
Almeer dan Hana yang baru saja selesai bertemu dengan klient dia salah satu Mall. Memutuskan untuk mampir sebentar berkeliling Mall. Mereka sempat mampir ke beerapa toko untuk membeli. Jam sudah menunjukan pukul setengah dua belas mereka memutuskan untuk mencari makan.
"Kak Zein.."
Terdengar suara seseorang yang memanggil Almeer.
Terlihat Nadira, Ali, El, Zafira, Syfa , Dan Kiya serta Ashraf yang sedang jalan-jalan. Mereka menghampiri Almeer dan Hana.
"kalian." kata Almeer.
"Kakak kok disini. Dan ini Kak Hana kan?" kata Nadira.
"Iya. Kamu Nadira kan. Akhirnya kita bisa ketemuan juga" kata Hana sambil memeluk Nadira.
"Iya. Udah lama aku pengen ketemu dan ngobrol bareng sama Kakak. Kak Zein sering cerita tentang Kakak. Tapi belum kesampaian buat ketemuan." kata Nadira.
"Aku haras Zein nggak cerita aneh-aneh ya tentang Aku" kata Hana sambil melotot pada Almeer.
"Kak zein kenapa bohong sih?" kata Nadira marah.
"bohong?" tanya Almeer bingung
"Kamu nggak cerita aneh-aneh kan Zein?" tanya Hana.
"Apa? Nggak kok!" kata Almeer.
"Kak zein bohong. Ternyata Kak Hana aslinya jauh lebih cantik dari yang Kak Zein ceritain. Lebih baik, dan lebih seru. Seneng deh rasanya ketemu sama Kak Hana." kata Nadira
"Aku juga seneng banget bisa ketemu sama kamu." kata Hana terlihat sangat bahagia.
"oh ya Kak. Kenalin ini Ali, Kak El, Zafira, Syfa, Kak Ashraf, dan Kiya." kata Nadira memperkenalkan semuanya pada Hana.
"Hai. Salam kenal semua. Aku Hana." kata Hana.
"oh ya. Kakak kok ada disini?" kata Nadira.
__ADS_1
"iya tadi Kakak abis nemenin Hana presentasi didepan klient. Kalian bagaimana?" kata Almeer.
"kami janjian jalan-jalan. Niatnya sih pengen nonton. Tapi karena masih lama film nya dimulai. Kita mau makan siang dulu deh" kata Nadira
"kebetulan. Gimana kita makan bareng?" kata Hana.
"Boleh"
Mereka pun memutuskan mencari makan disalah satu resto makanan indonesia. Sambil menunggu pesanan. Mereka mengisi waktunya dengan berbincang-bincang saling bertanya dan sesekali diiringi candaan. Hanya Zafira dan Almeer yang diam saja.
Tiba-tiba suasana henening. Semua diam saat melihat El memberikan kode pada semua untuk diam.
"Zafira, dua minggu lalu, Aku datang untuk melamarmu. Tapi waktu itu kamu meminta waktu untuk menjawabnya. Sekarang aku ingin bertanya apakah sekarang kamu sudah memiliki jawabannya?" kata El.
Zafira bingung. Tiba-tiba perasaannya tak menentu. Dia melihat kearah kedua sahabatnya yang mengangguk. Seakan meyakinkan Zafira.
"jujur Fira bingung harus jawab apa. Fira merasa tidak pantas bersanding dengan Bapak. Terlebih seperti yang Bapak tau saya ini seorang Janda." kata Zafira.
"saya tidak perduli dengan status pernikahan Kamu. Karena buat saya yang terpentung wanita itu baik, sholeha. Dan terlebih sejak pertama kali melihat kamu sewaktu menolong nenek sejak saat itu saya jatuh hati kepada kamu." kata El.
Almeer berusaha menekan perasaannya. dia harus bisa Bahagia saat melihat Zafira dan El bahagia.
Terlihat semua orang nampak tegang dan pesimis.
"saya tidak akan memkasa kamu. Saya akan menunggu kamu sampai siap. Cinta memang tidak bisa dipaksakan. Tapi cinta butuh diperjuangkan. Aku akan menunggu. Tapi jika kamu memnag tidak ingin menerimaku, atau menolakku. Maka katakan saja. Dan saya Akan berhenti untuk menunggu." kata El terlihat sedih saat mengatakannya.
Zafira melihat kesedihan dimata El. Dia tau El serius dengannya. Dia ingin menjalin hubungan yang lebih serius. Haruskan Zafira menerima El?
"tapi aku mau belajar mencintai Pak El. Aku mau belajar menjalani hubungan dengan Pak El. Itu pun jika Pak El mau bersabar menghadapi Aku. Karena mungkin butuh eaktu untuk aku bisa benar-benar membalas perasaan Pak El." kata Zafira.
Bagai angin sejuk menghembus kedalam sanubari. Semua tersenyum bahagia mendengar jawaban Zafira.
"gimana? Jadi kamu menerima pinangan Aku?" tanya El memastikan
"Kak Fira nggak lagi nge prabk Kita kan?" kata Nadira.
__ADS_1
Zafira tersenyum
"Iya aku serius. Bismillah semoga Allah menuntun jalanku pada Pak El" Kata Zafira
"alhamdulillah"
Semua orang mengucap syukur atas kabar bahagia ini.
Hana menengok ke arah Almeer. Sambil menggenggam tangan Almeer dibawah meja. Seakan menguatkan Almeer. Almeer menoleh ke arah Hana dan tersenyum. Seakan meyakinkan jika dia baik-baik saja.
Hana tau perasaan yang sedang dirasakan Almeer saat ini. Walaupun Almeer tersenyum. Hana tau Almeer terluka. Bahkan jikapun Almeer tertawa semua hanya topen untuk menutupi perasaannya yang sebenarnya.
"Selamat Brother. Berjanjilah mulai saat ini Kamu akan menjaga dan membahagiakan Zafira. Jadilah imam yang baik untuk Zafira dan juga Anak-anak kalian kelak. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaan kalian." kata Almeer. Sambil merangkul saudaranya.
El menyambut pelukan hangat dari sang sepupu. Dia merasa bersyukur karena memiliki sepupu yang mendukung keputusannya.
Zafira menahan gejolak hatinya. Jujur perasaannya kacau saat melihat Almeer orang yang masih dia cinta berpelukan hangat dengan El yang setatusnya adalah calon suaminya.
"Selamat ya Zafira. Semoga hubungan kalian langgeng dan dijauhkan dari kesusahan. Semoga lancar sampai pernikahan. Dan kalian awet sampe Nenek Kakek."
"Terimakasih Kang. Eh Ka Zein." kata Zafira salah tingkah.
"Terimakasih ya Fira, sudah mau belajar menerima saya." kata El
"Iya Pak. Fira harap Pak El mau bersabar mengahdapi sikap Fira."kata Zafira
"Duh ini kok masih panggil Pak sih. Masa sama calon suami manggilnya Pak. Emang Kak El bapaknya Kak Fira. Ya yang romantis dikit dong" kata Nadira
"Iya nih. Ini kan bukan dikantor. Diluar. masa manggilnya kaku banget sih. Panggil beb kek, atau Sayang, ayang, Kanda, atau Akang. Masa panggil Pak." kata Ali.
Fira merasa malu mendengar ledekan Ali dan Nadira
"Udah dong jangan di ledekin terus calon Kakak ipar Kita. Tuh liat pipinya jadi merah" kata Ashraf.
yang lain semakin ketawa. Sedangkan Zafira merasa sangat malu.
__ADS_1
"Udah. kalian ini. Mending kita cepet abisin makannya. Terus sebelum dimulai film nya kita sholat dzuhur dulu." kata Almeer.
Almeer mengerti Zafira sedang merasa tidak nyaman dengan situasi seperti ini. Itu sebabnya Almeer mengalihkan pembicaraan mereka. Dalam hati Almeer berusaha meyakinkan dirinya. Jika ini adalah keputusan terbaik. Dia harus bahagia melihat Zafira dan El bahagia.