Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Persiapan.


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan diri dan sholat isya. Zafira Kiya dan Syfa bersiap untuk istirahat. Namun tiba-tiba ponsel Zafira mendapatkan notifikasi. Zafira pun membuka ponselnya.


'nomor siapa ya?' tanya Zafira dalam hati


"siapa ra?" tanya Kiya.


"nggak tau. Nghak ada namanya" kata Zafkra


Zafira pun membuka pesan tersebut.


Malam. terimakasih sudah memenuhi permintaan Nenek.


(El)


^^^iya pak. Sama-sama.^^^


^^^Terimakasih atas makan malamnya.^^^


Maaf untuk yang tadi.


^^^Iya, Nggak masalah pak.^^^


^^^jangan terlalu dipikirin pak.^^^


Apa saya ganggu?


^^^Nggak pak. Pak El sudah sampai rumah?^^^


Sudah baru sampai.


Emmm.. Berasa tua saya dipanggil bapak. Bisa panggil El aja nggak?


^^^Rasanya nggak etis kalau^^^


^^^saya panggil Nama aja pak^^^


Ya setidaknya


jangan panggil bapak.


^^^Oke saya panggil kakak aja. Boleh?^^^


Ya itu lebih baik.

__ADS_1


Melihat Zafira yang sibuk membalas chat membuat Syfa dan Kiya menjadi kepo. mereka pun membaca chat tersebut.


"siapa sih?" tanya Syfa


"pak El" jawab Zafira


"owh.. Ada apa? Tumben chat. eh tapi kok pak bos punya no loe sih?" tanya Kiya


"tar, El yang dimaksud itu Kakak sepupu Nadira kan?." tabya Syfa.


"iya bener" jawab Kiya


"owh ternyata dia bos kalian. Berarti Nadira itu orang kayak dong?" tanya Syfa.


"lebih dari kayak sih. Soalnya kemarin aja itu waktu kita diundang kerumah Nenek nya besar banget tau. Kayak istana aja." kata Kiya antusis.


"iya Aku nggak nyangka dibalik sikap dan penampilan Nadira yang sederhana ternyata dia orang yang mampu." kata Zafira.


"iya. Sama kayak kamu ra. Baik, sopan pintar dan apa adanya. Walaupun kamu dari kalangan berada tetap rendah hati. Bener-bener wanita sholeha deh" kata Syfa.


"kalian ini. gue mah jauh dari wanita solehan. Buktinya aja gue gagal jadi isteri yang baik dan sholeha buat Kang Almeer." kata Zafira tiba-tiba sedih teringat Almeer.


"duh... Malah sedih deh. Maaf ya, jadi buat loe inget Almeer deh. Maaf ya. Udah dong jangan terus-terusan salahin diri loe sendiri. Inget loe harus move on. Kan itu salah satu alasan loe memilih kerja di jakarta agar bisa lupa sama masa lalu kan?" kata Kiya


"oh ya ra, kok El bisa tau ya no telpon loe?" kata Syfa berusaha mengalihkan pembicaraan.


"nggak tau juga sih. Mungkin pas waktu gue hubungi dia waktu itu dia save nomor gue." kata fira


"hmm bisa jadi sih." kata syfa.


"kayaknya pak bos suka deh sama loe" kata Kiya


"hussshh.. Ngawur. Mana mungkin lah. udah deh nggak usah mikir yang aneh-aneh" kata Zafira.


"tapi kalau diliat dari chatnya pak El sih ya mungkin dia cuma mau kenal aja kali ya. Atau mungkin juga dia mau kenal loe lebih dekat" kata Syfa.


"udah deh ah. Mending kita istirahat aja. Besok kan kerja. Istirahat, istirahat" kata Zafira


Zafira yang enggan membahas hal itu pun mengajak sahabat-sahabatnya istirahat.


...****************...


Menjelang hari ulang tahun Ibu Aminah. Nadira semakin sibuk mengurus segala persiapannya. Syfa, Kiya, dan Zafira pun turut diminta untuk membantu Nadira. Dan dengan senang hati mereka membantu mereka.

__ADS_1


disaat mereka sedang menyusun dan menghias ruang tamu. Tiba-tiba terdengar suara orang yang mengucapkan salam.


"assalamualaikum" terdengar suara laki-laki yang mengucap salam.


"waalaikumslam" jawab mereka serempak.


"Kak Shraf, Kak Altaf. Kalian udah sampe?" kata Nadira yang terlihat bahagia dengan kedatangan mereka.


" iya dong. Oh ya ibu belum pulang?" kata Ashraf.


"belum. Acaranya selesai besok. Ka Anis yang temenin ibu." kata Nadira.


"merek Siapa?" tanya Altaf.


"oh ya kenalin mereka temen-temen dira. Fira,syfa dan Kiya. Mereka juga sering datang ke panti ini. Makanya mereka mau bantu-bantu disini." kata Nadira


"terimakasih sudah mau ikut membantu" kata Ashraf.


"sama-sama" jawa mereka bertiga.


"loh kalian cuma berdua aja?" tanya Nadira.


"iya. Tadi kami janjian di bandara. Kenapa dira nunggu Ali ya?" tanya Altaf.


Nadira menggelengkan kepalanya. Walau sebenarnya hatinya menjawab iya.


" dia masih banyak pekerjaan yang nggak bisa ditinggal. Dia sih bilang kalau pekerjaannya selesai dia bakal dateng. Tapi kalau nggak dia bakal ngerayainnya nyusul" jelas Ashraf


Entah kenapa Nadira merasa sedikit kecewa saat mendengarnya.


"makanya, kalau suka bilang suka. Kalau rindu bilang rindu. Jangan sok cuek padahal hati gegana" kata Altaf


"apaan sih gegana? Enggak ya. Siapa juga yang rindu?" kata Nadira mencoba mengelak.


"Gegana. Gelisah galau merana. Terserah deh kalau masih mau gedein gengsi. Siap-siap deh patah hati. nanti kalau ternyata disana akan ada cewek yang perhatian, perduli sama dia dan hati dia berpaling. harus siap-siap dah pecah seribu" kata Altaf.


"husshh udah. Jangan diledekin terus. Dia udah besar. biar dia belajar mengenal hatinya dulu. Mending kita beres-beres barang -barang kita dulu baru abis itu bantuin mereka." kata Ashraf.


"iya. Yaudah kita masuk dulu ya" kata Altaf.


Nadira berusaha bersikap biasa. Walau hatinya merasa gelisah memikirkan perkataan Altaf. Apa benar setelah Ali menemukan cewek baik, perhatian disana dia akan berpaling dan nggak akan perduli lagi sama dia. Memikirkan itu Nadira merasa sakit.


akankah Nadira mengungkapkan perasaannya pada ali sebelum semua terlambat.

__ADS_1


Mohon dukungannya terus ya para pembaca karyaku yang tercinta. Jangan lupa beri love, komentar, vote nya ya. Semoga semakin lebih baik lagi jalan ceritanya.


Love you all.. ❤❤🙏🙏


__ADS_2