
Prov Zafira
kring... Kring...
Zafira terbangun dari tidurnya saat mendengar Alarmnya berbunyi. dia lihat disekeliling kamarnya tidak terlihat laki-laki yang kini menjadi suaminya. Dia pikir setelah pembicaraan tadi malam akhirnya dia bisa memulai hubungan dengan baik. Tapi nyatanya dia tidak ada dikamar ini. Sebenarnya apa yang diinginkan suaminya itu.
Zafira pun turun dari ranjang tidurnya dan pergi kekamar mandi untuk mengambil wudhu. Dan melaksanakan rutinitasnya sholat tahajud.
Setelah merapihkan kembali alat sholatnya Zafira merenungkan kembali percakapannya dengan suami semalam. Ya dia memutuskan untuk belajar menerimanya setidaknya sebagai teman. Dia melihat disudut lemari ada beberapa tas yang dia tau itu milik suaminya. Dia berjalan mendekati tas-tas tersebut.
Sempat berfikir sejenak apakah sopan dia menyentuh barang-barang orang lain tanpa seizin yang punyanya. Tapi bukankah dia sudah menjadi suaminya? Lagi pula dia hanya ingin merapihkann pakaian suaminya kedalam lemari. setelah berfikir panjang dengan sedikit perasaan tidak enak Zafira memberanikan diri merapihkan barang-barang milik suaminya ke lemari.
Setelah hampir satu jam Zafira selesai merapikah baju-baju itu ke lemari dan merapihkan buku-buku dan kitab-kitab sang suami di rak buku. Zafira bergegas membersihkan diri dan kemudian melaksanakan sholat subuh.
Setelah selesai solat, Fira melihat Kang Almer terlihat bingung mencari sesuatu.
"Kang Almeer nyari apa?" tanya Fira
"cari tas. Kamu lihat?"
"baju-baju akang fira masukin kedalam lemari. Dan buku-buku akang ada dirak seleah sana. Untuk laptop ada diatas meja belajar. Maaf fira nggak sopan. Fira cuman mau bantu nata barang barang akang ditempatnya."
" "
"fira tau selama ini Fira keterlaluan. Pernikahan ini juga kerna persetujuan Fira. Disini akang sebagai penolongnya, tapi perlakuan fira ke akang keterlaluan. Fira pengen memperbaiki semuanya. Fira pengen belajar menerima pernikahan ini. Tapi mungkin fira butuh waktu untuk menerima akang seutuhnya sebagai suami. Apa akang mau menunggu nya?" kata fira dengan menundukan kepala.
"terimakasih sudah memberi kesempatan pada pernikahan ini. Tapi tolong jika kamu merasa tertekan dengan situasinya tolong lepaskan. Jangan buat kamu tersiksa. Terimakasih."
" apa aku boleh pinjam kamar mandinya?" kata Almeer
__ADS_1
"mulai saat ini kamar ini bukan cuma punya Fira tapi punya akang juga. Jadi akang nggak perlu minta izin untuk menggunakan apapun dikamar ini, tapi tidak dengan barang pribadi Fira. Akang bisa mengerti. ?"
"tentu saja. Terimkasih"
Almeer mengambil handuknya dilemari. dan segera pergi kekamar mandi. Namun sebelum pintu ditutup Fira bertanya
"akang mau minum apa? Kopi, teh atau apa?"
"expresso kalau nggak ada kopi pahit aja. Dan terimakasih"
Fira turun membuatkan kopi untuk Almeer. dan junga membuatkan cemilan untuk menemani minum kopi. Setelah 15 menit Fira kembali kekamarnya dengan membawa secangkir kopi dan juga sepiring pisang goreng.
Setibanya dikamar. Fira melihat Almeer yang tertidur di sofa dengan pulas. karena tidak tega memmbangunkannya Fira mengambilan selimut dan memakaikannya. Kemudian Fira kembali turun dan mulai membantu bibi membuatkan sarapan untuk semuanya.
"pagi sayang. Tidurnya nyenyak?" sapa bunda ratna
"pagi bunda. Alhamdulillah. Bundi sendiri gimana?" tanya Fira
"hemmm... Maafin Fira ya bun udah buat bunda khawatir. Fira janji nggak akan lakuin itu lagi. Emm.. Bun Fira rasa Fira mau kasih kesempatan deh buat pernikahan fira ini. Ya mungkin masih belum bisa seutuhnya tapi fira mau berusaha. Tolong bimbing Fira terus ya bun." kata Fira
"alhamdulillahirobbil alamin. Makasih sayang. Pasti sayang. bunda bakal terus ada untuk kamu. Bunda yakin Almeer laki-laki yang baik.
terimakasih sayang. Bunda seneng dengernya" kata bunda ratna sambil memberikan pelukan hangat yang membuat Fira merasa tenang.
Dibawah pohon yang rindang di halaman kampus,Fira Syfa dan Kiya duduk bersama sambil mebaca silabus materi untuk mata pelajaran selanjutnya.
"semalam kami bicara berdua" kata fira
"kami? Maksudnya kamu sama?" tanya syfa
__ADS_1
"iya aku sama kang Almeer"
"wow. Sebuah kemajuan. Akhirnya.. Emm kalian cuman mengobrol atau ada kegiatan lain?? "kata kiya dengan sedikit nada menggoda
"apa? Ayolah. Kami cuma ngobrol." kata Fira
"apa yang kalian omongin?" tanya syfa
"ya awalnya dia bilang minta maaf karena buat aku terkurung dipernikahan ini. Entahlah kenapa dia selalu menyalahkan pernikahan ini itu karena kesalahannya. Padahal jelas dia itu sebagai penolongnya."
"tentu karena dia laki-laki yang Gantelmen. laki-laki baik dan bertanggung jawab." kata kiya
"iya kiya benar. Dia bilang dia mau kita belajar memulai hubungan pertemanan? Kata Fira
"berteman? Bahkan kalian ini menikah, suami isteri?" kata kiya
"iya dia tau sulit buat aku menerima ini. Dia bilang dia nggak mau hubungan ini membuat aku tertekan. Seperti yang kalian tau dan karena itu dia bilang anggap dia sebagai teman semeperti kalian berdua. Dia nggak mau membebani aku drngan kewajian seorang isteri sebagai gimana mestinya. Dan dia juga ngasih aku kartu Atm dia bilang untuk keperluan aku. Walau dia bilang dia ingin menjadi teman tapi dia juga nggak mau mengabaikan tugasnya yang statusnya sebagai suami. Memberikan nafkah dan aku dengan berat hati menerimanya. Tapi aku ngerasa nggak pantes. Menurut kalian gimana?"
"menurut aku kamu terima aja permintaan dia. Setidaknya dia tidak akan merasa tersinggung dan berfikir kalau kamu tidak pernah menerima dia. Semoga kamu benar bisa menerima dia. Dia laki-laki baik. Dan kamu tau. Udah saat nya kamu buka hati kamu buat dia. Hilangkan perasaan dan pikiran kamu dari laki-laki b^jingan itu yang ninggalin kamu."
"iya syfa aku juga mau berusaha buat nerima nya. Semoga tidak sulit buat nerima dia."
"aku yakin dalam waktu dekat kalian akan saling cinta dan bisa jadi pasangan suami isteri sesungguhnya. Aku selalu ngedoain yang terbaik buat kamu Fira." kata kiya
"makasih ya kalian selalu ada buat aku"
"itu kan gunanya sahabat fir. Kamu juga selalu ada buat kita kok"
"bismillah ya.. " kata syfa
__ADS_1
"iya. Bismillah"