
"Kang kita ke rumah sakit aja ya." kata Zafira sambil memijit tengkuk Almeer.
cuuuurrrrrrrr...
suara keran air.
Almeer mengelap tangan dan juga mulutnya. dengan telaten Zafira menuntun sang suami. sudah lebih dari sepuluh kali sang suami mondar mandir ke kamar kecil untuk sekedar muntah walau yang keluar hanya air putih. Zafira pun menuntun sang suami untuk berbaring diranjang.
tok.. tok..tok..
terdengar suara ketukan pintu didepan kamar Almeer dan Zafira.
"sebentar ya kang Fira bukakan dulu pintunya." kata Zafira.
Zafira pun berjalan kearah pintu. Saat pintu dibuka sudah terlihat Nenek, Kakek, Nadira, Ali dan seorang dokter.
"Ra, ini Ada dokter Fadil yang akan memeriksa keadaan Zein." kata Nenek.
"Oh.. iya Dok. mari masuk Semuanya ke dalam." kata Zafira sambil membuka pintu kamarnya.
Mereka pun masuk kedalam. Dokter Fadil pun langsung duduk disamping ranjang tempat Almeer Berbaring. Sang Dokter mulai mengeluarkan stetoskop nya dan mulai memeriksa keadaan Almeer. Kening sang dokter mengkerut.
__ADS_1
"Tuan Zein apa yang tuan rasakan?" tanya sang dokter.
"Badan saya terasa lemes banget Dok. terus rasa mual juga sering muncul akhir-akhir ini. terutama kalau nyium bau-bau yang menyengat." kata Almeer lemas.
Dokter Fadil mengangguk mengerti. Dokter Fadil pun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
"Nyonya Zein apa nyonya akhir-akhir ini merasa ada yang berbeda didiri nyonya? maksudnya apa nyonya juga mengalami gejala yang sama dengan suami nyonya?" tanya Dokter.
"Enggak dok. normal-normal aja. nafsu makan juga biasa aja dok. kenapa ya?" tanya Zafira bingung.
Dokter fadli memberikan sesuatu pada Zafira. Zafira bingung kenapa dokter memberikannya tespek. Nenek dan Nadira terlihat senang saat dokter memberikan zafira benda tersebut.
"Nyonya tau kan gimana cara pakainya?" tanya sang Dokter.
Zafira pun pergi kekamar mandi. tubuhnya bergetar. deg-degan dan gugup itu lah yang tengah dia rasakan saat ini. meskipun begitu Zafira tetap melakukannya. Setelah beberapa menit menunggu Zafira pun keluar. tapi dia tidak ingin melihat hasilnya terlebih dahulu. dia takut jika dia terllau berharap. biar kan dokter yang melihat dan memberitahu hasilnya.
Zafira menghampiri sang dokter. tangan gemetarnya memberikan strip respek tersebut pada sang dokter. dokter pun melihat hasilnya. dokter Fadli tersenyum.
"Gimana Dok hasilnya?" tanya Nenek dan Nadira antusias.
Dokter mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
Nenek dan Nadira melongo tidak percaya
"Selamat Tuan dan nyonya Zein. kalian akan menjadi orang tua ." kata sang dokter.
Semua orang kaget sekaligus terharu. tidak menyangka Jika akan hadir anggota keluarga baru di tengah-tengah mereka. Zafira sendiri tidak bisa membendung rasa harunya. sambil memandangi dan mengusap perutnya Zafira menitiskan air mata. air mata haru penuh bahagia.
Almeer pun demikian. saat sang dokter mengatakan kabar gembira itu. seketika tubuhnya menjadi jauh lebih baik. Almeer bangun dari tidurnya. Dengan tatapan haru bahagia Almeer menatap sang isteri. perlahan Zafira menghampiri sang suami.
Seketika Almeer menarik Zafira kedalam pelukannya. Rasa bahagia yang membuncah membuatna menitikan air mata. dengan lembut Almeer mencium perut sang isteri yang masih rata. semua orang turut bahagia. terlebih Nadira. Akhirnya Dia bisa melihat kebahagiaan sang kakak tersayang.
"ini saya resepkan obat penguat kandungan ya. dan juga vitamin untuk ibu hamil. Mohon ditebus dan diminum secara rutin. Untuk memastikan berapa usia kandungan nyonya Zein. bisa langsung diperiksa ke rumah sakit." kata dokter sambil Memberikan secarik kertas berisi resep dokter.
"Tapi dok. kan saya yang hamil tapi kenapa justru suami saya yang ngalamin muntah-muntah.?"
"Jadi kehamilan yang dialami nyonya Zein itu berbeda dari kehamilan pada umumnya. Dimana biasa sang ibu yang sedang hamil yang mengalami muntah-muntah atau gejala kehamilan. Tapi justru kali ini yang mengalami gejala itu justru suami Nyonya yaitu tuan Zein. Tapi kalian nggak usah khawatir ini tidak akan berakibat pada pengaruh perkembangan. walau jarang terjadi tapi kehamilan ini juga terjadi dalam beberapa kasus. yang terpenting ibu hamil tidak boleh setres dan harus memakan makanan bergizi. agar perkembangan janin berkembang seperti seharusnya." jelas dokter.
"itu tandanya anak Kamu itu lebih sayang sama ibunya ketimbang kamu makanya tidak mau membuat ibunya kesusahan." kata Kakek Adam.
"Atau mungkin Junior pengen menghukum papanya yang dulu sering buat hati ibu terluka. Lanjutkan junior. om setuju kalau Kamu siksa papa kamu dari pada ibu kamu." kata Ali jahil.
"Husst.. kalau ngomong " kata Nadira mencubit perut Ali.
__ADS_1
selain cubitan Ali juga mendapatkan hadiah pelototan dari Almeer. mendapat hadiah itu seketika membuat nyali Ali ciut.