berselingkuh. dia juga ingat obrolan dengan kedua orang tuanya tadi pagi. Zafira berusaha menghilangkan segala prasangka buruk tapi entah kenapa yasa khawatir kini menyelinap dihatinya.


"Udah jangan nethink dulu. Kita kan nggak tau alasan dia ngajak ketemuan kita apa. Mending kita langsung kesana aja. Daripada mikir yang enggak enggak." kata Syfa


"iya bener. Sekalian aja nanti lo kasih foto itu ke ia. Dan minta penjelasan dari dia. Lagian kan itu foto cuman dari belakang. Kita nggak bisa liat wajah cewek itu langsung. Siapa tau kan itu sodaranya mungkin" kata Kiya yang berusaha memberikan masukan yang positif agar Zafira tidak memikirkan yang negatif.


Merekapun berangkat menuju cafe sunshine seperti pesan Almeer. Disepanjang jalan Fira terus gelisah. Walaupun dia berusaha untuk tetap berfikir positif dengan bersholawat. namun etah kenapa dia tetap merasa khawatir.


Setibanya didalam kafe. Mereka mencari keberadaan Almeer. Namun sepertinya Almeer belum tiba. Akhirnya mereka memutuskan untuk memilih tempat duduk. Sambil nunggu mereka memesan beberapa cemilan dan minuman untuk mereka.


Setelah menunggu hampir 15 menit. Akhirnya Almeer datang. Almeer yang datang dengan menggunakan stelan celana bahan hitam dipadu dengan baju lengan panjang yang dibalut dengan jakat kulit hitam menghampiri meja mereka.


"assalamualaikum" kata Almeer duduk Disalah satu bangku yang kosong tepat berhadapan dengan Zafira.


Almeer menyerahkan sebuah amplop soklat dari saku jaketnya pada Zafira. Zafira yang sedikit bingung menerima amplop tersebut dan kemudian di bukanya. Zafira, Syfa dan Kiya cukup kaget melihat isi amplop tersebut.


"Akang nggak pernah cerita tentang beasiswa ini" kata Zafira dengan perasaan campur aduk setelah membaca isi amplop tersebut.


"maaf. Hari ini saya ingin pamit namun sebelum itu saya ingin menyelesaikan satu hal penting." kata Almeer sambil menyerahkan satu buah amplop lagi.


Zafira membuka amplop tersebut. Seketika Matanya mendung. Zafira berusaha agar air mata itu tidak jatuh. Syfa dan Kiya merangkul Zafira mencoba memberikan semangat dan dukungan.


"maaf. Saya akan pergi untuk waktu yang lama. Saya tidak tau kapan Saya akan kembali. Saya tidak ingin kamu menghabiskan waktu Kamu untuk menunggu. Bahkan hubungan kita ini tidak memiliki tempat. Saya ingin kamu terus melanjutkan kehidupan Kamu." kata Almeer.

__ADS_1


"kenapa? Setidaknya berikan Zafira alasan dan penjelasannya" kata Syfa.


"beasiswa ini salah satu mimpi saya. saya minta maaf tidak menceritakan ini sebelumnya. Ada banyak alasan kenapa saya memutuskan untuk mengambil beasiswa ini. Saya yakin Zafira akan bahagia tetap berada disini bersama dengan kalian orang-orang yang tulus menyayangi Fira." penjelasan Almeer.


"Ini alasannya Akang nggak pulang semalam? Atau bahkan ini alasannya Akang keluar kota seminggu yang lalu?" tanya Zafira sambil menahan sesak didadanya.


"Kemarin Saya sudah menemui Ayah, Kiyai Rahmat dan Bunda. Saya sudah ceritakan semuanya dan mereka mengerti keputusan Saya. Dan kemarin juga Saya sudah menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab atas Kamu kepada orang tuamu. Dan hari ini saya ingin pamit." kata Almeer


"Pamit?" ulang Kiya


"Pesawatnya berangkat dari Jakarta pukul 19.00 malam nanti. Dan setelah ini saya akan bertolak langsung ke Jakarta. Banyak prosedur administrasi yang harus diselesaikan sebelum keberangkatan." kata Almeer sambil memandang Zafira.


Air mata itu tidak mampu lagi dibendung. Sesak rasanya saat dia berusaha menahannya. Almeer terus melihat kearah Zafira. Dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Maaf. Sekali lagi Saya sungguh minta maaf, atas kekurangan dan kesalahan saya selama ini. Zafira khoirun Nisa hari ini Saya Almeer Zein G Menjatuhkan talak Saya satu kepadamu. Hari ini Kamu bukan lagi Isteri Saya. Saya harap Kamu bisa segera menemukan kebahagiaan Kamu yang sesungguhnya. Dan Kamu bisa menikah dengan seseorang yang benar-benar Kamu inginkan."


Tangis Zafira tumpah ruah. Seakan ada yang menghantap dadanya. Sesak rasanya. Syfa dan Kiya terus memeluk dan merangkul Zafira. Memberikan kekuatan pada sang sahabat. Ini lah alasannya kenapa Almeer mengundang Syfa dan juga Kiya dalam pertemuannya kali ini. Agar saat dia menyampaikan keputusannya ada Syfa dan Kiya yang akan membantu menguatkannya.


"ada satu hal lagi. Adik saya Nadira titip salam ke Kamu. Sebenarnya Dia sangat ingin menemui Kamu namu situasinya tidak mungkin. Ya akhirnya setelah 15 tahun Saya bisa menemukan keberadaan adik kandung saya. Ya saat saya pergi ke tuban itu adalah saat Saya menemui Adik Saya." kata Almeer sedikitercerita


"Saya membawa Dia ke Surabaya untuk tinggal di salah satu rumah yang Saya sewakan. Ya difoto yang ada dibawah bantal Kamu itu foto Saya dengan Nadira dan simbok orang yang mengasuh Nadira. Maaf tidak memberitahu kamu sebelumnya. Dan dia titip salam."


pengakuan Almeer membuat Zafira diselimuti rasa bersalah. karena telah menaruh curiga. Bahkan karena itu dia memilih berbohong pada Almeer.


"Saya pergi. Jaga diri baik-baik. Dan jika nanti Kamu menikah lagi minta Ayah untuk kasih kabar. Semoga Saya bisa hadir untuk memberikan doa terbaik dipernikahan kalian. Dan kalian tolong temani Zafira jaga dia dari orang-orang yang berniat jahat. Semoga Allah melindungi kalian. Assalamualaikum"

__ADS_1


Almeer pergi setelah pamit. Zafira terus memandangi langkah Almeer yang kian jauh meninggalkannya. Berharap dia akan menoleh kebelakang dan kembali. Namun itu hanya harapan Almeer menghilang dari pandangannya. Menyisakan luka didalam hati nya.


__ADS_2