
"Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam"
Jawab Nadira dan Almeer serempak.
"Kalian?." kata Nadira.
Melihat Almeer yang sudah sadar bagai angin segar dipadang pasir. Rasa takut akan kehilangannya seketika leyap. Meski Zafira tau perasaan yang dia punya. tidak cukup membuat hubungan keduanya kembali seperti semula.
Mereka masih terdiam didepan pintu. Sampai akhirnya Nadira mempersilahkan mereka untuk masuk. Zafira dan Kiya pun masuk dengan membawa bungkusan.
Almeer tersenyum. Hatinya merasa sangat bahagia bisa melihat Zafira lagi. Wanita yang pernah menjadi bagian dari hidupnya. Wanita yang mungkin masih menetap di hatinya.
Mereka berdiri didekat ranjang tempat Almeer terbaring. Nadira terlihat begitu telaten menyuapi sang kakak meski sang kakak terlihat enggan memakannya.
"Bagaimana keadaan Kang Almeer?" tanya Kiya.
"Alhamdulillah sudah jauh lebih baik. terima kasih berkat doa tulus kalian. Allah SWT telah mengabulkan doa kalian sehingga saya bisa kembali sadar " kata Almeer
"Kita seneng Akang Almeer akhirnya sudah Sadar. kita benar-benar takut kalau sampai Akang tidak bangun lagi " kata Kiya
"Karena doa kalian semua akhirnya Saya mampu bertahan. Terimakasih juga karena kalian sudah bantu bawa saya kerumah sakit. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak" kata Almeer.
"Tidak perlu berterima kasih kang. justru kita yang harusnya berterima kasih ke Akang. karena Akang udah selamain sahabat kita Syfa." kata Kiya.
Almeer tersenyum. matanya terus melihat ke arah Zafira yang terus menunduk. hal ini juga terus diperhatikan Nadira. Entah kenapa Nadira merasa jika ada hubungan diantara mereka dimasa lalu.
"Sudah cukup dek. Sudah kenyang." kata Almeer menolak.
"nggak. pokoknya kakak harus habisin makanannya." kata Nadira bersikeras.
"Tapi De. Kakak beneran udah kenyang."kata Almeer meyakinkan.
"Nggak gak. gimana bisa kakak kenyang makan dua sendok bubur? . sedangkan kakak sudah sebulan nggak makan karena koma." kata Nadira bersikeras
"Dira benar kang. Akang harus makan dan minum obat biar cepat sembuh. Setidaknya lakukan itu untuk diri akang sendiri." kata Zafira. akhirnya Zafira ikut berbicara.
Almeer terdiam sambil terus menatap Zafira.
" Kakak dengarkan kata Zafira? " kata Nadira.
"oke Kakak habisin makanannya." kata Almeer akhirnya.
__ADS_1
Nadira tersenyum. ketika dia yang meminta Almeer masih bersikeras. Tapi saat Zafira yang mengatakannya. seketika Almeer langsung setuju. Hal ini membuat Nadira semakin yakin.
"Kak. Dira mau telpon Kakek dulu ya. Fira boleh minta tolong?" kata Nadira
"iya. katakanlah" kata Zafira
"Tolong bantu suapi Kak Zein. Dan pastikan Kakak menghabiskan makanannya. Lalu bantu kasih obatnya juga. Aku mau keluar sebentar buat telpon dan membeli beberapa makanan. mau kan? kata Nadira.
"suapin?" kata Zafira memastikan.
"iya. bolehkan?" kata Nadira.
"Apaan sih Dek. kenapa harus merepotkan Zafira segala. Kakak bisa kok makan sendiri." kata Almeer keberatan.
"Iya kakak emang bisa. Tapi Aku nggak yakin kalau Kakak bakal habisin makanannya. buktinya sudah dua jam Aku suapin Kakak. dan lihat makananya masih utuh. jadi mending Kakak disuapin sama Zafira ." kata Nadira.
Zafira bingung. Dia melihat kearah Kiya. dan Kiya mengangguk.
"Bagaimana Fira?" tanya Nadira
"Sudahlah Dek. jangan merepotkan orang lain. kakak bisa kok." kata Almeer
"Iya bisa." akhirnya Zafira memutuskan nya.
"beneran?" tanya Nadira
"Terima kasih Fira. Mohon tolong pastiin Kakak makan makanannya sampai habis. Aku titip kakak ya. nggak lama kok." kata Nadira lalu memberikan mangkuk berisi bubur.
"Aku tinggal sebentar ya Kak. inget harus dihabisin buburnya dan diminum obatnya. assalamualaikum" kata Nadira dan pergi setelah mengingatkan sang kakak.
Zafira memegang mangkuk tersebut. dengan perasaan bingung. Zafira mulai mengaduk sedikit demi sedikit buburnya. tangannya gemetar saat memegang sendok. kepalanya terus menunduk ke bawah.
Almeer terus memperhatikan Zafira dengan seksama. dia tau Zafira merasa serba salah. ada sesuatu yang seakan mengganjal dihatinya.
"Maaf merepotkan. taro aja mangkuk nya diatas meja situ nanti saya makan sendiri." kata Almeer merasa tidak enak hati.
Mendengar perkataan Almeer, Zafira tidak yakin Almeer akan memakannya. Sedangkan yang dikatakan Nadira benar. Almeer harus menghabiskan makanannya dan minum obat agar kondisinya lekas sembuh. dengan memantapkan hatinya Zafira dan mulai menyendokan bubur tersebut.
"nggak papa kang. akang harus makan sekarang. biar Fira suapin" kata Zafira
Zafira menyodorkan sendok makan yang sudah berisi bubur tersebut. tangannya gemetar saat memngang sendok tersebut. dan Zafira masih tetap menundukkan kepalanya. tangannya masing menggantung. menunggu Almeer menyambut makanan tersebut.
"Apa sudah ketemu koinnya?" tanya Almeer
__ADS_1
"Koin?" kata Zafira
"Iya. bukankah kamu lagi cari koin?" kata Almeer
"Enggak" kata Zafira
"Saya kira dari tadi kamu menunduk karena lagi cari koin. Enggak ya?" kata Almeer
Kiya tersenyum. Dia tau maksud omongan Almeer.
"Enggak kang."
"Terus kamu kenapa nunduk aja dari tadi?" tanya Almeer
"ishh apa sih kang. Cepat dimakan buburnya ini. tangga Fira pegel lama-lama menggantung gini. biar buburnya cepat habis." kata Zafira salah tingkah.
"Tapi saya nya disini bukan dibawah. kalau nyuapin orang itu. ya diliat atuh orangnya. masa yang diliatin lantai nya sih" kata Almeer
"ishh Akang. udah tinggal dimakan aja. tapi kalau nggak mau ya udah" kata Zafira yang ingin menarik kembali tangannya.
Namun sebelum Zafira menarik kembali tangannya. Almeer langsung memegang tangannya dan sontak membuat Zafira menoleh pada Almeer. pandangan keduanya bertemu. dan Almeer mulai mendekatkan mulutnya pada sendok berisi bubur tersebut. dan memakan bubur tersebut sambil menatap Zafira.
sungguh perasaan Zafira menjadi deg-degan. tidak pernah menyangka dia akan sedekat ini dengan Almeer disaat hubungan diantara mereka sudah berakhir.
"hemmm enak. manis" kata Almeer.
Zafira langsung menarik kembali tangannya setelah Almeer memakan buburnya. dia tersipu melau saat Almeer menatap nya. tatap yang sama yang dia rindukan sejak bertahun-tahun.
Kiya bingung saat Almeer bilang manis. bubur itu putih tidak diberi tambahan kecap. yang dia yakini rasanya pasti hambar. tapi kenapa Almeer bilang rasanya enak dan manis. mungkinkah rasa enak yang dirasakan Karena disuapi oleh orang yang dicinta. dan manis yang dimaksud bukan rasa buburnya tapi orang yang menyuapinya.
"ini yang manis buburnya atau orang yang nyuapin nya?" tanya Kiya usil
sontak saja membuat wajah Zafira bersemu. karena Zafira juga bertanya tidak mungkin bubur putih yang rasanya hambar ini menjadi manis.
Almeer tersenyum. ternyata Kiya sangat peka. dan melihat reaksi Zafira yang tersipu membuatnya senang. karena menambah kecantikan wanita tersebut. Almeer tau jika saat ini Zafira sedang merasa malu. namun melihat Zafira yang merona seakan menjadi kebahagiaan tersendiri baginya.
"Fira demam?" tanya Almeer sambil tersenyum tipis.
"tidak" jawab Zafira
"terus kenapa wajah Fira mereh? seperti tomat matang" kata Almeer
Kiya tersenyum. bisa-bisanya Almeer menggoda Zafira yang sedang salting.
__ADS_1
"isshh apaan sih kang." kata Zafira masih terus menyuapi Almeer.
Zafira terus berusaha menghindari kontak mata dengan Almeer agar tidak semakin membuatnya gugup. sambil terus berusaha menekan perasaannya yang membuncah. diaharus bisa menahannya. biar bagaimanapun ada hati yang harus dia jaga.