
"Nenek sama Kakek beneran nggak mau ikut kita aja pergi ke pantai?" kata Nadira yang masih berusaha membujuk sang Nenek.
"iya sayang. kalian aja yang kesana para anak muda. Nenek sama kakek lebih milih ikut acara Baktiosial aja sama ibu panti. sudah bau tanah gini mending banyakin berbuat amal dari pada cuman senang-senang." kata Nenek.
"Nenek walaupun Nenek sama kakek sudah tua tapi kalian masih segar bugar cantik dan gagah kok. tapi yaudah deh kalau nenek sama kakek emang mau ikut acara bakti sosial. Dira nggak bisa maksa juga kan" kata Nadira akhirnya menyerah membujuk sang Nenek
"kalian senang-senang disana ya. dan ingat jangan berenang terlalu jauh takut kebawa ombak." pesan nenek.
"iya Nek". kata mereka serempak.
Almeer Zafira, Nadira, Ali, Althaf, Kiya Anis ,Hana dan juga Almeer mereka berencana untuk liburan ke pantai. mereka sudah bersiap sejak pagi. kini Almeer Zafira Nadira dan Ali berada dalam satu mobil. sedangkan Elmeer, Hana, Althaf Kiya dan Anis berada dalam mobil lainnya. mereka sudah siap berangkat.
sesampainya di pantai mereka mulai menyewa tikar dan juga payung yang biasa disewakan ditempat penyewaan. mereka mulai menikmati semilir angin laut. keadaan pantai yang tidak terlalu ramai membuat mereka bisa lebih menikmati pemandangan laut.
Elmeer berjalan dipinggir pantai bersama dengan Hana.
"Bagaimana perasaanmu? Apa sudah bisa merelakan Zafira sepenuhnya?" tanya Hana.
Elmeer menengok kearah Hana sambil tersenyum dan kembali mengalihkan pandangannya.
"sejak Awal aku tau mencintai inya akan dipenuhi luka. dan butuh waktu untuk menyembuhkan luka. tapi bukan berarti kita harus terpuruk bukan. setidaknya luka ini jauh lebih ringan jika dibandingkan aku hidup bersamanya namun tidak penah mendapatkan hatinya." kata Elmeer.
"terimakasih sudah begitu baik sehingga mau melepaskan kebahagiaanmu demi Zein" kata. Hana.
__ADS_1
"Aku nggak sebaik itu. Aku nggak ngelakuin ini demi Zein. nggak sama sekali" kata Elmeer.
Han tidak mengerti maksud Elmeer.
"Justru aku kasihan sama diriku sendiri. Aku yang justru paling menderita jika pernikahan itu tetap terjadi. boleh aku tanya sesuatu?" kata Elmeer.
"Apa?" kata Hana.
"Kamu orang Asing buatkan bagian dari keluarganya. tapi kenapa kamu begitu perduli dan sangat mengkhawatirkan kebahagiaan Zein? kenapa kmu yang orng lain bisa begitu perduli pada kebahagiaan Zein. sedangkan Aku saat ingin melepaskan Zafira aku harus memukul Zein melampiaskan kekesalanku." kata Elmeer.
"Kamu tau. segala sesuatu yang dipahami dan disayangi dengan tulus dari hati tidak akan sulit untuk berjuang membahagiakan orang yng dikasihi. Zein melakukan itu pada banyak orng sahingga kami bis mersakan ketulusannya. yang kami lakukan hanya membalas ketulusannya dengan ketulusan. yang hebat bukan kami tapi Zein. kami belajr banyak darinya. dan kamu jangan merasa kecil hati. kamu hany belum mengenalnya sepenuhnya. jika kamu bisa memahaminya sebaik diabemmeahamimu kamu juga akan melakukan hal yang sama. dan malah Kumu sudah melakukannya tanpa kamu sadari." kata Hana.
"Kamu sudah punya pasangan?" tanya Elmeer
"kenapa?" tanya Hana balik.
Hana tidak menjawab pertanyaannya. dia asik menikmati pemandangan laut dengan gemuruh deburan ombak. Elmeer tersenyum saat Hana memilih berjalan lebih dulu meninggalkanya yang masih menunggu jawabannya. karena tidak memperhatikan bawah tanpa sengaja menginjak cangkang keong hingga kakinya terluk dan berdarah.
"Aww..." kata Hana meringis kesakitan.
Elmeer yang emlihat Hana duduk dan meringis kesakitan segera berlari menghampiri Hana.
"Maaf. aku periksa kaki kamu dulu." kata Elmeer memeriksa kaki zafira.terlihag masih ada cangkan keong yang menancap ditelapak kaki Hana.
__ADS_1
Elmeer mulai mencabutnya. mengalir darah segar.
"sebentar. aku akan segera kembali."
Elmeer pergi. kesalah satu warung yang berjualan dipinggir pantai. Elmeer berniat membeli obat luka merah dan plester namun tidka ada yang jual. alhasil dia hanya membeli Air botol. dan Elmeer segera kembali.
"tidka ada yang jual obat merah maupun plester disini. tapi biar di cuci dulu kaki kamu biar nggak infeksi." kata Elmeer yang mulai mencuci luka Hana dengan air botol yang dia beli.
dan untuk membalut lukanya Hana. Elmeer pun merobek kemeja yang dia pakai. Hana hanya bis memperhatikan Elmeer dalam diam. dia tidak menyangka jika Elmeer sepeduli itu hingga rela merobek kemejanya untuk membalut luka.
"Terimakasih. maaf karena nolong Aku kemeja kamu jadi kamu sobek" kata Hana tidak enak.
Elmeer tersenyum heran. masih bisa wanita ini memikirkan kemejanya dibandingkan dengan luka dikakinya sendiri.
"Kamu ini lucu ya. bukanya khawatirin luka kamu. ini malah mikirin kemeja yang disobek. kemeja masih bisa dibeli. tapi kalau kaki kamu infeksi gimana? nggak ada gantinnya." kata Elmeer.
kata-kata Elmeer cukup membuat Hana menjadi lega. tidak menyangka laki-laki pendiam ini juga begitu perduli kepadanya.
Berbeda dengan Almeer dan Zafira. mereka memilih menikmati pantai sambil berjalan di tepi pantai sambil bergandengan tangan. Sapuan ombak mengenai kaki mereka membuat mereka merasa bahagia. Karena akhirnya cinta mereka dipersatukan oleh takdir dengan caranya sendiri.merka yang semula menagnggap hubungan mereka tidak mungkin. Justru takdir yang membuatnya menjadi mungkin.
"Terimakasih sayang. sudah mau menerima Akang sepenuhnya." kata Almeer pada Zafira yang kini keduanya sedang saling berhadap-hadapan.
"Terimakasih juga. Akang sudah kasih kesempatan Fira untuk menjadi isteri akang lagi. yang akan selalu menemani akang dalam susah maupun senang." kata Zafira.
__ADS_1
Keduanya saling bertatap-tatapan. pancaran mata yang ememancarkan cinta yang begitu dalam diantara keduanya. dan dengan lembut Almeer mencium kening sang isteri dengan penuh perasaan. tanpa mereka sadari dari jauh, Nadira, Ali, Althaf, Kiya dan Anis mengabadakina momen tersebut dalam jepretan foto. dan kemudian Almeer memeluk erat Zafira.
"Alhamdulillah ya Allah." ucap syukur Nadira.