Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
ketidak jujuran


__ADS_3

Zafira masih terus memperhatikan foto-foto tersebut. Dan tanpa terasa dia menangis. tapi dia juga bingung apa yang memmbuatnya menangis. Sedangkan diantara mereka hanya sebatas teman ya walau dibangun di sebuah hubungan pernikahan.


Tok.. Tok..


Mendengar suara ketukan Zafira segera memasukan kembali foto itu kedalam map dan menyembunyikannya di bawah bantal tidurnya. dengan berusaha bersikap setenang mungkin Zafira berjalan kearah pintu.


Terlihat Almeer sudah berada di balik pintunya. Wajahnya terlihat sangat letih.


"Assalamualaikum. Kamu apa kabar?" kata Almeer.


"waalaikumsalam. Alhamdulillah baik Kang" jawab Zafira


Keduanya masih hening. Zafira yang masih berdiri didepan pintu membuat Almeer tak bisa masuk. Hal ini membuat Almeer heran dengan tingkah Zafira. Sehingga menggiring opini bahwa perubahan sikap ini terjadi karena beberapa hari ini Zafira bertemu Reyhan. Tak ingin berlama-lama dengan situasi ini Almeer berinisiatip menyadarkan Zafira.


"Zafira.." panggil Almeer


"Eh, iya Kang?" jawab Fira


"Kamu nggak apa-apa?" Almeer bertanya


"Iya nggak apa-apa Kang". kata Zafira sambil memberikan senyuman berusaha menutupi sesuatu.


"Baiklah. Emm apa saya boleh masuk?" tanya Almeer


"Oh ya maaf. Silahkan masuk Kang" kata Zafira dengan kikuk mempersilahkan Almeer masuk.


Setelah meletakan barang-barangnya dan lalu mengambil pakaian ganti. Almeer masuk kedalam kamar mandi. Setelah beberapa menit Almeer memilih duduk di sofa dan membuka kembali tasnya untuk melanjutkan pekerjaannya.


Melihat Almeer yang baru pulang setelah perjalanan dinasnya namun masih sibuk dengan banyak pekerjaannya membuat Zafira bingung. Apakah waktu seminggu tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaannya? Atau justru kepergiannya kemarin bukan untuk urusan kantor namun urusan pribadi?


'tidak, aku nggak boleh suudzon dulu. Mending aku tanya aja deh. Tapi, jangan deh nanti dia mikir aku ini nggak percaya lagi' pikiran Zafira pun bergejolak.

__ADS_1


"maaf karena pekerjaan yang banyak aku nggak sempet kasih kabar. gimana kabar dan kegiatan Kamu, apa lancar?" kata Almeer memecah keheningan.


"Iya nggak apa-apa mungkin banyak urusan Akang yang harus diselesaikan. Bertemu dengan orang untuk menyelesaikan urusan.. " Zafira menghentikan kata-katanya.


Almeer sempat menoleh sebentar sambil memberikan senyum. Dan kemudian fokus kembali ke berkas- berkas itu.


"Ya, banyak urusan yang harus Aku selesaikan. Melihat lokasi proyek, bertemu dengan mandor, dengan designer interiornya. Bahkan harus ke Surabaya untuk bertemu suplier bahan-bahan bangunannya." Almeer menceritakan sedikit perjalanannya selama di Jawa. namun entah kenapa Dia belum bisa menceritakan tentang pertemuannya dengan Sang Adik.


Mendengar cerita Almeer tidak membuat Zafira lega. Zafira justru merasa ada banyak hal yang disembunyikan Almeer. Karena Almeer tidak menceritakan tentang pertemuan dengan seorang wanita muda dan wanita parubaya.


Zafira merasa sedih. Ia merasa jika keberadaannya tidak lah penting bagi Kang Almeer. Banyak hal yang dia nggak tau tentang Almeer. Dan Dia merasa Kang Almeer tidak pernah berniat untuk memberitahunya.


Almeer yang berusaha fokus dengan pekerjaannya tetap tidak bisa. Dia ingin tau apa Zafira akan menceritakan tentang Reyhan atu tidak.


"Gimana kegiatan Kamu di kuliah sama ngajar ngaji? Lancar semua? Apa kamu ketemu seseorang mungkin? " kata Almeer


"Alhamdulillah lancar. Kuisnya juga lancar. Nggak ada yang spesial sih." kata Zafira


Zafira masih belum menunjukan jika akan cerita sesuatu kepada Almeer.


"Oh ya. Aku ada temen Dia cerita kalau Dia ketemu sama orang lama dihidupnya. Ya katakan lah dia someone special buat hidup dia. Namun masalahnya keadaan mereka nggak sama seperti dulu" Almeer menjelad ceritanya untuk melihat ekspresi Zafira.


"maksudnya?" kata Zafira menanggapi.


"orang itu mantan kekasihnya atau lebih tepatnya dia ninggalin temen aku gitu aja. Dan sekarang kodisi teman aku itu sudah nikah tapi pernikahan yang dia jalani itu tidak cukup membuat temen aku bahagia. Dan sekarang justru mantannya itu kembali." Almeer menatap ke arah Zafira. Seakan menegaskan keadaan itu pada Zafira.


"menurut kamu apa yang harus dilakuin temen aku itu?" Almeer bertanya


"aku nggak tau. mungkin dia datang untuk menjelaskan sesuatu. Ya mungkin teman kamu bisa mendengarkan dulu penjelasannya." kata Zafira


"apa menurut kamu laki-laki itu pantas untuk mendapat kesempatan kedua?" kata Almeer.

__ADS_1


"aku nggak tau. Yang jelas tanyakan saja sama hatiinya apakah dia bisa memberi kesempatan kedua itu? Terlebih keadaan nya sudah tidak sama kan?" kata Zafira


"bagaimana dengan kamu?" kata Almeer


"maksudnya" tanya Zafira tidak mengerti


"ya apakah kamu sudah pernah bertemu lagi dengan Reyhan? Mungkin Reyhan ada menemui kamu untuk menjelaskan sesuatu". Kata Almeer.


Deg..


Zafira bingung. Kenapa Almeer menanyakan hal ini?. Apa Kang Almer tau jika Aku bertemu dengan A Reyhan? Jika iya pasti Kang Almeer akan menanyakannya. Tapi sikapnya tidak berubah seolah tidak terjadi sesuatu. Tapi kenapa? Banyak pertanyaan yang timbul namun sulit untuk diungkapkan.


"Fir. Fira. Loh kok bengong." kata Almeer


" eh.. Enggak apa-apa kang"


"Jadi Kamu udah pernah ketemu belom sama Reyhan?. Apa dia nggak pernah dateng atau kirim sesuatu gitu buat minta maaf?. Atau kamu mau aku coba bantu buat cari keberadaan dia?. Agar kamu bisa tau alasan dia" kata Almeer


"enggak kang. Dia nggak ada nemuin aku. dan akang nggak usah cari dia. Udah nggak ada yang harus dibahas lagi juga. Kodisinya juga udah berbeda" kata Zafira.


Entah kenapa dia justru memilih berbohong dan tidak memmberi tahu kebenarannya. Dan kini dia merasa bersalah karena telah berbohong.


"Kamu serius?." tanya Almeer


"Kamu serius nggak mau ketemu dan denger penjelasan Dia?" kata Almeer berusaha memastikan apakah Zafira yakin dengan kebohongannya. Ya Almeer tau jika Zafira sedang berbohong. Dan Dia pura-pura tidak mengetahuinya dan membiarkan Zafira dengan ketidak jujurannya.


Sangat disayangkan Zafira memilih ketidakjujurannya. Tanpa Dia sadari ketidakjujurannya ini justru akan mengubah jalan hidupnya. Dan mengubah keadaan mereka nantinya.


"Istirahat lah. Aku bakal terusin ini di ruang tv. Aku nggak mau kamu keganggu. Selamat malam." Almeer membawa laptop dan laporan pekerjaannya keluar kamar.


Zafira terus menatap kepergian Almeer. Rasa bersalah kini menyelimuti hatinya. Kenapa dia harus tidak jujur. Padahal dia bisa saja jujur dan mengatakan segalanya. Tapi bukan hanya dia yang tidak jujur Almeer juga melakukan hal yang sama. Sehingga hal ini membuat Zafira mengambil langkah tidak jujur.

__ADS_1


Entah akan seperti apa hubungan mereka nantinya. Hubungan yang berdiri diatas pondasi yang rapuh. Tanpa kejujuran dan cinta.


__ADS_2