
"Yah.. Kak Hana yakin nggak mau tinggal disini dulu sampe kaki kakak sembuh?" kata Nadira
Hana tersenyum.
"Kan nanti Kamu bisa main ke tempat Kakak. mau nginep juga boleh." kata Hana.
"Terus nanati kalau kakak butuh apa-apa gimana.. kakak tinggal sendirian disana." Kata Nadira.
"Kamu tenang aja. Hana nggak sendiri disana. ada saya yang bakal jagain Hana." kata Adam.
Mendengar perkataan Adam membuat Elmeer semakin cemburu. namun Elmeer berusaha keras untuk tidak terlihat jika dia sedang cemburu.
" Kalian berduaan aja di apartemen?" tanya Elmeer.
"Bukannya Laki-laki sama perempuan nggak boleh tinggal dalam satu atap tanpa hubungan yang jelas.?" tanya Elmeer lagi.
Almeer dan Zafira saling tersenyum. Mereka tau jika saat ini Elmeer sedang cemburu. Mereka diam saja ingin liat sejauh mana perasaan yang Elmeer punya pada Hana. dan apakah Elmeer akan memperjuangkan perasaannya.
Adam tertawa mendengar perkataan Elmeer.
"Aku tau hal itu. tapi mungkin yang kamu nggak tau Hana ini adalah calon isteri saya. dan lagi kami tidak tinggal di unit apartemen milik Hana.. Hana akan tinggal diunit apartment miliknya bersama dengan bibi yang saya pekerjakan untuk menjaga Hana. dan saya tingal di unit apartemen saya yang ada disebrang unit milik Hana." kata Adam.
Mendengar hal ini seketika perasaan Elmeer kecewa. Ternyata benar Hana dan Adam memiliki hubungan. Bahkan Adam ini adalah calon suami. Hana dan mereka akan menikah. dan lagi Elmeer harus patah hati. bahkan sebelum cinta nya sempat berkembang.
Almeer dan Zafira melihat perubahan diwajah Elmeer. mereka yakin jika Elmeer memang mencintai Hana. tapi mengingat Adam adalah calon suami Hana rasanya mereka bingung bagaimana caranya bisa membantu Elmeer. Almeer dan Zafira kasihan pada Elmeer karena lagi-lagi Elmeer harus patah hati untuk kesekian kalinya.
Hana melihat perubahan dari raut wajah Elmeer saat Adam mengatakan jika Dia calon suami Hana. Namun sayangnya Hana tidak bisa membaca ekspresi Elmeer.
"Saya permisi dulu" kata Elmeer tiba-tiba pamit undur diri dari ruang tamu.
Elmeer bangun.
__ADS_1
"Mau kemana Syam?" tanya Almeer.
"Ada urusan." kata Elmeer. lalu pergi begitu saja.
Almeer sadar jika Elmeer sedang berusaha untuk menghindari situasi seperti saat ini. Almeer tau sulit sekali untuk Elmeer menekan rasa sakit di hatinya. Almeer sendiri khawatir pada sepupunya itu. Almeer pun mengirim pesan pada anak buahnya untuk mengikuti Elmeer dan memastikan keadaannya baik-baik saja.
kepergian Elmeer begitu saja tanpa melihat kearahnya membuat Hana merasa tidak enak hati. seakan ada hal yang berusaha dihindari Elmeer dan hal itu berkaitan dengan dirinya. namun Hana sendiri tidak mengerti hal apa itu.
"Yasudah kalau begitu kami pamit. terimakasih sudah membantu Hana. " kata Adam.
Adam dan Hana pun pergi dari kediaman keluarga Almeer. berselang beberapa menit Almeer mendapat pesan dari anak buahnya jika Elmeer saat ini sedang berada di arena latihan boxing.
Sayang. Aku pergi susul Syam dulu ya." kata Almeer.
"Kak Syam kenapa?" tanya Zafira.
"Nggak apa-apa. cuma Aku mau tenin Dia aja. Kamu tau sendirian kan. gimana perasaan Syam sekarang" kata Almeer.
Almeer pun pergi menyusul Elmeer ketempayt yang sudah diberitahukan anak buahnya.
...****************...
"Apa dengan pukulin samsak itu bisa membuat hati kamu lega?" tanya Almeer saat
Elmeer berbalik badan saat mendengar suara laki-laki masuk ketempat dia latihan.
"Kenapa kamu bisa disini? jangan bilang kamu minta anak buah kamu buat ngikutin aku?" tanya Elmeer.
Almeer tersenyum.
sudah Elmeer duga.
__ADS_1
"Apa dengan mukul smasak itu bisa buat perasaan kamu lega Syam?" Tanya Almeer lagi
"Aku akan kembali Ke Rusia." kata Elmeer. bukannya menjawab pertanyaan justru memberitahu kabar yang mengejutkan.
"Kamu bercanda?" tanya Almeer tidak percaya.
"Sayanganya itu serius." kata Elmeer masih terus memukuli samsak.
"oh.. ayo lah Syam. apa Kamu harus kabur dari Kita. Dan semua hanya karena parasaan mu tidak terbalas." kata Almeer.
Elmeer tersenyum sinis.
"Aku bukan orang yang suka lari dari kenyataan. lagian Aku tidak sedang lari dari apapun."kata Elmeer.
"Tapi nyatanya saat ini kamu sedang berusaha lari dari rasa sakit yang menghimpit dirimu." kata Almeer.
"Tidak ada yang mengenal dirumu lebih baik dari dirimu sendiri. dan tidak ada yang memahami rasa sakit lebih baik. kecuali dirimu sendiri. jadi kenapa Aku harus lari dari sakit. sedangkan Aku yang paling tau bagaimana rasa sakit itu." kata Elmeer.
Almeer diam.
"Bahkan Aku sudah mengalami rasa sakit lebih dari ini. lalu kenapa aku harus lari saat aku bisa dengan mudah mengatasi dan menyembuhkan sakitnya." kata Elmeer lagi.
Almeer tidak menemukan kata-kata apapun yang bisa menahan Elmeer. dan sepertinya keputusan Elmeer sudah matang.
"Sudah banyak pekerjaan yang tertunda hanya karena para investor memintaku untuk tetap stay. dan udah saatnya Aku kembali. Tidak mungkin mengorbankan ratusan karyawan hanya untuk kepuasan sendiri karena ingin tetap bersama keluarga bukan" kata Elmeer.
"itu hana alibi mu" kata Almeer.
"jika ada waktu. sesekali aku akan berkunjung untuk menengok keluargaku. tenang Aku akan terus berkomunikasi. dan memastikan jika keluargaku aman meski kalian jauh dariku." kata Elmeer.
Almeer tidak bisa lagi menghentikan keputusan Elmeer. Elmeer berjalan melewati Almeer dan mengakhiri latihannya.
__ADS_1