
Waktu terus berlalu. Kehidupan terus berjalan. Meninggalkan setiap kenangan yang telah usai. Walau terkadang beberapa orang memilih hidup berdampingan dengan kenangan mereka. Walau mungkin melakukan itu akan terasa menyakitkan.
Setelah berpikir panjang Zafira memutuskan untuk pergi ke Jakarta. setelah pendidikannya selesai. Zafira memutuskan melamar pekerjaan di Ibu kota. Walau sebenarnya mudah saja bagi Zafira untuk bekerja diperusahaan milik ayahnya. Atau membangun bisnisnya. Atau melanjutkan kerjasamanya dengan caffe A Reyhan. Namun rasanya sesak jika dia bertahan disana.
Sudah 2 tahun lamanya Almeer meninggalkannya. Namun rasanya tidak pernah seharipun dia tidak mengingat kenangannya bersama Almeer. Perasaan yang berusaha dia tekan, justru semakin tumbuh subur. Mungkin dengan meninggalkan lingkungan lama dan pergi ke lingkungan baru bisa membuatnya sedikit meninggalkan kenangan bersamanya.
Setelah melamar dibeberapa perusahaan besar di jakarta akhirnya Zafira dan Kiya diterima disatu perusahaan uang sama namun dengan posisi yang berbeda. Sedangkan Syfa dia diterima diperusahaan yang berbeda namun sama-sama berada di Jakarta. Walau awalnya sang Ayah dan bunda berat untuk memberikan izin. Namun mendengar alasan Zafira akhirnya mereka pun mengizinkannya.
Sudah satu bulan lamanya Zafira dan Kiya berkerja di PT.CSIS. Sejauh ini semuanya berjalan lancar. Selain berkerja mereka juga memiliki banyak teman. Yang saling support.
Hari ini akan diadakan meeting dengan pimpinan perusahaan. Zafira yang dipercaya oleh atasannya untuk mendampingi rapat untuk divisi nya. ini kali pertama dia mengikuti rapat dengan pimpinan perusahaan ini. Ada sedikit rasa cemas hinggap dihatinya.
Rumor yang beredar dikalangan karyawan lama. jika sebenarnya pemilik perusahaan ini berada diluar negeri. Namun selama ini perusahaan dipimpin oleh orang kepercayaannya sekaligus adik angkatnya. Namun selama kepemimpinan sang adik dan tentu dengan arahan dari sang kakak memmbuat perusahaan ini terus maju dalam kurun waktu 5 tahun. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa.
Disaat semua peserta rapat sudah berkumpul. Seorang laki-laki tampan, gagah dan berwibawa datang bersama seorang wanita cantik yang dibalut hijab. Senyumnya yang manis semakkin menambah kadar kecantikannya. Membuat siapapun yang melihatnya menjadi terpesona. Keduanya nampak sangat serasi.
Rapat pun berjalan. Masing-masing divisi mulai menyampaiikan hasil laporan mereka termasuk Zafira yang mewakili dari divisi nya. Setelah beberapa keputusan diambil. Akhirnya rapatpun diakhiri. Satu persatu perserta rapat mulai meninggalkan ruang meetting.
Saat Zafira akan keluar berbarengan dengan Nadira, sang asisten bos Ali. Zafira merasa tidak enak akhirnya ia memilih mengalah. Namun Nadira juga merasa hal yang sama.
"oh ya. Sebelumnya kita belum kenalan secara resmi ya. Kenalin Aku Nadira Shika. Asissten pak Ali. Kamu Zafira kan?" kata Nadira
"iya mba. Saya Zafira." kata Zafira
"ini kali pertama kita ketemu ya. Oh ya Aku baru kemarin dipindahkan ke kantor pusat. kalau Kamu?" kata Nadira
"Aku baru satu bulan mbak bergabung dengan perusahan ini. Itu sebabnya saya masih perlu belajar banyak hal tentang perusahaan ini. Kalau mbak sendiri sudah lama jadi asisstent nya pak Ali?" kata Zafira
__ADS_1
"Jangan panggil mbak. Aku berasa tua banget tau. Lagian kayaknya umur kita nggak beda jauh mungkin aja kamu lebih tua. Panggil aja Nadira atau Dira juga nggak apa-apa." kata Nadira
"oke. Tapi kamu juga sama jangan panggil Aku mbak atau teh atau kakak apalagi ibu. Panggil aja Fira." kata Zafira
"oke. Fir karena abis ini aku masih ada banyak kerjaan lagi aku duluan ya keruangan Aku. Nanti makan siang bareng ya. Aku minta no Kamu. Nanti aku chat." kata Nadira sambil memindahkan no hp Zafira ke hpnya.
"iya sip. Yaudah Aku juga sama mau lanjutin kerjaan Aku." kata Zafira
"sip. Yaudah bye.. " kata Nadira.
Mereka kembali ke ruangan kerja masing-masing. Mengurus pekerjaan mereka.
Jam istirahat pun tiba. Zafira, Kiya dan Nadira sebelumnya sudah janjian melalui chat. Mereka pun pergi kesalah satu cafe dan resto yang berada tidak jauh dari kawasan kantor. Disaat mereka sedang asik menikmati makan siang mereka sambil bercengkrama tiba-tiba Pak Ali datang menghampiri meja mereka.
"siang Pak" ucap Zafira dan Kiya dengan sungkan.
"siang. Apa saya boleh ikut gabung makan siang disini?" kata Bos Ali.
"Bolehkan?" tanya Pak Ali lagi
Nadira yang mengerti situasi mereka berusaha untuk memberikan alasan. Karena sebetulnya Dia juga ingin sekali makan siang tanpa dibuntuti Ali yang tak lain adik angkat kakaknya yang berarti kakak angkatnya juga. Yang ternyata ditugasi untuk menjaganya.
"maaf nih bos, sebenernya kita nggak enak sama karyawan yang lain. Coba deh bos tenggok ke sekitar. Banyak karyawan perusahaan yang makan siang disini dan sekarang mereka sedang memperhatikan kita. Jujur kita nggak nyaman jadi pusat perhatian" kata Nadira to the point
Ali pun melihat keadaan sekitar. Dan tiba-tiba Bos Ali berdiri.
"Perhatian semua. Boleh minta waktunya sebentar." kata ali yang sontak membuat semua pengunjung menatap Kearah Bos Ali.
__ADS_1
"Saya mau makan siang satu meja dengan mereka. Saya minta untuk kalian para karyawan PT.CSIS untuk tidak menyebarkan gosip atau berita apapun tentang mereka. Jika kalian melakukannya dan sampai saya tau maka silahkan ambil uang pesangon kalian." kata Ali
Zafira, Kiya, dan Syfa hanya bisa melongo melihat aksi bos mereka.
"Dan satu lagi PT.CSIS membayar kalian untuk bekerja bukan bergosip. Jadi jika ada gosip apapun di PT.CSIS maka siap-siap. Saya tidak akan mentolerirnya. Kalian paham?" kata Ali
Terlihat para karyawan yang makan direstoran tersebut mengangguk. Kemudian Ali kembali duduk. Dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apapun.
"sudah. Sekarang nggak ada alasan lagi kan saya nggak boleh makan disini. Silahkan dimakan makanan kalian. Sebentar lagi makanan saya juga akan tiba" kata Bos Ali.
Dengan perasaan yang tidak karuan Zafira , Kiya dan juga Nadira melanjutkan kembali makan siang mereka.
"apa tidak ada makanan sehat yang bisa Kamu makan diresto ini. Lihat itu sangat pedas. Nanti kamu sakit bagaimana?" kata Ali.
Sontak saja membuat Zafira dan Kiya bingung. Sikap Pak Ali pada Nadira tidak mencerminkan seperti seorang bos kepada bawahannya. Dan tadi juga Nadira tidak sungkan bicara ketus dan blak-blakan pada Pak Ali. Namun mereka tidak berani mencari tahu.
"Alasan Aku makan bareng sama mereka itu karena pengen bisa makan dengan tenang. Bisa nggak Kamu ngizinin Aku makan dengan tenang?" kata Nadira terlihat kesal.
"emang apa yang Aku lakuin?" tanya Pak Ali pura-pura tidak tau
"ck.. Kamu selalu ngatur apa yang boleh dan nggak boleh Aku makan. Kamu tau nggak Aku pengen banget bisa bebas makan apa yang Aku mau dan Aku suka. Dan Kamu buat aku merasa terkekang. Bener-bener menyebalkan!" kata Nadira dengan nada yang menahan kesal.
"Aku cuman mau Kamu jaga kesehatan. Nggak sakit. Apa salah?" kata Ali
"tapi Aku udah besar. Dan selama ini Aku juga baik-baik aja makan makanan yang Aku suka. Aku juga bisa jaga kesehatan Aku. Lagian banyak dokter. Ya kalau sakit tinggal berobat ke dokter dan minum obat. Jadi Aku mohon. Stop ngatur-ngatur hidup Aku." Nadira yang kesal pun pergibmeninggalkan mereka.
Ali segera menyusul Nadira. Biar bagaimanapun Dia tidak akan bisa berlama-lama menghadapi Nadira yang sedang marah dengannya. Dia akan terus berusaha untuk mengembalikan mood Nadira kembali. Walau melakukan itu lumayan susah.
__ADS_1
Zafira dan Kiya melongo dibuatnya. Tingkah mereka tidak mencerminkan sikap bos dan bawahan. Tapi seperti sepasang kekasih atau orang yang saling menyukai. Terlihat bagaiaman Pak Ali begitu perhatian dan perduli dengan Nadira namun walaupun begitu mereka tidak berani mengatakan
. apapun.