
Tok.. tok.. tok..
"Kak Hana. ini Dira. Dira boleh masuk?" kata Nadira
"Masuk Ra. nggak dikunci pintunya." kata Hana.
Nadira masuk kedalam Kamar tamu tempat Hana menginap di Manssion. Saat Nadira masuk terlihat Hana masih menggunakan Mukena. sepertinya Hana baru saja selesai sholat Dzuhur. Nadira pun menghampiri Hana.
"Dira ganggu ya?" kata Nadira.
"Tidak. Kakak baru selesai solat. ada apa?" kata Hana.
"Ada laki-laki ganteng diluar nyariin Kakak." kata Nadira.
"Siapa?" tanya Hana.
"Dia bilang sih namanya Adam Smith. dari LA." kata Nadira
"Adam?. kamu nggak salah kan?" tanya Hana.
Mendengar nama Adam Smith membuat Hana senang. karena sudah hampir 3 tahun ini mereka tidak bertemu. Kini justru Adam datang ke Jakarta untuk mencarinya. melihat wajah Hana yang bahagia saat mengetahui laki-laki bernama Adam Smith datang menemuinya membuat Nadira penasaran sebenarnya siapa sih Adam ini.
"Iya. dia sih ngakunya sebagai Adam." kata Nadira.
"Dimana dia sekarang?" tanya Hana.
"Ada di ruang tamu. lagi ngobrol sama Kakek, Nenek dan juga Kak Zein." kata Nadira.
__ADS_1
Hana pun segera bersiap untuk bertemu dengan Adam. dibantu oleh Nadira yang mendorong kursi rodanya. Hana dan Nadira pun menuju ruang tamu.
"Assalamualaikum. Adam?!" sapa Hana tidak menyangka jika Itu benar Adam.
"Waalaikumsalam. Hana." kata Adam.
Adam pun langsung menghampiri Hana. Lalu Adam pun berjongkok di hadapan Hana untuk mensejajarkan badannya. Hana yang melihat kehadiran Adam dihadapannya merasa sangat bahagia.
"Kamu kenapa bisa seperti ini? Apa ini terasa sakit?" tanya Adam begitu posesif.
Hana tersenyum laki-laki tampan ini tidak pernah berubah salalu saja manis dan juga posesif.
"Aku nggak apa-apa Adam. Oke. Jangan khawatir." kata Hana.
"Boleh aku periksa lukamu?. Maaf" kata Adam. lalu mulai membuka perban kaki Hana.
"Sudah." kata Adam sambil menatap Hana.
"Thanks." Kata Hana sambil tersenyum.
Adam mendorong kursi roda Hana untuk dekat di samping kursinya.
"Jadi Nak Adam ini sahabatnya Zein dan Hana.?" tanya nenek.
"Iya Oma. Saya dan Zein berteman sewaktu Zein kuliah di LA. Karena dia juga temannya Hana. Dan Kalau dengan Hana kami berteman sejak kecil. pengennya sih menikahinya tapi sayangnya Hana keras kepala." kata Adam berguyon.
"Eh.. mana ada ya" kata Hana menyangkal.
__ADS_1
Nenek tersenyum. Nenek bisa melihat jelas seberapa besar perasaan yang dimiliki Adam pada Hana. Namun sayang nya Nenek tidak bisa melihat seberapa besar perasaan Hana pada Adam. hubungan keduanya terbilang rumit.
"Jadi gimana bisa kamu ada disini?" tanya Hana penasaran.
"Kenapa?. Apa kamu tidak senang melihat aku disini?" Adam menjawab pertanyaan Hana dengan pertanyaan.
Husssh.... menghela nafas kesal.
"Ayo lah jawab pertanyaan ku dengan benar." kata Hana kesal.
"Ya Habis Gimana lagi. Kamu yang ceroboh sehingga membuat kakimu terluka. jadi mau tidak mau aku kesini untuk memeriksa kakimu. Kasihan kan kakimu itu harus berdarah gara-gara kecerobohan kamu." kata Adam.
Seperti biasa Adam selalu menjawab pertanyaan Hana dengan jawaban yang membuayna kesal. Zein tertawa. tingkah mereka memang seperti itu. jika bersama mereka akan saling meledek. Namun dibalik itu semua mereka saling perduli.
Obrolan pun masih berlanjut hingga makan siang. Sedari tadi hanya Elmeer yang diam saja. bahkan tidak tersenyum saat beberapa kali Adam membuat mereka semua tertawa dengan tingkah dan jawaban-jawaban Adam.
Elmeer merasa tidak senang ketika melihat Hana bisa tertawa lepas bersama laki-laki bernama Adam ini. Bahkan sesekali Adam memberikan pernyataan tentang perasaannya pada Hana. Ya walaupun Hana tidak menanggapinya dengan serius. entah kenapa rasana berada disituasi seperti ini jauh lebih sakit dibanding saat dia harus melepaskan Zafira untuk Almeer.
Selepas Makan. Adam meminta izin untuk mengajak Hana jalan-jalan berkeliling di Taman belakang. Adam mendorong kursi roda Hana dengan perlahan sambil menikmati indahnya taman. mereka pun memilih duduk di kursi taman. terlihat Adam dan hana yang asik mengobrol dan sesekali Hana tersenyum dan tertawa. entah apa yang membuat mereka tertawa. Namun melihat Hana yang tertawa lepas bersama Adam membuat Elmeer merasa kesal, takut dan juga ingin marah. jika ditanya kenapa. Elmeer sendiri tidak tau alasannya.
Melihat Elmeer yang terus memperhatikan Hana dan Adam dari jendela. Almeer memutuskan untuk menghampirinya.
"Kamu cemburu?" kata Almeer yang tiba-tiba berdiri disamping Elmeer.
Elmeer melihat kearah Almeer.
"Ngaco." Elmeer pun pergi begitu saja.
__ADS_1