Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Penyesalan selalu datang belakangan.


__ADS_3

Dikantor para karyawan kembali disibukan dengan laporan bulanan. Hali ini membuat tidak sedikit karyawan yang memilih lembur untuk menyelesaikan laporan mereka. Terlebih selama beberapa hari ini suasana hati Ali Sedang buruk. Sudah banyak para karyawan yang habis-habisan kena marah olehnya.


Terhitung sudah 4 hari Nadira tidak bicara dengannya. Terkecuali mengenai pekerjaan. Dan Nadira juga enggan membantu memintakan tanda tangan dari para kepala divisi. Alhasil setiap karyawan yang membutuhkan tanda tangan Ali harus melakukannya sendiri dan tidak melalui Nadira lagi.


Hal ini membuat para karyawa langsung kena omel saat kedapatan ada kesalahan dilaporannya. Bahkan walau hanya kesalahan kecil seperti salah ejaan. Tidak sedikit karyawan wanita yang keluar dengan keadaan mata yang sembab karena habis dimarahi Ali.


Nadira sendiri sebenarnya kasihan dengan mereka. Tapi Nadira juga enggan untuk membantu mereka. Karena sampai saat ini dia masih kesal dengan Ali. Walau dia tau betapa kerasnya Ali berusaha meminta maaf padanya. Namun egonya yang lebih tinggi membuatnya tetap mendiamkan Ali.


Tok.. Tok..


Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan Nadira


"masuk" kata Nadira


Dua orang karyawan masuk kedalam ruangan Nadira. Mereka adalah dari divisi penjualan. Dengan wajah lesu mereka masuk.


"kalian kenapa?" tanya Nadira heran.


"kami takut." kata salah seorang dari mereka.


"kenapa? " tanya Nadira


"Kami harus menyerahkan laporan penjualan ini ke pak Ali. Tapi sebelum Kami masuk, dari luar kami dengar Pak Ali sedang marah-marah. Kamu tau kan akhir-akhir ini suasana hati pak Ali sedang tidak baik. Dia akan marah untuk kesalahan kecil. Kami takut kami akan dipecat" kata salah satu dari mereka.


"apa ada kesalahan dalam divisi kalian? Coba Aku liat laporannya dulu" kata Nadira. mencoba menawarkan bantuan.


Nadira akhirnya memeriksa laporan mereka. Terlihat memang ada penurunan 1% dari penjualan bulan lalu. Dan selebihnya tidak ada kesalahan dilaporan mereka.


"ini laporannya sudah benar kok. Ya emang sih ada penurunan 1% dibanding bulan lalu. Tapi kalau kalian bisa memberikan alasan yang logis dan memberitaukan kendala dilapangan saya yakin pak Ali tidak akan memarahibkalian ko. Asal alasan kalian itu benar dan sesuai kenyataan. Bicaranya yang tegas dan lugas." kata Nadira.


"Kami nggak yakin jika Pak Ali tidak akan arah. Boleh nggak kami minta tolong?. tolong Kamu saja yang nyerahin laporan ini ke pak Ali. Kami mohon" kata mereka.


Sejujurnya Nadira juga tidak tega dengan mereka. Hanya saja ada beberapa pekerjaan dia yang harus segera diselesaikan. Terlebih 10 menit lagi dia harus pergi untuk meninjau ke lapangan.


"maaf banget kali ini Aku nggak bisa bantu. ini Aku lagi siap-siap buat ninjau lapangan. Aku juga sama lagi dikejar deadline. Jadi maaf banget ya. Kalian harus nyerahin laporan ini langsung" kata Nadira


"ya mbak Dira.. Tolong dong bantu kami sekali ini aja. Please.. " mereka memohon.


"beneran maaf banget. Ini aku bener-bener harus pergi sekarang."

__ADS_1


Mereka pun dengan berat harus menyerahkan laporan itu secara langsung. Nadira pun pergi meninjau lapangan seorang diri. Sebenarnya Nadira sering mendengar desas-desus para karyawan yang membicarakannya deng Ali. Yang mengatakan jika karena masalah denganku membuat Ali melampiaskan kekesalnnya pada karyawan.


Nadira tidak bisa menampiknya. Karena memang pada kenyataannya saat ini mereka sedang tidak saling bicara. Namun menyalahkan nya untuk setiap kekacauan yang terjadi dikantor rasanya itu hal yabg salah. Untuk itu sebabnya Nadira selalu menghabiskan waktu untuk meninjau lapangan. Dia tidak ingin berada dikantor untuk waktu yang lama. Karena sebagian pekerjaan Ali dikantor, sudah dihandle sekertarisnya. jadi Dia akan menyelesaikan pekerjaan diluar.


Jam makan istirahat Zafira dan Kiya memilih makan disebuah warung soto. Tidak sengaja dia bertemu dengan Nadira yang juga sedang makan disana. Mereka pun menghampiri Nadira. Sambil menunggu pesanan mereka akhirnya mereka menghabiskan waktu sambil mengobrol.


"sumpah tadi untuk pertama kalinya gua disuruh atasan ngasih laporan ke Pak Ali. Rasanya itu kaya berhadapan sama harimau lapar yang siap menerkam. Pantes aja banyak banget yang pada nangis tiap abis keluar dari ruangan pak Ali" Kiya bercerita.


" sekarang aja mbak Amel masih nangis diruangannya gara-gara habis-habisan dimarahi Pak Ali" tambah Kiya lagi


"masa sih?. Emang dia ngelakuin kesalahan apa sampai segitunya?" tanya Nadira penasaran


"katanya sih dilaporan yang dia buat dia salah ngetik yang harusnya 20jt malah jadi 200jt. Dia juga sudah buat lagi salinan yang benar nya tapi tetap aja masih kena marah habis-habisan. Dan Katanya dia mau ngajuin resign" kata kiya.


"ya allah sampe segitunya." kata Nadira


"maaf Nadira bukan mau ikut campur nih urusan kamu sama Pak Ali. Tapi apa sebenernya kamu sama pak Ali sedang bertengkar?" Zafira mencoba bertanya.


"iya sebenernya kalian ada amasalah apa sih? Kalian putus?" Kiya ikut bertanya.


"tar dulu. Kenapa kalian bisa mikir gitu?" tanya Nadira heran


"loh emang nya kalian nggak pacaran? Aku kira selama ini kamu itu pacarnya Pak Ali. Abisnya ni ya Aku liat cara Pak Ali memperlakukan kamu itu beda. Perhatiannya, tatapan matanya semuanya. Kamu itu istimewa buat Pak Ali" kata Kiya.


"masa sih? . Kalau loe gimana ra ngerasa nggak?" tanya Kiya memastikan.


"emm.. Kalau aku ya. Jujur aku juga ngerasa sama seperti kiya. Dan mungkin bukan hanya kita tapi yang lain juga" kata Zafira.


"sumpah ya, Aku nggak ngerti kenapa kalian bisa mikir kayak gitu!. Yang perlu kalian tau selama ini sikap nya Kak Ali itu nyebelin banget. Dan amat sangat nyebelin. Dia ngelarang-larang aku ngelakuin hal-hal yang ingin Aku lakuin. Bahakan setiap saat dia selalu memantau semua kegiaatan Aku. Aku itu ngerasa terkekang banget dengan sikap dan perlakuan dia" kata Nadira menggebu-gebu mengingkapkan kekesalannya.


"selain itu Dia selalu bilang kalau Aku ini tanggung jawabnnya Dia. Ya emang sih Kakak ku nitipin Aku ke Fia sebelum Kakakku pergi ke Rusia untuk menyelesaikan pendidikannya. Tapi tetap aja dia nggak berhak buat ngatur apa yang boleh dan nggak boleh Aku lakuin" kata Nadira.


"ya kan dia cuman ngejalanin amanat aja Dira." kata Zafira.


"iya aku tau tapi jujur aja Aku itu jenuh banget" kata Nadira.


"iya sih kadang juga aku suka jenuh kalau kita mau ngelakuin sesuatu tapi dilarang-larang. Apa lagi kamu" kata kiya.


"emm.. Kadang-kadang perhatian yang sering kita abaikan suatu saat akan sangat kita rindukan. Dan saat itu terjadi kita hanya akan menyesalinya. Karena kesempatan kedua itu tidak datang kesemua orang." kata Zafira. Mengenang masa-masa dia dengan Almeer.

__ADS_1


Sungguh Zafira teramat merindukan perhatian Almeer. Dia rindu Almeer yang selalu mendengarkan ceritanya disetiap malam menjelang tidur. Rindu perhatiaan Almeer yang selalu mengirimkan pesannya kala waktu jam makan. Kini bahakan dia rindu setiap aroma parfumnya yang sampai saat ini masih dapat dia hirup dikamarnya.


Kiya yang mengerti sahabatnya saat ini sedang sangat merindukan mantan suaminya pun merangkul Zafira.


"Gue yakin suatu saat kalian akan bertemu. Dan jika kalian memang ditakdirkan untuk bersama. Gue yakin Allah punya cara dan tau kapan waktu yang tepan kalian bersama." kata Kiya berusaha menguatkan Zafira.


"Kamu kenapa Fira?" tanya Nadira.


"Aku baik-baik saja" kata Zafira sambil berusaha menampakkan senyum.


"yang Fira bilang benar. Kelak akan ada masa dimana kita akan merindukan perhatian dari seseorang yang kita abaikan. Dan saat hal itu tiba kita akan menyesalinya dan hanya bisa menangis karena kerinduan. Fira pernah berada diposisi itu." kata Kiya


"benarkah Fira?" tanya Nadira tidak menyangka.


Zafira hanya bisa tersenyum.


"bolehkah aku tau ceritanya?. Itu pun jika kamu percaya denganku dan benar menganggapku temanmu" kata Nadira.


setelah berfikir sejenak akhirnya Zafira percaya bahwa Nadira adalah teman yang bisa dipercaya. Zafira memituskan untuk menceritakannya.


"2 tahun lalu Aku ingin melangsungkan pernikahan. Namun satu hari sebelum pernikahan calon suamiku pergi meninggalkan pernikahan kami." cerita Zafira


"lalu pernikahan kalian gagal?" tanya Nadira penasaran. Sekaligus tidak menyangka.


"pernikahan itu tetap berlanjut. Ada seorang laki-laki baik yang bersedia menyelamatkan kehormatanku dan juga keluargaku." kata Zafira


"jadi kamu sudah menikah. Lalu dimana suami kamu sekarang?"


"kami sudah berpisah. Pernikahan kami tidak berjalan seperti layaknya. Pernikahan kami yang dilakukan karena terpaksa. Kami tidak saling mengenal satu sama lain. Kami bagain dua orang asing yang hidup dalam satu atap. Dia sangat baik. Baik banget. Hanya saja kami tidak bisa saling terbuka satu sama lain. Kami tidak saling percaya." kata Zafira sambil berusaha menahan tangisnya.


"dia sangat perhatian, baik, dan selalu perduli sama aku dan keluarga ku. dan selama ini aku belum bisa menjadi isteri yang layak untuknya. Namun karena kami yang tidak bisa saling terbuka satu sama lain. Tidak bisa saling percaya satu sama lain. Membuat seperti ada sekat yang membatasi kami yang memisahkan kami."


"jujur aku sangat menyesal kenapa aku tidak pernah mengatakan segala hal kepadanya. Bahkan saat mantan calon suamiku kembali aku tidak bisa jujur dengannya. Aku takut terlalu takut suamiku akan meninggalkanku setalah tau jika dia kembali. Namun nyatanya dia tetap pergi. Meninggalkanku meninggalkan hubungan yang tidak sehat ini. Demi pendidikannya dia memutuskan menceraikanku" luruh sudah air mata yang berusaha Zafira tahan.


"maaf kan aku. Kembali membuka luka lama." kata Nadira menyesal karena membuat Zafira kembali teringat akan luka lamanya.


"aku mencintainnya. Meski terlambat menyadarinya. Aku yakin jika aku sungguh mencintainnya. Dan sampai saat ini aku masih tetap mencintainya. Rasa rindu ini terus tumbuh hingga aku tak mampu menghilangkannya." kata Zafira.


"cinta tidak pernah salah. Cinta tau kapan dan kepada siapa dia akan berlabu. Hanya saja kita yang terkadang tidak memahaminya." kata Kiya.

__ADS_1


"penyesalan selalu datang belakangan. Dan aku harap hal ini hanya akan terjadi padaku. Jangan sampai kalian berdua mengalaminya juga" kata Zafira


"itu sebabnya aku ingin kamu coba renungkan kembali perasaanmu. Benarkah kamu membenci Pak Ali. atau justru tanpa kamu sadari Cinta sudah tumbuh dan menetap dihatimu. Semoga kamu tidak terlambat untuk menyadarinya" kata


__ADS_2