
Air mata Zafira terus mengalir. Rasa sesak itu kembali menyelimuti hatinya. Namun rasanya kali ini, rasa sesak itu begitu kuat menghimpit dadanya. Dan lagi kepedihan ditinggalkan mengisi hari Zafira.
"Fir, are you oke?" tanya Kiya
" Fir, yang kuat ya. Lo nggak sendiri kok. Ada kita. Plis jangan nangis." kata Syfa.
Zafira hanya diam dan terus mengeluarkan air matanya. Berharap dengan begitu rasa sesak didadanya bisa menghilang. Perasaan ini sangat menyakitkan. Rasanya membuat dia sulit untuk bernafas.
"Fir, pulang ya. Kita anterin." kata Kiya.
Syfa dan Kiya memutuskan untuk mengantar Fira pulang. Disepanjang jalan Fira hanya diam. Memandang kearah luar. Namun pikirannya kosong. Hal ini membuat kedua sahabatnya khawatir.
Untuk kedua kalianya Zafira merasakan sakit hati kehilangan ditinggal pergi orang yang dicintai. Walau keduanya memiliki perbedaan namun keduanya sama-sama meninggalkan luka di hatinya. Zafira terus merutuki kesalahannya selama ini. Rasa bersalah karena tidak memperlakukan Almeer layak nya sang suami membuat Zafira merasa seperti orang yang jahat.
Saat mereka sudah sampai dirumah Zafira Syfa dan Kiya ikut masuk. Mereka merasa tidak tenang meninggalkan sahabatnya sendirian dalam kondisi seperti ini. Saat memasuki rumah mereka berpapasan dengan Bi Iyam. Melihat keadaan majikannya yang terlijat habis menangis si Bibi bertanya. Namun Syfa memberikan kode agar Si Biibi tidak bertanya apapun saat ini.
Saat memasuki kamarnya entah kenapa seakan Zafira mencium aroma Almeer didalam kamarnya. Ia berharap bahwa yang ada bukan hanya wanginya saja namun juga orangnya. Namun itu semua tidak mungkin. Kini hanya kenangan dan wanginya saja yang seakan masih tertinggal diruangan ini.
Zafira berjalan menuju sofa, tempat favorit Almeer. Dimana Almeer sering menghabiskan waktunya disana untuk menyelesaikan kerjaannya. Saat duduk di sofa itu seakan Zafira mencium jelas aroma Almeer. Dan seakan rasa nyaman kala dia duduk disofa tempat Almeer biasa tempati.
Syfa dan Kiya hanya bisa mengamati sang sahabat. mengenang kenangan bersama orang yang dicintainya. Kini mereka yakin bahwa Zafira sudah mencintai Almeer. Cinta tulus yang tidak tercampur obsesi atau perasaan ingin memiliki.
Tok.. Tok..
"Fira. Nak Bunda boleh masuk?" terdengar suara Bunda Ratna dari balik pintu.
__ADS_1
Syfa pun membukakan pintu untuk Bunda.
"Ada kalian juga. Fira gimana?" kata bunda seakan tau apa yang terjadi
"Masuk Bunda" kata Syfa
Bunda masuk kedalam. melihat Fira yang diam disofa sambil meraba sofa tersebut. Hati Ibu mana yang tidak teriris saat melihat sang putri tercinta terluka dan terpuruk. Bunda Ratna menghampiri Fira dan duduk disampingnya.
"Nak.. " kata Bunda menyadarkan Zafira dari lamunannnya.
"Bunda." Zafira tersadar dan langsung memeluk Sang Bunda. Tempat ternyaman untuknya.
"sudah sayang. jika sesuatu yang terlepas itu memang miliki Kita maka Dia pasti akan kembali." kata Bunda bijak.
"Sudah Nak. Jangan salahkan diri Kamu sendiri" kata Bunda menasihati
"Bahkan Dia tidak pernah menuntut hak nya atas Fira, Bun. Dia selalu membantu Fira dalam kondisi apapun. Selalu berusaha penuhi kewajibannya tanpa menuntut hak nya. Sedangkan yang Fira lakuin tidak ada Bun" kata Fira lagi.
Syfa, dan Kiya ikut duduk di sofa mendengarkan curahan hati sahabatnya.
"Bahkan sampai Dia pergi Dia tidak pernah menyentuhku Bun. Dia tidak ingin memaksa Aku walaupun Dia punya hak atas Aku. Bahkan untuk membuat jilbabku di hadapannya saat dikamar pun aku tidak bisa Bun. Aku jahat Bun. Aku isteri durhaka Bun" kata Zafira terus menangis karena penyesalan.
"Tidak sayang. Nak Almeer laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Dia tau porsinya. Dia tidak menuntut Kamu bukan karena Kamu yang tidak mengharapkan Dia. Karena Dia ingin Kamu menerima Dia sepenuh hati Kamu." kata bunda.
Zafira menengok kearah Bunda Ranta. Dan b
__ADS_1
Bunda pun mengangguk seakan membenarkan kata-katanya.
"Kamu tau kemarin Almeer menemui Ayah dan menyerahkan Kamu kembali pada Ayah. Dan alasan Dia karena Dia ingin menunaikan tanggung jawab Dia pada keluarganya. Selain karena cita-citanya alasan Dia pergi karena Dia ingin mencari keberadaan keluarga besar Ayahnya. Di Rusia. Karena hanya mereka yang tersisa." kata bunda.
"Maksud Bunda?." tanya Zafira
"Nak hidup Almeer itu penuh misteri. Bahkan Abi Rahmat saja tidak bisa membaca hati dan pikirannya. Kamu tau Abi Rahmat terus bermunajat agar bisa dibukakan hijab yang menghalanginya untuk mengenal Almeer. Namun sulit. Sulit untuk memahami Almeer dan mencari tau seluk beluk hidup Dia."
"Kang Almeer memang orang yang tertutup sih Bunda. setiap kali kita tanya soal keluarganya Dia akan jawab seperlunya dan sering kali mengalihkan pembicaraan" kata Kiya, ikut menimpali perkataan Bunda Ratna.
Sontak saja mendapat cubitan kecil ditangannya dari Syfa. Dengan melihat kode dari Syfa akhirnya Kiya berhenti bicara.
"Jangan salahin Diri, Kamu atas kepergiannya nak. Dia pergi karena cita-citanya. Dan dengan ini Dia bisa mencapai tujuannya bertemu sama keluarganya. Kamu tau bunda, Ayah, Abi juga tidak rela dipergi dan melepaskan Kamu. Tapi kami paham bahwa Kami tidak bisa menahannya untuk mencapai tujuannya." kata Bunda.
"Bunda. Kenapa rasanya sesak sekali dada ini saat mendengar kata kramat itu keluar dari mulutnya. Aku bahkan rela nunggu Dia kembali. Kenapa Dia tidak tanya dulu ke Aku? Kenapa Dia langsung memutuskannya? " tanya Zafira
Bunda hanya bisa diam. Karen Bunda pun tidak tau alasan sebenarnya.
"Bun. Saat a Reyhan pergi ninggalin Aku. Aku ngerasa Aku akan kehilangan segalanya. Harapan dan impian Aku akan hancur. Tapi Kang Almeer datang menawarkan untuk membangun impian baru. Dia datang tidak menawarkan kebahagiaan tapi justru dia menjamin Aku dari kesusahan. Dia selalu punya cara untuk membawa angin baru yang perlahan justru menghilangkan luka lama." kata Fira
"Bunda mau tanya , apa selama ini kalian membangun hubingan baru diatas hubungan pernikahan kalian?. Apa Kamu tidak pernah mencintai Dia?" tanya bunda
"Dia selalu bilang kalau Kita adalah teman. Dia ingin Aku menjadikan dan memperlakukan Dia layaknya teman. Entah kenapa dia mengatakan itu. Bunda tau rasa sesak yang Aku rasain saat ini jauh lebih sakit dan nyiksa dibandingkan saat A Reyhan pergi ninggalin Aku." dan kali ini Zafira menangis dipelukan sang bunda.
Sang bunda merasa sedih karena disaat Almeer sudah pergi sang putri baru menyadari perasaannya. Untuk kedua kalinya sang putri ditinggalkan oleh orang yang dicintainya.
__ADS_1