
Segala persiapan pesta pernikahan Zafira dan Elmeer sedang gencar dilakukan. Baik dari tempat, Dekor, undangan, makanan bahkan kostum. Saat ini kedua keluarga inti sednag berkumpul disebuah batik ternama di kota Kembang untuk ngepas Baju.
Nenek, Kakek, Nadira, Almeer, Ayah Damar, Bunda, Ummi dan juga Kiyai Rahmat baru saja selesai menjajal baju seragam mereka. saat ini mereka sedang menunggu kedua pengantin yang sedang menjajal baju mereka. sambil menunggu Almeer memeriksa pesan yang masuk ke ponselnya. Almeer juga menyempatkan untuk mengurus beberapa berkas penting yang akan dia bawa ke Arab nanti.
"Subhanallah. cantik nya kamu Nak." decak kagum Nenek saat melihat Zafira keluar dengan menggunakan gaun pengantin wanita
"Iya kak. kayak Bidadari baru turun dari kahyangan. Bener-bener cantik. ya Kan Kak Zein" kata Nadira. Membuat Zafira tersipu malu.
"Ya Allah. Putri Ummi cantik sekali" decak kagum Ummi.
Almeer yang sedari tadi fokus dengan ponselnya tidak memperhatikan sekitarnya.
"Kak.. Ih.. Ditanya juga. Dari tadi sibuk sama Hp Aja! . Gimana menurut Kakak, Fira cantik nggak?" kata Nadira.
Almeer pun menengok ke arah Zafira. Almeer terpesona akan keanggunan Zafira. Dalam balutan gaun pengantin berwarna putih itu semakin menambah aura kecantikan Zafira.
"Subhanallah. Kamu bukan hanya cantik tapi sangat cantik Fira. Syam beruntung bisa memiliki wanita secantik dan sebaik kamu." Kata Almeer dalam hati.
"Kak. yah. Dia malah nunduk. Gimana cantik nggak" kata Nadira.
"eh.. em... Iya" kata Almeer canggung.
"Iya apa? tanya Nadira yang kurang puas dengan jawaban yang diberikan Almeer.
"Iya cantik dek. Sangat cocok dengan Almeer yang terlihat gagah. mereka pasangan yang sangat serasi" kata Almeer. meski dengan nada biasa. Namun sejujurnya Almeer terluka dengan apa yang barusan dia ucapkan.
"thanks Brother." kata Elmeer senang.
Almeer tersenyum diatas luka hatinya.
"Zein. Boleh minta tolong?" kata Elmeer.
"Ya. ngomong aja" kata Almeer.
__ADS_1
"Tolong fotoin kita ya. Pake handphone Loe aja. terus Loe kirim ke Gue" kata Elmeer.
Sejujurnya Almeer keberatan dengan permintaan Elmeer. Tapi dia tidak enak hati untuk menolaknya. Nadira mengerti jika sang kakak merasa keberatan dengan permintaan itu. Dia berinisiatif menawarkan diri untuk menggantikannya. Nadira mulaibmenggambil beberapa jepret gambar. Dan menunjukan hasilnya pada Elmeer. Namun Elmeer merasa kurang puas dengan hasil jepretan Nadira. dia merasa jika Almeer yang mengambilkannya pasti hasilnya lebih bagus. karena Almeer tau cara ambil Engle yang bia membuat foto terlihat lebih alami natural dan bagus.
"Bagus sih. Tapi Engle nya kurang pas. bisa tolong Fotoin nggak Zein. Kamu kan paling jago soal foto-foto." kata Elmeer.
"Boleh" kata Almeer akhirnya dengan sedikit menekan perasaannya.
Almeer pun memulai mengambil beberapa jepret Foto dengan Engle yang berbeda-beda. dan saat Almeer menunjukan hasil jepretannya. Elmeer langsung berdecak kagum. karena Engle yang diambil Almeer membuat fotonya terlihat sangat. bagus.
Merekapun berlanjut mencoba gaun pengantin yang Lainnya. Saat sedang menunggu tiba-tiba Hana datang.
.
"Assalamualaikum." ucap Hana.
"Waalaikumsalam" jawab mereka serempak.
"Hana kamu kapan Dateng? kenapa nggak kasih tau dulu. kan bisa aku jemput?" kata Almeer. Namun sayangnya Hana tidak menghiraukan Almeer sama sekali.
"Kak Hana apa kabar? Dua Bulan nggak ketemu Aku kangen tau Kak. oh ya kapan Kakak Dateng?" tanya Nadira.
"Hana. Anak cantik. anak Baik Nenek juga kangen banget sama Kamu. Kamu apa kabar?" kata Nenek.
"Alhamdulillah baik Nek. Hana juga kangen banget sama Nenek. Hana baru aja sampe dan langsung ke sini" kata Hana.
Almeer merasa saat ini ada hal penting yang ingin dibicarakan Hana. Tapi kenapa dia terlihat sedang marah padanya. Almeer bingung sebenarnya Hana kenapa? Kenapa Hana mendiaminya?
Tak berselang lama Zafira dan Elmeer keluar dengan pakaian pengantin yang lainnya. Hana yang melihaynya pun sedikit kaget. Sekarang dia mengerti akan satu hal.
"Hai Fira. Kamu cantik banget pake gaun itu" kata Hana.
"Hai Hana. Makasih. Kamu kapan dateng?" tanya Zafira.
__ADS_1
"Baru sampe" kata Hana.
"Zein. Aku mau ngomong sama kamu" kata Hana dengan nada bicara yang terdengar dingin dan sarat akan perintah.
"Mau ngomong apa?" tanya Almeer.
"Kamu yakin mau Aku omongin disini?. Didepan semuanya?" kata Hana.
Almeer yang merasa ada hal yang tidak benar pun langsung berdiri. Sepertinya ada hal yang sangat penting yang ingin dibicarakan.
"Semuanya. Almeer bicara sama Hana dulu diluar. Nanti kalau mereka sudah selesai fitting kalian mau pulang duluan. Nggak Apa-apa. Almeer sama Hana pergi duluan ya. Assalamualaikum" kata Almeer.
Setelah mereka berdua pamitan mereka pun pergi.
----------------
"Bisa kamu jelasin. Kenapa Kamu mau pindah Ke Arab? Kenapa Kamu mau ninggalin keluarga kamu lagi. Disaat mereka bahkan sudah tau tentang kondisi kamu sebenarnya?!" kata Hana sedikit kesal.
Almeer berfikir sejenak. Dari mana Hana tau tentang ini semua. Bahkan Hana tau jika keluarganya sudah tau tentang kondisi dan trauma yang dia miliki.
"Nggak perlu masang wajah bodoh kamu itu. Dan nggak usah pura-pura bingung kenapa Aku bisa tau. Kamu juga tau. Tidak ada satupun hal yang terjadi sama kamu yang Aku nggak tau. Sekarang jawab aja pertanyaan aku" kata Hana semakin marah.
Almeer diam. Dia tidak ingin memancing kemarahan Hana. Dia tau saat ini Hana sedang sangat marah saat mendengar tentang rencana nya ini. karena menjelaskan pada Hana pun rasanya percuma.
"Untuk apa kamu pergi? untuk menghindar dari kenyataan atau justru untuk menyembuhkan lukamu? katakan Almeer!" Kata Hana.
Tepat sasaran. Ya. tebakan Hana sangat tepat sasaran. Almeer sendiri pun tidak bisa menyangkal kedua alasan tersebut.
" Berhenti Zein. Cukup sampai disini. Coba untuk mulai memikirkan kebahagiaan mu. Berhenti mengkhawatirkan perasaan dan kebahagiaan orang lain dengan mengorbankan kebahagiaanmu. Berulang kali Kamu terluka dengan sikapmu ini. Sampai kapan Kamu mengerti, Kalau Kamu sudah sangat Dzolim sama diri Kamu sendiri" Kata Hana menggebu-gebu.
Sesak rasanya melihat Sahabatnya terus menderita. mengorbankan kebahagiaannya demi orang lain. Almeer baginya bukan hanya sahabatnya. Tapi juga saudara baginya. Setelah apa yang dilakukan Almeer untuknya. terlebih setelah Dia tau ternyata ada jantung Mamanya Almeer didalam tubuhnya. Hal ini membuatnya merasa jika Almeer dan juga Nadira adalah adiknya. Kasih sayangnya sama seperti Kasih sayang Kakak ke adiknya. Bahkan seperti Kasih sayang ibu kepada anak-anaknya.
"Sekarang kamu pilih. Jujur pada mereka semua tentang segalanya. Termasuk pada Elmeer. atau Aku Bongkar semuanya pada mereka. Dan Kamu tau apa resikonya nanti seperti apa. Jika kebenaran itu terbongkar dari mulutku. Ingat tidak ada yang bisa menghentikan Aku untuk mengungkap semuanya. Bahkan Kamu pun tidak!" Kata Hana.
__ADS_1
Almeer kaget. Almeer tau ini bukan gertakan jempol semata. Hana pasti akan melakukannya. Tapi kedua pilihan itu sangat sulit baginya. Almeer tidak tau apa yang harus dia lakukan?. dan sepertinya Hana sudah sangat yakin untuk melakukannya.
Disisi lain Elmeer yang sedari awal menguping pembicaraan mereka berdua merasa jika dia harus cari tau kebenaran apa yang selama ini dirahasiakan Almeer darinya. Dia merasa harus tau hal ini. Dia bertekad untuk mencari tau semuanya.