
Didalam kamar kedua pasangan pengantin baru sedang menikmati waktu mereka berdua. Almeer yang tidak membiarkan Zafira beranjak sedikit pun dari sisinya membuat Zafira tidak bisa bergerak. Almeer tertidur dipangkuan sang isteri. dan dengan lembut Zafira mengusap rambut sang suami.
Zafira tidak menyangka pernikahan keduanya kali ini ia menikahi laki-laki yang sama. dan dia bersyukur dipernikahan kali ini berjalan jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Almeer jauh lebih hangat dan perhatian.
Almeer merasa bahagia dengan pernikahannya kali ini. Namun disatu sisi juga ia bingung bagaimana jika Elmeer kembali?. Bagaimana jika Elmeer meminta Zafira kembali?. Haruskah ia menyerahkan kembali Zafira pada Elmeer?. Dan bagaimana dengan rencana yang sudah dia siapkan sebelumnya?. Akan kah dia tetap berangkat malam nanti?.
"Akang kenapa?. ada yang mengganggu pikiran akang?" tanya Zafira seakan mengerti jika ada yang dipikirkan Almeer.
Almeer tersenyum. seakan mengatakan tidak ada apapun.
"Tolong Kang. apapu yang akang fikirkan. apapun masalah akang berbagilah sama Fira." kata Zafira.
Almeer berfikir sejenak.
"Akang cuma lagi mikirin Syam. dimana dia? Kapan dia kembali? dan.." kata Almeer
"Dan apa kang?" tanya Zafira.
"Dan apa nanti setelah dia kembali akang harus melepaskan Kamu?" kata Almeer.
wajah Zafira menjadi murung.
"Akang berniat melepaskan Fira lagi?" kata Zafira dengan wajah murung.
Melihat wajah Zafira yang murung membuat hati Almeer merasa sakit.
"Fira pengen Akang ngelakuin apa? mempertahankan pernikahan kita atau Fira ingin kembali sama Syam?" tanya Almeer.
Zafira diam. Dia bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
"Sedari kecil Fira berdoa semoga kelak Fira bisa memiliki imam yang bertanggung jawab seperti Ayah dan Abi. Tapi dua kali pernikahan Fira gagal karena calon imamnya pergi tanpa tanggung jawab. kadang Fira berpikir apa Fira tidak layak untuk laki-laki yang baik. Yang siap bertanggung jawab untuk Fira dan keluarga Fira nanti. yang bisa menjadi imam terbaik untuk keluarga kecil Fira nanti" kata Zafira dengan kedua mata yang sudah berembun.
Almeer dengan lembut menghapus air matanya. rasanya sakit melihat Zafira dilanda kerisauan akan nasib pernikahannya.
Drrttt..ddrrtt..
Almeer memeriksa handphone miliknya. terlihat ad pesan yang masuk. Almeer langsung membukanya. seketika raut wajahnya berubah.
"Akang kenapa? dapat Chat dari siapa?" tanya Zafira.
Almeer diam. Dia memberikan handphone miliknya kepada Zafira. Wajah Zafira seketika menjadi risàu. Kenapa harus sekarang? Kenapa Elmeer baru menghubungi Almeer sekatang setelah pernikahannya berlangsung?. Dan kenapa dia mengajak ketemuan mereka berdua?.
Melihat Zafira yang menjadi murung. Almeer merasa bingung apa yang harus dia lakukan nanti.
"Kita turun Kebawah yuk. Yang lain pasti udah nunggu kita buat sarapan bareng" ajak Almeer berusaha mengalihkan perhatian.
Zafira mengangguk. mereka pun bersiap untuk turun ke restoran yang letaknya ada di lantai bawah. Zafira dan Almeer pun pergi ke lantai bawah. Sepanjang perjalanan Almeer terus menggandeng tangan Zafira. Setelah sampai di resto hotel mereka melihat keluarga besar mereka sudah berkumpul dalam satu meja makan menunggu kedatangan mereka berdua.
"Waalaikumsalam. Akhirnya yang ditunggu datang juga." kata nenek.
"Yah maklum nek. kan pengantin baru. Ya Nenek juga pasti ngerti lah." kata Ali.
"Iya Nenek. kan mereka semalam abis begadang, atau mungkin abis olah raga malam makannya kecapean dan kesiangan" kata Althaf.
"Gimana kak? Aman, aman?" kata Nadira menggoda sang kakak.
Seluruh keluara hanya bisa menahan senyum. agar kedua pengantin ini tidak malu karena terus digoda oleh adik-adiknya. Wajah Zafira merona. dia malu mendengar mereka yang terus menggoda dia dan Almeer. walau tidak terjadi seperti yang mereka bayangkan tapi rasanya dia juga tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.
"Sudah.. sudah berhenti menggoda Kakak Kalian. kasian mereka malu gara-gara ulah kalian. Fira Zein duduk kita makan sama-sama." kata Nenek.
__ADS_1
Almeer pun menarikan kursi untuk Zafira. setelah Zafira duduk baru kemudian Almeer duduk disampingnya. Mereka pun mulai memakan makanan yang sudah mereka pesan.
"Setelah ini Nenek Kakek mau pulang ke rumah. sekalian Nenek mau liat apa kamar untuk kalian berdua sudah siap sesuai dengan yang nenek arahkan." kata Nenek.
"Ayah,Bunda Umi dan Abi juga mau pulang ke Bandung. biar bagaimana pun Ayah tidak bisa meninggalkan pekerjaan kami disana" kata Ayah Damar.
"kenapa buru-buru Ayah. tidakah Ayahenginap terlebih dahulu dirumah Zein." kata Almeer.
"tidak sekarnag. lain waktu jika sudah senggang. dan mungkin nanti pas acara 4bulanan, atau 7bulananan atau Lahiran Zafira. Ayah Bunda janji pasti kami akan menginap lama" kata Bunda.
"wah.. Kayaknya ada yang udah nggak sabar mau minta cucu nih.." kata Ali.
.Seketika wajah Almeer dan Zafira merona. Almeer dan Zafira menunduk. Dan semua orang tertawa melihat sikap pengantin baru ini yang sama-sama masih malu-malu.
"Kalian berdua Gimana mau menginap dulu disini untuk beberapa hari Kedepan? Itung-itung buat latihan bulan madu. Atau kalian mau langsung pulang?" tanya Kakek.
"Abis ini Zein sama Fira mau pergi dulu sebentar Kek. ada janji sama seseorang. Setelah itu mungkin kita langsung pulang. Ya Kan Ra? kata Almeer.
"Iya." kata Zafira.
"Yaudah kalau gitu. Kalian hati-hati dijalan. Nanti kalian langsung pulang. Karena dirumah Nenek udah siapin acara kecil-kecilan buat kalian berdua. dan Nenek Harap Pak Damar, dan keluarga mau ikut serta dalam acara yang sudah Nenek siapakan untuk putra-putri kita" kata Nenek.
"Baik. Nek."
Setelah seluruh keluarga pulang. Kini Almeer dan Zafira masih membereskan kan barang-barang mereka didalam kamar.
"Fira sudah siap bertemu dia?" tanya Almeer.
Zafira mengangguk.
__ADS_1
Walau hatinya merasa takut. tapi dia sangat ingin mendengar Alasan Elmeer secara langsung. Zafira menyiapkan hatinya agar bisa sabar, ikhlas dan mampu mengendalikan emosi dan perasaannya.
"Bismillah" kata Almeer.