
Prov Almeer.
"Oke tuan Edward. Saya percayakan tanggung jawab perusahaan ini pada tuan. Saya akan pantau terus perkembangan. Dan setiap langkah yang akan diambil saya pastikan saya pasti tau." kata Almeer
"Saya janji akan lakukan yang terbaik untuk perusahaan ini"
"saya percaya Kamu. Sekali lagi selamat." kata Almeer sambil mengulurkan tangannya pada sang orang kepercayaannya.
...----------------...
Didalam kamar Almeer sedang memasukan satu per satu barang-barang pribadinya kedalam koper. merapihkan baju, buku. Semua sudah selesai. Hanya ada dua hal yang belum dibawa.
Dia duduk ditepi ranjang. Membuka laci kecil disamping tempat tidurnya. Terlihat sebuah kotak berudu berwarna hitam. Dan juga ponsel. Dia ambil keduanya.
Perasaannya membucah. Rindu yang selalu dia tekan selama dua tahun setengah ini sudah tidak mampu dia bendung lagi. Dia buka kotak tersebut terlihat sebuah cincin perak. Dia ambil cincin itu dari kotaknya. Dia pandangi cincin itu.
benar kata orang rindu itu seperti racun. Yang perlahan namun pasti mempu melumpuhkan dan membuat orang menjadi tidak berdaya.
Kini Almeer akan kembali. Namun apakah nanti Almeer akan bertemu kembali dengannya. Walau mudah saja dia untuk bertemu. Namun rasanya Almeer tidak akan sanggup melakukannya.
"apa kamu sudah bahagia sekarang?" tanya Almeer. Seakan dia sedang berbicara dengan seseorang.
__ADS_1
Almeer menghela nafas. Kemudian dia tutup kembali kotak tersebut kemudian dia masukan kedalam saku koper.
...----------------...
akhirnya setelah perjalanan panjang. Almeer sampai di Jakarta. Dia sengaja tidak memberitahu kepulangannya kepada siapapun. Karena dia berniat untuk memberi kejutan.
Macet. Adalah rutinitas biasa di ibu kota. Asap kendaraan dan keadaan jalanan yang sangat padat membuat laju kendaraan melambat bahkan terhenti.
Setelah menempuh perjalan yang sangat melelahkan. Akhirnya Almeer sampai di rumah. Kehadirannya disambut bahagia oleh para pekerja.
"Selamat datang kembali tuan muda. Akhirnya tuan muda kembali lagi ke rumah ini." kata salah satu satpam
"terimakasih. Oh ya bagiamana keadaan kalian semua? Oh ya Nenek sama Kakek ada?" kata Almeer.
"kabar kami baik. Dan semua aman terkendali. Dan Nona sama Tuan besar ada didalam tuan" kata satpam.
Almeer masuk kedalam rumah. kedatangannya disambut bahagia oleh para asisten rumah tangga. Bahkan si mbok pun terharu. Akhirnya mereka bisa bersama lagi setelah dua setengah tahun mereka berpisah kembali. Almeer bahagia akhirnya dia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya setelah menyelesaikan segala urusannya dengan Black Monst.
"Zein?" terdengar suara Kakek dari arah taman samping.
Almeer berbalik badan. Terlihat sang Kakek dan Nenek baru saja dari taman. Yang sengaja dia buat untuk menghiasi halaman samping. Almeer berjalan menghampiri Nenek dan Kakek.
"assalamualaikum Nek, Kek. Apa kabar?" kata Almeer setelah mencium tangan mereka.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik. Tapi kenapa kamu kurusan?" kata Nenek.
"ahh. Ayolah Nek. Baru sebulan nggak ketemu masa iya badan Aku bisa berubah kurusan." Kata Almeer.
"iya. Bener kan sayang,, Almeer kurusan sekarang?" kata Nenek meminta pendapat Kakek.
"iya sih. Tapi kan biasa sayang. Almeer kan disana sibuk urusin kerjaan biar cepet bisa kesini. Dan terbuktikan. Dia datang jauh lebih cepat dari yang kita bayangkan" kata Kakek.
"ah kalian ni sama saja. Kalau masalah kerjaaan aja pasti klop. " kata Nenek sedikit merajuk.
"udah, udah. Oh ya Saz sama Syam mana?" kata almeer.
"Mereka lagi ke Bandung. Katanya sih ke acara lamaran" kata Kakek.
"oh.. Kekek coba telpon Nadira. Sekalian minta dia buat share lokasi nya. Tapi Kakek jangan bilang kalau Aku udah di Jakarta.
Kakek pun menelpon Nadira. dan Kakek pun mendapatkan share lokasi dari Nadira.
"yasudah Almeer mau susul Saz sekarang ya kek. Tapi Almeer ganti baju dulu" kata Almeer.
"loh kamu mau kemana? Kamu baru aja sampe. Pasti kamu cape" kata Nenek.
"nggak kok Nek. Aku mau kasih kejutan buat mereka" kata Almeer.
__ADS_1
"tapi nggak harus kesana. Kan bisa tunggu mereka datang" kata Nenek
"nggak apa-apa Nek. Nanek nggak usah khawatir ya. Aku siap-siap dulu. Bye Nenek cantik" kata Almeer lalu langsung pergi ke kamarnya yang ada di lantai dua.