Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Jangan Cemburu !


__ADS_3

"Itu Kak Hana kenapa?" kata Nadira.


"eh iya. Kok jalannya kayak pincang gitu?" kata Anis.


Elmeer terlihat membantu memapah Hana. Almeer pun melihat kearah Hana yang ternyata memang sednag dipapah oleh Elmeer. Almeer menjadi Khawatir. Almeer pun berjalan mendekati Hana.


"Kaki kamu kenapa?" Almeer langsung berjongkok untuk melihat kaki Hana.


Dari jarak yang cukup jauh Zafira melihat Almeer yang berjongkok. terlihat Almeer bergitu perhatian pada Hana. Zafira pun merasa penasaran apa yang sedang terjai. Zafira tidka ingin berfikir macam-macam menyikapi perhatian suaminya pada orang lain yang bisa dibilang terlihat berlebihan. Zafira berusaha berfikir jika perhatiannya karena mereka bersahabat sejak lama.


"Kok bisa jadi berdarah kayak gini sih? kenapa nggak hati-hati?" kata Almeer terlihat sangat khawatir.


"Nggak apa-apa Zein. cuma luka kecil" kata Hana terlihat menyepelekan luka dikakinya.


"Tadi dia nggak sengaja nginjek cangkang keong." kata Elmeer.


"Bisa nggak sekali aja. nggak nyepelein luka. luka kayak gini itu bukan luka kecil. bisa infeksi tau. tarus nanti kalau lukanya memburuk bisa diamputasi kaki kamu tau?!" kata Almeer sedikit mengomel..


"Sembarangan kalau ngomong." kata Hana kesal


"Mending kita bawa Hana ke rumah sakit buat di cek luaknya" usul Elmeer

__ADS_1


"iya bener." kata Almeer setuju.


Almeer dan Elmeer pun membantu Hana. mereka berjalan perlahan kearah teman-teman yang lain. yang lain terlihat khawatir saat melihat kaki Hana dibalut oleh sobekan baju Elmeer.


"Ya ampun Ka. Kaki Kaka keluar darahnya nggak berhenti." kata Nadira


"Nggak apa-apa Ra. cuma luka kecil aja kok" kata Hana menenangkan Nadira.


"Kalau cuman luka kecil nggak akan ngeluarin darah sebanyak itu" omel Almeer.


"Kamu aja yang berlebihan Zein. orang cuman luka kecil" bela Hana.


"Nggak Hana. Kang Almeer bener. Luka kamu besar itu darahnya sampe merembes gitu. mending kita ke rumah sakit ya." kata Zafira.


"Stop keras kepala !. nggak mau denger alasan apapun. kita kerumah sakit sekarang!" kata Almeer tegas.


Semua orang diam. Almeer yang memang dikenal tegas tapi tidak pernah berbicara dengan nada keras kini justru bicara dengan keras pada Hana karena rasa khawatirnya. Entah kenapa ada perasaan sedih menyelinap kedalam hati Zafira.


"Iya Hana.. kita keruma sakit sekarang ya. ini demi keselamatan kamu juga" kata Elmeer ikut membujuk.


"Iya. oke aku setuju." Akhirnya Hana mengalah.

__ADS_1


Almeer, Elmeer Zafira dan Hana berada dalam satu mobil. Mereka pergi kerumah sakit mengantar Hana. Hana dan Zafira yang duduk di kursi belakang hanya diam. mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Hana merasa tidak enak hati pada Zafira. karena dia terluka Almeer terlihat sangat mengkhawatirkan keadaannya sehingga lupa pada perasaan sang isteri. Hana dapat membaca perasaan yang Zafira rasakan saat ini dari raut wajahnya. Hana merasa yakin jika saat ini Zafira merasa cemburu dan juga sedih karena Almeer berlebihan mengkhawatirkan keadaannya.


Sedangkan Zafira sendiri berusaha mengubur perasaan cemburunya. Zafira berusaha keras untuk mengerti perasaan khawatir Almeer pada Hana. walau dalam hati kecilnya tidak bisa dipungkiri dia merasa sedih dan cemburu. dan terbesit selintas pikiran yang membuatnya semakin overthinking.


"Astaghfirullah. Kamu ini kenapa Ra. nggak seharusnya kamu cemburu. hubungan mereka sudah ada bahkan jauh sebelum aku mengenal Kang Almeer. jdi wajar lah Kang Almeer begitu mengkhawatirkan keadaannya" kata Zafira dalam hati.


Sesekali Zafira melihat kearah sang suami yang terus menengok kebelakang. raut wajah sang suami yang terlihat sang khawatir. bisa mengambarkan sedikit banyak perasaannya. entah kenapa Zafira merasa bahwa seakan ada cinta yang tersembunyi. yang tidak pernah disadari. apakah mungkin jika sebenarnya yang dicintai suaminya adalah Wanita yang saat ini ada disampingnya. namun sang suami tidak menyadari perasaannya. hingga terbesit perasaan rasa bersalah karena berada diantara hubungan mereka berdua.


"Bisa cepat sedikit nggak Syam. Darahnya terus keluar. nanti Hana bisa kehabisan darah. cari stok darah Hana itu susah." Kata Almeer terlihat gusar.


"Iya Zein. sabar. kita jua harus mentingin keselamatan kita. sebentar lagi juga kita sampe. tenang ya" kata Elmeer berusaha menenangkan Almeer.


Perasaan Hana menjadi semakin tidak enak. diam-diam Hana terus memperhatikan Zafira. raut wajahnya menjadi pendiam dan sedikit murung. seakan jelas mengambarkan perasaan Zafira saat ini. Zafira berusaha keras menyembunyikan perasaannya. dibalik senyuman yang dilemparkan padanya justru tersimpan luka dan rasa cemburunya.


"Jangan Cemburu Ra !. inget nggak boleh cemburu. Nggak Boleh. ! " kata Zafira dalam hati. mengingatkan hati dan pikirannya sendiri


Hana memegang tangan Zafira. seketika Zafira menoleh. Hana tersenyum hangat pada Zafira. seakan mengatakan sesuatu.


"Sabar ya sebentar lagi kita sampai. Kamu masih bisa bertahan sebentar kan?. apa lukanya terasa sangat sakit?" tanya Zafira.

__ADS_1


Hana tersenyum. betapa beruntungnya Almeer memiliki wanita Sholehah seperti Zafira.asih perduli pada orang lain diasaat dia sendiri merasa terluka dan cemburu pada orang itu.


"Nggak Ra. lukanya tidak terlalu sakit. makasih ya." kata Hana tersenyum tulus.


__ADS_2