
Sabtu siang. Zafira, Syfa dan Kiya dan Anis sedang duduk bersama didalam sebuah masjid da daerah Jakarta timur dalam sebuah perkumpulan pengajian. Dibarisan jamaah wanita yang disekat oleh tirai pembatas wanita dan laki-laki mereka sedang mendengarkan tausiah agama yang disampaikan oleh seorang ustadz muda.
Mereka mendengarkan dengan seksama tausiyah agama tersebut. Namun mendengar suaranya Zafira merasa tidak asing dengan pemilik suara tersebut. Entah mengapa hati Zafira terasa deg-degan mendengar suara sang mubaligh. Siapakah gerangan sang mubaligh?. Mengapa Zafira seakan merasa dekat dengan sang pemilik suara tersebut?.
Tiga jam sudah pengajian berlangsung. Sang mubaligh pun mengakhiri pengajian kali ini dan menutup pengajian dengan doa bersama.
Setelah pengajian selesai Zafira, Syfa, Kiya dan Anis memutuskan unfuk solat Ashar terlebih dahulu sebelum meninggalkan masjid. Syfa yang sudah selesai sholat Ashar lebih dulu. Memutuskan untuk membeli siomay yang berjualan diseberang jalan masjid sambil menunggu teman-temannya selesai sholat.
Fira, Kiya dan Anis yang sudah selesai sholat pun keluar dari dalam masjid.
"Syfa kemana sih?" tanya Kiya
"Tadi dia bilang mau beli siomay dulu didepan." kata Anis.
Tak berapa lama Almeer keluar dari dalam masjid bersama dengan pemuda yang diketahui namanya Farhan.
"Terimakasih banyak Ustadz sudah berkenan mengisi kajian dimasjid ini" kata pemuda tersebut.
"Sama-sama. Panggil saja Al. rasanya aneh jika dipanggil Ustadz." kata Almeer.
Anis merasa kaget saat melihat Almeer bersama dengan Farhan. Dia juga tidak menyangka jika yang mengisi kajian tadi adalah Almeer. Pantas saja dia merasa tidak asing dengan suara tersebut.
"Kak Zein. Kok Kakak ada disini? Jangan-jangan yang ngisi kajian itu Kakak? Tapi kok Kakak bisa kenal sama Kak Farhan?" kata Anis
Almeer sendiri kaget saat melihat Anis bersama dengan Fira dan Kiya ternyata ikut kajian dimasjid ini.
"Kamu kenal dengan Ustadz Al?" tanya Farhan.
"Iya Kak. Kak Zein ini Kakak angkat Aku. Kok kalian bisa saling kenal?" tanya Anis
"Wah ternyata dunia sempit juga ya. Saya kenal ustadz Al sewaktu di Rusia. Dulu saat saya bekerja dikantor kedutaan di Rusia saya sering ikut kajian yang diisi oleh Ustadz Al disalah satu masjid besar disana. Saya Sangat kagum ternyata ada ustadz muda hebat dari indonesia yang berhasil melanjutkan pendidikannya disana." kata Farhan.
"Jangan berlebihan. Saya Hanya mencoba sharing ilmu kepada saudara-saudara semuslim disana." kata Almeer.
Zafira diam-diam semakin mengagumi Almeer. Ternyata dibalik sosoknya yang sangat misterius terkuat bahwa dia adalah pribadi yang sangat baik.
__ADS_1
"Sudah satu tahun semenjak saya kembali ke indonesia saya tidak bertemu dengan ustadz. dan Saat saya mendengat ustadz Al sudah kembali keindonesia saya langsung menghubungi beliau untuk mengisi kajian dimasjid ini . Untuk Sementara waktu sampai Ustadz Adi kembali dari Kairo. Bisa kan ustadz?" kata Farhan
"Saya tidak bisa janji. Tapi insyaallah jika saya sehat, dan senggang saya akan datang." kata Almeer.
"Terimakasih ustadz." kata Farhan.
"Sama-sama" kata Almeer.
"Maaf Ustadz. Karena masih ada urusan lain Saya pamit duluan ya. Kita ketemu pekan depan ya Ustadz. Saya duluan semua. Assalamualaikum"
"isnyaallah. hatichati. Waalaikum salam" kata Almeer.
Farhan meninggalkan mereka. Kini tersisa Almeer, Zafira, Kiya dan Anis. Zafira hanya bisa menunduk. Berusaha mengendalikan hatinya.
"Ya Allah kenapa semakin Hamba berusaha menjauhinya, kenapa rasanya semakin sulit" gumam Zafira dalam hati.
"Setelah ini kalian mau kemana?" tanya Almeer
"Abis ini kita mau nemenin Syfa fitting baju sekalian ngepas baju bridgessmaid buat kita. Kakak juga kan ngepas baju?" kata Anis
"Owh.. Nggak. Kakak sudah kasih ukuran nya saja. Jadi nggak perlu ngepas baju lagi. Takutnya nanti ada kejadian salah sangka lagi yang ada Kakak dikira pengantinnya." kata Almeer. Sambil melihat kearah Zafira yang terus menunduk.
"Fira, apa benar acara lamaran Kamu dengan El ditunda?" tanya Almeer
"Iya Kang" kata Fira sedikit canggung saat membahas tentang hubungannya dengan El.
"Kenapa?" tanya Almeer.
Zafira bingung menjawabnya.
"Mungkin Fira masih butuh waktu untuk mengenal Pak El. Karena mereka saja baru kenal." kata Kiya.
"Iya. Semoga bila waktunya tiba, kamu sudah benar-benar siap menerimanya sepenuhnya." kata Almeer.
Zafira hanya diam.
__ADS_1
"Saya duluan ya. Kalian hati-hati dijalan. Assalamualaikum." kata Almeer pergi meninggalkan mereka.
karena menunggu Syfa yang tak kunjung datang mereka memutuskan untuk menunggu didalan mobil. Saat mereka sampai didepan parkir mobil dan hendak masuk kedalam terdengar suara dentuman keras. Seakan sedang terjadi tabrakan.
"Asstaghfirullahal adzim suara apa itu?" kata mereka serentak.
"Ayo kita liat"
Mereka pun kekuar dari kawasan halaman masjid. Dan tidak jauh dari sana terlihat kerumunan orang- orang dan juga mobil yang sedang diamuk masa. Mereka pun berlari menuju kerumunan tersebut.
"Tolong bantu panggil ambulan. Dia Teman saya. Ka bangun Ka" kata seseorang
Zafira, Kiya dan Anis merasa kenal dengan suara tersebut mereka pun menerobos kerumunan tersebut.
"Astaghfirullahal adzim. Kak Zein" Anis begitu kaget melihat siapa yang tergeletak dditanah dengan bersimbah darah.
"Kak bangun. Tolong siapapun panggil Ambulan." kata Anis terlihat sangat panik.
Zafira segera mengambil inisiatif menyanggah kepalanya dan sedikit menekan pendaran yang terjadi dikepalannya. Zafira bergetar. Seluruh tubuhnya terasa lemas. Dia tidak bisa mengendalikan emosinya sehingga membuatnya menangis. Dia sangat takut terjadi hal buruk dengan kondisi Almeer.
"Bertahan lah kang Fira mohon" kata Fira.
Almeer tidak sadarkan diri. Aliran darah segar mengalir dikepalanya. Anis berusaha mengecek denyut nadi Almeer. bersyukur denyut Nadi Almeer masih bisa terasa walau sangat lemah.
"Bertahan lah ka. Anis mohon Kakak harus bertahan" kata Anis sambil menangis.
Tak berselang lama Ambulance datang. Tim kesehatan segera melakukan pertolongan pertama dan membawa Almeer kedalam Ambulance.
"Anis masuk kedalam Ambulance."
"Aku ikut kedalam Ambulance ya." Pinta Fira pada Anis.
"iya." kata Anis
"Kalian susul bawa mobil aku" kata Fira pada Syfa dan kiya. Dan juga memmberikan konci mobilnya
__ADS_1
Mobil ambulan pun berangkat. Dengan suara sirene yang menggema. Mobil ambulance pun melaju dengan cepat.
Syfa dan Kiya meminta para warga yang membantu untuk membawa pelaku tabrakan kekantor polisi untuk diproses. Kemudian mereka pun menyusul