
"Alhamdulillahiladzi ahyana ba'dama amatana wailaihi nushur."
Zafira terbangun tengah malam disaat kebanyakan orang masih pulas dalam alam mimpi mereka. Zafira tersenyum saat melihat ada tangan yang melingkar diperutnya memeluknya. Zafira membetulkan posisinya secara perlahan menjadi miring. Tangan kirinya ia gunakan untuk menopang kepalanya.
Zafira tersenyum memandangi wajah tampan laki-laki yang kini menjadi imamnya. Menjadi salah satu perantara yang akan membawanya ke syurga bila mentaati perintahnya selama tidak melanggar perintah Allah. Zafira memandangi dengan ditail setiap pahatan ciptaan Allah yang maha sempurna. sambil tersenyum tangan kanan Zafira menyusuri setiap lekukan wajah sang suami tanpa menyentuhnya.
Bulu matanya yang lentik dan panjang. alisnya yang tebal dan hampir mengadu. Hidungnya yang mancung bak perosotan. bibirnya yang tipis dan merah alami karena Sang suami bukan perokok. Sungguh tidak ada cela yang bisa membuat Zafira tidak mengaguminya.
Saat matanya menatap kearah bibi sang suami yang merah merona. Ingin rasanya Zafira meraup buas bibir itu. Namun sayangnya. Sama menginjak 6Bulan pernikahan mereka Zafira masih malu-malu untuk melakukan hal seagresif itu lebih dulu pada sang suami. Tidak ingin memikirkan hal yang bisa merusak kesehatan jantungnya Zafira berusaha melepaskan perlahan tangan sang suami dari tubuhnya agar dia bisa terlepas. Setelah berhasil memindahkan tangan sang suami perlahan Zafira mulai menurunkan kakinya dari ranjang.
Namun saat Zafira ingin beranjak dari kasur tiba-tiba tangannya ditarik. karena kaget tubuh Zafira jauh tepat diatas tubuh sang suami. Jantung Zafira Deg-degan saat berada diposisi seperi ini. Zafira menatap wajah sang suami yang masih memejamkan matanya.
.
"Ternyata kyamu ini pencuri ulung ya?" kata sang suami sambil mata masih tertutup.
Mendengar kata-kata sang suami Zafira bingung.
"Diam-diam suka mencuri dan memandangi wajah tampan sang suami yang sedang tertidur pulas." kata Almeer.
Zafira malu. Karena Dia ketahuan sedang asik memandangi wajah sang suami.
"Gimana gantengkan suami mu ini?" kata Almeer menggoda.
"Ihh akang. Apaan sih. Lepas kang." kata Zafira malu.
Almeer menahan tangan Zafira. dan ia pun menarik erat tubuh Zafira untuk semakin menempel padanya. keduanya kini saling bertatap-tatapan. Almeer tidak tahan melihat bibir mungil sang isteri. tatapannya mengarah pada bibirnya. terus mendekat dan semakin dekat hingga bibir keduanya bersentuhan. Saling me****t, menyesap. Bibir Zafira seperti heroin yang membuat Almeer kecanduan.
Keduanya hanyut semakin dalam. Perlakuan lembut Almeer membuat Zafira lupa tujuannya.
"Boleh ya sayang?" tanya Albizar penuh harap.
Zafira mengangguk.
Mereka pun memulainya. Saling melengkapi dan memberikan sentuhan yang membawa merek untuk terbang dan menikmati indahnya Nirwan.
Setelah keduanya berhasil mencapai kenikmatan menembus kayangan. Keduanya kembali terlelap. Niat hati Zafira ingin solat sunah tahajud bangun tengah malam. Tapi ternyata sang suami mengajaknya melakukan ibadah sunah lain yang pahalanya melebihi nilai solat sunah tahajud itu sendiri.
...****************...
__ADS_1
oekk. oekk..
currrr..... (suara air keran)
Almeer baru saja mengeluarkan isi perutnya. namun nyatanya yang keluar hanya air saja. sudha lebih dari tiga kali Almeer bulak balik kamar mandi karena dia merasa mual ingin muntah.
"Ya ampun Kang." Zafira baru masuk ke kamar setelah kembali dari dapur untuk membawa teh tawar hangat untuk sang suami.
Sejak selesai solat subuh berjamaah Almeer mengeluh jika perutnya merasa mual. Zafira sudah berusaha membantu ya dengan memijit tengkuk leher Almeer. memberikan minyak angin. Dia Khawatir jika Almeer terserang masuk angin.
Setelah meletakkan nampan berisi teh tawar dan juga sarapan diatas meja. dengan telaten Zafira menuntun sang suami untuk kembali ke ranjang.
"Masih mual Kang?" tanya Zafira pada Almeer.
Terlihat wajah Almeer sedikit pucat tapi saat dipegang dahi dan tubuhnya tidak terasa panas. Fira sendiri bingung. Kenapa tiba-tiba sang suami menjadi mual-mual padahal sebelumnya dia tidak apa-apa. bahkan mereka sempat melakukan hubungan badan.
Almeer memeluk erat sang isteri. sambil mengendus aroma tubuh Zafira. Entah kenapa menghirup aroma tubuh Zafira membuatnya merasa nyaman. dan rasa mual ya sedikit berkurang. Almeer pun tidak henti-hentinya mengendus leher Zafira. hembusan nafas Almeer terasa dileher Zafira dan membuat Zafira merasa merinding.
"Sebentar ya kang. Biar Fira ambilkan minyak angin dulu buat akang." kata Zafira berusaha melepaskan pelukan Almeer.
"Enggak mau. Biar tetep begini." kata Almeer manja.
"Iya kang nanti peluk lagi. cuman sebentar kok tuh minyaknya di laci. Biar nanti Fira olesi perut akang pake minyak angin biar mual ya berkurang. .
Akhirnya Zafira pun mengalah. Zafira pun tetap membiarkan Almeer memeluknya. Hingga terlelap. melihat sang suami yang sudah terlelap. Zafira perlahan turun kebawah. berniat membuat kan bubur untuk sang suami. agar nanati saat sang suami bangun. Almeer bisa langsung makan bubur itu.
...****************...
"Non Sudah. Biar Simbok aja yang bikin buburnya." kata Simbok.
Zafira sedang berkutat dengan panci dan kompor. Setelah berhasil membebaskan diri dari sang suami Zafira segera turun kebawah dan langsung membuatkan bubur untuk Almeer. Simbok dan bibi berusaha membantu tapi Zafira bersikeras untuk membuat bubur itu sendiri.
"Sayang.... sayang...." terdengar lirih suara Almeer memanggil dari tangga.
"Nyonya.. Itu Aden sudah memanggil nyonya." kata si bibi.
"Yasudah Bi. Tolong diteruskan ya. Manti kalau sudah matang taro kemangkok dan antar ke kamar Saya ya. Saya tinggal. Tolong hati-hati ya Bi jangan sampe gosong." kata Zafira.
"Iya Non." kata bibi
__ADS_1
Zafira pun keluar dari dapur dan langsung menghampiri Almeer yang terlihat pucat.
"Ya ampun akang ngapain turun." kata Zafira menghampiri Almeer.
Almeer langsung nangis memeluk zafira. Zafira bingung kenapa Almeer nangis. Tak lama keluar Nenek, Kakek, Nadira dan juga Ali. melihat Almeer yang nangis dipelukan Zafira membuat semuanya heran.
"Kak Zein kenapa nangis?" tanya Nadira heran.
Zafira mengelengkan kepala. Karena Dia sendiri juga bingung.
"Kamu kemana sih. Aku cari dikamar nggak ada. kenapa keluar waktu Aku tidur." kata Almeer lemah.
Sontak saja membuat semua orang melongo. Seorang Almeer menangis hanya karena sang isteri tidak ada disampingnya saat dia tertidur.
"Ya ampun Kang. Maaf ya. Tadi Fira turun karena buatin Akang bubur. Biar nanti pas akang bangun bisa langsung akang makan. Lagian Fira nggak kemana-mana kok." kata Zafira.
Mereka semua bingung. Hanya perkara seperti ini Almeer ketakutan dan menangis.
"Lagian akang ngapin turun sih. kan badan akang masih lemes. Gimana perutnya masih mual?" kata Zafira.
"Sekarang udah nggak. tadi pas Kamu nggak ada mual nya makin jadi." kata Almeer mengadu.
"mmmpppfffhfhfh.." Ali menahan diri agar tawanya tidak meledak saat melihat tingkah Almeer yang aneh menurutnya
Seorang Almeer yang dulu bahkan memilih pergi dari Zafira kini justru tidak bisa ditinggal walau hanya sebentar. lucu rasanya.
"Kak Zein sakit?" tanya Nadira khawatir.
"dari tadi subuh Akngan mual-mual. tapi nggak muntah. dan badannya juga nggak panas." kata Zafira.
"Ya udah kita periksa ke dokter sekarang ya." kata nenek khawatir.
"Nggak usah Nek. Zein cuma butuh istirahat aja." kata Almeer.
"Yaudah Kamu istirahat aja." kata kakek.
"Ya udah Kita kekamar yuk Kang." ajak Zafira.
"Iya tapi inget Kamu nggak boleh pergi lagi. Jangan jauh-jauh dari Aku." kata Almeer.
__ADS_1
"Iya" kata Zafira.
Mereka semua heran. Ada dengan Almeer sebenarnya. Kenapa dia jadi manja. Dan tidak ingin jauh dari Zafira.