
Setelah mereka semua menyadari kekeliruan. Mereka pun saling meminta maaf satu sama lain. dan Kini sudah tidak ada lagi perasaan cemburu satu dengan lainnya. Setelah mereka berbaikan. Kakek, Nenek, Ibu memutuskan pulang ditemani oleh Ashraf dan Syfa.
Arthur kembali sibuk dengan ponselnya untuk memeriksa beberapa kerjaan. Zafira, Kiya Anis dan juga Nadira asik bertukar cerita di sofa. Sedangkan Elmeer, Ali dan Althaf mulai membicarakan mengenai bisnis.
"Selamat siang"
Pintu terbuka. terlihat sepasang suami-istri paruh baya masuk bersama dengan dua wanita muda.
"Paman, Bibi, Kak Vania, Syerly kalian disini?"kata Almeer bangun dari tidur dan memilih berbaring.
Arthur menghampiri mereka. dan semua orang pun bangun dan mendekat.
"Kok kalian disini?" tanya Arthur.
"Kamu ini dasar anak nakal. Sudah berapa kali Mama bilang. Kalau ada kabar terbaru tentang kondisi tuan Al, cepat kasih tau Mama. ini apa? Tuan Al sudah sadar tapi kamu nggak kasih tau Mama. Dasar ya" kata Bibi mengomeli Arthur sambil menjewer kuping Arthur.
"Aduh Mam sakit" kata Arthur
"Masa sih sakit? berantem dipukuli nggak bilang sakit!" kata Bibi
Almeer tersenyum. melihat Arthur di omeli oleh mamanya
"Maaf ma. Arthur lupa. Tapi kok kalian bisa tau kalau Tuan Almeer sudah sadar?" tanya Arthur.
"Iya kalau aja anak buah papa nggak kasih tau Papa. Pasti Papa nggak tau kabar ini. beruntung papa kirim orang buat jaga tuan Al dari jauh. Jadi Papa selalu tau kondisi tuan Al." kata Paman Bobby.
"Terimakasih Paman sudah perduli sama Al." kata Almeer
__ADS_1
"Tuan ini ngomong apa?. Tuan Al sudah Paman anggap anak paman sendiri. Jadi gimana mungkin paman nggak perduli sama Tuan." kata Paman Bobby
"Terimakasih Paman. oh ya kenalin ini Nadira adik kandung Al. ini kak El sepupu Al. ini Ali, Althaf, sama Anis. mereka adik Al dipanti. dan Zafira calon istrinya El dan yang ini Kiya calon istrinya Althaf. oh ya kenalin mereka ini keluarganya Arthur." kata Almeer memperkenalkan mereka.
Mereka pun berkenalan satu sama lain. setelah berkenalan Paman dan Bibi pun duduk di bangku disamping ranjang Almeer. Kak Vania dan Syerly duduk di pinggir ranjang.
Zafira, Nadira dan Ali diam-diam terus memperhatikan interaksi Almeer bersama dengan Keluarga Arthur. Syerly terlihat menunduk.
"Syerly, udah dong jangan nangis. Kak Al udah nggak apa-apa. Udah jangan nangis. Sini deket Kak Al." kata Almeer.
Syerly berjalan mendekat pada Almeer. dan Syerly pun menghambur ke pelukan Almeer sambil terus menangis. Hal ini membuat semua orang heran. Kemudian Kak Vania dan Bibi pun ikut menangis melihat Syerly menangis diperlukan Almeer.
"hey. Kenapa kalian jadi nangis sih. Liat Aku udah nggak apa-apa. Aku disini bersama Kalian oke. Kenapa kalian masih nangis?" kata Almeer.
"Tuan Al bikin Syerly takut tau nggak?. Syerly nggak mau di tinggalin sama Tuan.. Kenapa Tuan kembali terbaring di brangkar rumah sakit sih." kata Syerly sambil sesegukan.
"Al minta maaf udah bikin kalian semua takut dan khawatir. udah ya jangan takut lagi."
"Penembakan? dan itu terjadi 2 bulan lalu?" tanya Ali
"Iya tepatnya sehari setelah Tuan El datang ke Indonesia. kejadiannya disalah satu rumah panti di Rusia. beruntungnya tidak ada korban jiwa saat itu. dan Tuan Al masih bisa selamat meskipun ada 8 peluru yang tembus dan bersarang ditubuhnya." jelas Arthur.
" Kenapa tidak ada yang memberitahu kami?" tanya Althaf.
"Keadaannya tidak baik jika saat itu saya kasih tau kalian. Tuan El saat itu masih tahap pemulihan setelah operasi pengangkatan peluru ditubuhnya. Dan jika saya katakan pada kalian kondisi tuan. Bisa dipastikan kalian akan langsung datang ke Rusia. Hal ini justru membuat kalian akan dalam bahaya. Saya sudah berjanji tidak akan pernah membuat keluarga tuan berada dalam bahaya." kata Arthur.
"Tapi kami keluarganya. kami berhak tau apapun kondisi tentang kakak" kata Ali
__ADS_1
"Sudah Ali . sudah cukup ya. Kakak yang minta Arthur janji buat nggak pernah bawa kalian dalam situasi bahaya. Apapun yang terjadi Arthur tidak akan pernah melanggar janjinya. Jadi kalaupun ada yang mau disalahkan. itu jelas kesalahan Kakak." kata Almeer.
"Maaf Kak" kata Ali dan Althaf.
Almeer tersenyum.
"Bibi boleh Dira tanya sesuatu?" kata Nadira.
"Ya mau tanya apa Sayang?" kata Mamanya Arthur
"Aku Liat kalian sangat sayang Sama Kak Zein. dan jujur Dira seneng banget Karena Kak Zein Dikelilingi orang-orang yang baik. Tapi kenapa Kalian begitu baik sama Kak Zein?" tanya Nadira.
"Apa yang Kami lakukan tidak sebanding dengan apa yang sudah Tuan Al lakukan pada keluarga Kami. jika kami perlu mengorbankan nyawa Kami demi menyelamatkan nyawa tuan. maka Kami siap melakukannya." kata Papanya Arthur.
"iya tapi kenapa?" tanya Nadira.
"Karena Tuan Al yang sudah menyelamatkan nyawa Papa, Mama, Kak Vania dan juga Syerly. Jika bukan karena Tuan Al yang berhasil membayar dan melunasi biaya operasi Papa,. Mama dan Kak Vania dulu. mungkin mereka tidak akan selmat. Tuan Al mati-matian mencari uang untuk membantu melunasi semua biaya rumah sakit. Dan mungkin saya akan hidup sebatang kara" kata Arthur.
"Kak Al juga yang udah nyelametin aku dari plecehan yang hampir menimpa Aku malam itu. Kalau aja malam itu Kak Al nggak Dateng nyelametin Aku. Aku nggak tau apa yang bakal terjadi sama Aku." kata Syerly sambil terus memeluk Almeer dengan erat.
"ssstttt.. sudah. Kakak nggak akan biarin hal buruk menimpa kamu dan orang-orang yang Kakak sayang. Kakak pasti akan jaga kalian semampu Kakak bahkan dengan nyawa Kakak sekalipun. Nggak akan Kakak biarin hal buruk menimpa kalian. Kakak Janji" kata Almeer sambil mengelus rambut Syerly.
"Hadirnya tuan ditengah kegelapan keluarga Kami membuat kami percaya Mukjizat Tuhan itu nyata. Itu alasannya Kami siap lakuin apapun dan ngorbanin apapun buat keselamatan dan kebahagiaan Tuan Al. bagi kami tuan Al bukan hanya bos ,atasan tapi keluarga." kata mamanya Arthur
"Kalau emang Al ini bagian dari keluarga kalian. kenapa Kalian masih panggil Al dengan sebutan Tuan. karena Keluarga tidak akan manggil seperti itu. panggil Al saja. atau adik atau Kakak pun boleh. terutama Paman sama Bibi. panggil Al jangan pake Tuan. oke ?" kata Almeer.
"Kak Al tau. sikap Kak Al yang seperti ini yang bikin Syerly susah move on dai Kakak. kakak itu cinta pertama Syerly. dari dulu. dari waktu pertama Kakak' bantu kita buat ngobatin Papa. tapi sayang. Syerly tau cinta syerly bertepuk sebelah tangan. Kak Al cuman anggap Syerly adik nggak lebih dari itu."
__ADS_1
Degh..
Rasanya sesak dada Zafira saat mendengar pernyataan cinta Syerly untuk Almeer. Banyak orang yang mencintai Almeer. Entah kenapa dia merasa cemburu saat mendengar ada wanita yang mencintai laki-laki yang masih dia cintai. Rasanya sakit saat kita hanya cinta seorang. Zafira merasa mungkin sudah seharusnya dia melepaskan perasaannya untuk Almeer. karena mungkin sampai kapanpun perasaannya tidak pernah terbalaskan.