
Setibanya dikediaman Nadira. Mereka disambut langsung oleh Nenek Syarifa dan Kakek Adam. Nenek dan Kakek terlihat sangat bahagia. Mereka pun disambut dengan hangat oleh orang tua paruh baya itu.
Kiya dan Zafira sendiri tidak menyangka jika kediaman Nadira sangat besar, mewah dan megah. Nadira yang dikeseharian mereka tau, wanita yang sederhana, baik dan apa adanya. Nadira Ternyata memiliki rumah yang sangat megah.
Karena waktu memasuki waktu magrib. Mereka pun memutuskan untuk sholat maghrib berjamaah terlebih dahulu sebelum makan malam. Mereka sholat berjamaah di sebuah musolah yang berada di salah satu ruang. sholat berjamaah kali ini di imami oleh salah satu penjaga rumah yang ternyata lulusan pondok pesantren yang juga memiliki suara yang bagus. Dan Bacaan Alqur'an yang baik dan benar .
Selepas sholat maghrib mereka pun menunggu ditaman bunga sambil menunggu makanan disiapakan. Obrolan diawali tentang cerita Nenek dan Kakek sewaktu muda dulu. Mendengar kisah muda Nenek dan Kakek membuat mereka kagum.
"Pengen deh punya kisah cinta seperti Nenek dan Kakek. Yang mencintai sekali seumur hidup saling mengisi dan melengkapi kekurangan satu sama lain" kata Nadira dan kiya.
"Kuncinya adalah kalian harus bisa menerima dan mencintai kekurangan pasangan kalian, saling terbuka, dan saling percaya. Hubungan tidak akan bertahan lama tanpa adanya kejujuran dan kepercayaan" nasihat Nenek.
Jlebb..
Seperti dihantam godam besar ulu hati Zafira rasanya. Selama pernikahannya dengan Almeer kedua Hal itu tidak ada dalam dalam dirinya. Rasanya mencintainya saja tidak akan cukup untuk bisa membersamainya kembali. Tanpa terasa air mata menetes disudut mata zafira. Yang segera ia usap.
"Fira kenapa?" tanya Nenek.
"tidak apa nek" kata Fira mencoba mengelak.
"fira, apa Fira berniat untuk menikah lagi?" tanya Nenek tiba-tiba.
lagi??
Fira dan Kiya bertanya dalam hati apa Nenek tau tentang statusnya. saat mereka melirik Nadira , terlihat nadira yang mengulum senyum. Kini mereka tau bagaimana Nenek syarifa bisa tau tentang statusnya Zafira.
"insyaallah Nek jika Allah sudah berkehendak dan mempertemukan Fira dengan jodoh Fira tentu Fira akan menikah." kata Zafira.
"apa sekarang ada laki-laki yang sedang dekat dengan kamu? Atau mungkin kamu sudah punya calon yang baru?" tanya Kakek.
Jujur Zafira merasa sungkan membahas hal ini. Tapi dia juga harus menghormati Nenek dan Kakek. Sebisa mungkin dia akan menjawabnya.
Zafira tertunduk sambil menggelengkan kepalanya.
"apa kamu masih menunggu mantan kamu itu ?" tanya Nenek.
El terlihat cemas, menantikan jawaban Zafira. Dia berharap semoga jawaban zafira tidak. entah mengapa dia ingin saat ini jika Zafira tidak terikat hati dan hubungan dengan siapapun.
"sepertinya menunggu sesuatu yang tidak pasti itu melelahkan Nek. Dan mungkin Zafira tidak akan sanggup melakukannya." kata Zafira.
Hening.
'apakah dia masih mencintai mantannya dan masih berharap' tanya El dalam hati
'sungguh rasa nya ingin sekali menghilangkan rasa ini tapi kenapa rasanya ada sesuatu yang mengikatku dengannya sehingga dia tetap menetap dihati ini' batin Zafira.
"El kamu sendiri bagaimana." kata Nenek.
"bagaimana apa nya nek?" tanya El.
" apakah kamu sudah bisa melupakan Almarhumah shezha calon isteri kamu itu? Sudah hampir 5 tahun loh peristiwa itu terjadi. " kata Nenek.
"melupakan tidak semudah membalikan telapak tangan Nek. Butuh waktu. Dan mungkin aku nggak akan lupain dia seumur hidupku. Tapi aku akan berusaha untuk terus maju dan memulai lembaran baru dengan kisah baru. Aku akan berusaha" kata El.
"bagus. Ini baru cucu Kakek. Terkadang tidak perlu membuang cerita lama untuk membuat cerita baru. Cukup simpan dalam sudut hati paling dalam dan jangan pernah membukanya kembali. Agar kamu bisa kembali memulai cerita yang baru" kata Kakek.
"iya betul"
__ADS_1
Terlihat Nadira hanya terdiam melamun. Entah apa yang ada didalam pikirannya saat ini.
karena sudah waktunya makan malam. Mereka pun memulai makan malam. Makan malamnya pun sangat berkesan. Selain makananya yang lezat makan malam kali ini diiringi obrolan ringan sampai candaan. Semua tampak menikmati makan malam dadakan ini.
Mengingat waktu yang hampir malam. Zafira dan Kiya berniat pamit pulang.
"Nek, Kek terimakasih sudah mengundang kita makan malam disini. Hari semakin mallam. Fira sama Kiya mau pamit pulang. Insyaallah jika ada kesempatan kita bisa ketemu lagi." kata Fira
"loh kok buru-buru sih. Padahal Nenek masih pengen ngobrol bareng kalian." kata Nenek sedikit kecewa.
"iya nek maaf banget. Soalnya besok ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan." kata Fira.
"yah sudah tidak apa. Nanti akhir pekan kalian main ya kesini. Temani Nenek. Nenek butuh bantuan kalian buat urus acara hari jadi panti asuhan tempat cucu Nenek dulu dibesarkan." kata Nenek
"insyaallah Nek. Yasudah kami pamit ya Nek. Kek, Nadira, Pak El" kata Zafira dan Kiya.
"kalian pulang naik apa? Bukankah mobilnya masib diperbaiki di bengkel" tanya Kakek.
"iya Kek. Kami nanti naik taksi saja. Atau taksi online saja Kek." kata kiya.
"tidak. Tidak. tidak. El kamu harus antar mereka sampe tempat tinggal mereka dengan selamat. Kamu harus pastikan mereka samapai dengan selamat." kata Kakek.
Zafira dan kiya merasa sungkan harus diantar oleh bos mereka.
""sekalian Saz kamu juga ikut." perintah Kakek lagi.
"terimakasih kek. Tapi kami pulang sendiri saja" kata Fira yang diangguki Kiya
"tidak. Kakek tidak akan izinkan kalian pulang sendiri. Kalau kalian tetap maksa. Maka pilih mau menginap disini atau pulang dengan diantar El dan Saz." kata Kakek terdengar tegas.
...****************...
Didalam mobil suasana nampak hening. Tidak ada obrolan apapun. Nadira yang merasa tiba-tiba khawatir dan kepikiran Ali terus melamun. Sedangkan Zafira dan Kiya asik memandangi keadaan diluar jendela.
"Fira boleh saya tanya sesuatu?" kata El memecah keheningan. Sekaligus mengalihkan perhatian yang lain juga.
"iya boleh pak". Kata Fira
"saya minta tolong jangan panggil saya pak. Setidaknya diluar jam kantor" lata El merasa tidak nyaman dengan panggilan tersebut.
"tapi pak.." kata Zafira sungkan.
"ini sudah bukan dikantor, dan bukan jam kantor, tidak ada keharusan buat kamu ubtum panggil saya dengan pak. karena dikantor saya bukan Bos kamu. Kamu paham?" kata El
"baik pak. Eh maaf maksudnya. Baik" kata Fira
"apa kamu masih mencintai mantan kamu?" tanya El.
Zafira bingung kenapa El bertanya hal itu.
"...... " Zafira diam. Tidak tau harus menjawab apa.
melihat Zafira yang hanya diam. El mengerti jika Zafira enggan untuk menjawabnya. El merasa tidak enak telah menanyakan hal pribadi Zafira.
"maaf. Sudah lancang bertanya-tanya tentang kehidupan pribadi kamu" kata El.
" iya Kak El." kata Zafira merasa tidak enak.
__ADS_1
Suasana kembali canggung. Bahkan lebih canggung lagi.
"hmmm... Kak El boleh tanya?" kata Kiya
"iya. tentang?" kata El
"Yang Saya denger Kak El lama tinggal di Rusia. Apa bener?" kata Kiya.
"iya" kata El.
"Saya mau tanya kehidupan disana seperti apa sih Kak?. Seperti biaya hidup, tempat tinggal dan lain-lainnya. Apa besar?" tanya Kiya.
"Besar kecilnya itu tergantu penyesuaian orang masing-masing sih. kan setiap orang punya kebutuhan, pola hidup, dan keinginannya masingcmasing. Iya kan?" kata El.
"Iya juga sih. Kalau untuk biaya pendidikan disana bagaimana Kak. Mahal nggak ya?" tanya Kiya lagi.
Zafira sempat bingung kenapa Kiya tiba-tiba membahas tentang kehidupan di Rusia.
"Kamu ingin kuliah disana?" tanya El. Menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.
"Saya ingin sih. Cuman rasanya sulit deh. Selain biaya kuliah. Kita juga kan harus mikirin tempat tinggal, biaya hidup disana. Dan pasti itu membutuhkan biaya yang nggak sedikit." kata kiya.
Mendengar hal itu zafira kaget. Selama ini Kiya nggak pernah cerita kalau dia pengen kuliah di Rusia.
"kalau emang pengen kuliah di Rusia. Kalian bisa ikut program beasiswa. Banyak kok perusahaan besar yang siap mensponsori kuliah para maha siswa indonesia yang berprestasi. Kamu tinggal ikuti prosedur dan penuhi kriterianya saja. Jika terpilih. biaya kuliah, hidup dan tempat tinggal Kamu akan tercover dari sana." jelas El.
"Terdengarnya sangat menarik. Namun sepertinya sulit sekali. Saya bahkan nggak punya hal lebih untuk memenuhi kriteria tersebut." kata Kiya.
"Kamu bahkan belum memulainya. Kita nggak akan pernah tau hasilnya jika Kita saja tidak pernah memulainya." kata El.
Keadaan kembali hening.
El memperhatikan Nadira yang sedari tadi hanya diam. El bingung apa yang terjadi dengan Nadira. Kenapa akhir-akhir ini dia lebih pendiam. Banyak melamun. Seperti ada hal yang mengganggu pikirannya.
"Saz, are you Oke?" tanya El.
"ya. I'm oke." kata Nadira
"sure?" tanya El lagi.
"yah.. "
Nadira kembali mengarahkan pandangannya ke arah jendela. Dan keadaan didalam mobil kembali hening.
"Terkadang ketika mencintai seseorang yang Kita temui rasa sakit. Bahkan tidak jarang membuat Kita terpuruk." kata El yang mebgalihkan perhatian para wanita.
"Tidak jarang kita sulit memahami arti cinta yang sesungguhnya. Namun saat orang yang ternyata diam-diam telah menetap dihati Kita pergi dihidup Kita. Rasanya terasa lebih menyakitkan. Ya meski kejam, perpisahan justru menyadarikan Kita arti pentingnya hadir seseorang" kata El.
Sesak rasanya. Benar, yang dikatakan El benar adanya. Bukan hanya Zafira, Nadira pun meraskannya.
Malam semua.
Maaf ya untuk dua malam terakhir aku nggak sempat up. Soalnya aku lagi sibuk ngurusin acara tahlilan ibu ku tercinta yang baru saja meninggal beberapa hari lalu. Walau hati masih dalam suasana berduka. Aku berusaha untuk tetap bisa up. Mohon doa juga dari kalian untuk ibu ku tercinta.
Mohon doa dukunagnnya ya untuk karya ku ini. Biar Author semakin semangat untuk nulis karya-karya yang lebih berkualitas.
Love you All.. ❤❤❤❤🙏
__ADS_1