
Setelah selesai makan siang. Almeer membayar tagihan makanan mereka. tidak sengaja Almeer melihat Zafira dan juga Kiya yang makan dimeja yang cukup jauh.
"udah. Ayo." kata Hana.
"Sebelum kaluar. Lap dulu air mata mu. Tar dikira Aku Laki-laki tidak bertanggung jawab lagi bikin kamu nangis" kata Almeer mengeluarkan sapu tangannya dan ingin mengelapkan nya.
"Apaan sih. Sini biar Aku aja. Malu tau diliatin sama yang lain" kata Hana.
"Ya sudah. nih." kata Almeer lalu memmberikan sapu tangannya.
Almeer terus memperhatikan Hana yang sedang mengusap air matanya.
"Jangan diliatin gitu. Nanti terpesona lagi. Nanti repot" kata Hana yang tidak nyaman diperhatikan.
Almeer terkekeh mendengar celotehan Sahabanya yang narsis.
Tiba-tiba ada 3 orang ibu-ibu yang baru datang menghampiri Almeer dan Hana.
"Duh mas nya gimana sih. Kok Pasangannya di bikin nangis sih. Nggak bertanggung jawab banget sih" kata salah satu ibu.
"Iya nih. Kan isterinya cantik. Kok malah dibikin nangis sih" kata ibu yang lainnya
"Atau jangan-jangan si masnya selingkuh ya?. Ya ampun istri secantik ini kok masih bisa selingkuh sih. Yang sabar ya neng?" kata ibu yang satunya.
Almeer bingung dengan yang dibicarakan oleh ibu-ibu ini. Bisa-bisa nya merek Mengira jika dia dan Hana adalah pasangan suami isteri yang sedang marahan karena dia yang ketahuan selingkuh.
Almeer dan Hana berusaha untuk tidak tertawa. Mereka merasa lucu dengan tingkah ibu-ibu ini. Mereka kepo dengan urusan orang tapi justru mereka salah pengertian.
"Enggak kok bu. Ini biasa isteri saya lagi ngambek. Biasa bu kalau punya keinginan nggak dituruti begini ni jadinya melow" kata Almeer yang menanggapi perkataan ibi-ibu itu dengan sedikit guyonan.
Sontak saja Hana mencubit pinggang Almeer sambil melotot.
__ADS_1
"Aduh duh.. Sakit dong sayang. Kok dicubit sih. Iya Mas Janji bakal turutin semua kemauan sayang." kata Almeer sambil tersenyum jahil.
Hana hanya menggelengkan kepalanya. Dan Almeer semakin tersenyum jahil.
"Yasudah bu kami permisi duluan ya." kata Hana yang enggan terus berpura-pura.
"iya Neng rukun-rukun ya. Di gandeng dong suaminya. Biar nanti nggak ada pelakor yang nempel. Secara suami neng ganteng banget" kata ibu-ibu itu.
Almeer hampir saja tidak bisa menahan tawanya. Hana terpaksa menggandeng Almeer keluar karrna tidak ingin menanggapi omongan ibu-ibu yang salah sangka itu.
Pecah sudah tawa Almeer saat berada diluar restoran. Dan Hana hanya bisa geleng kepala dengan tingkah Almeer. Bisa-bisanya Almeer mengikuti obrolan Ibu-Ibu itu yang sudah salah sangka terhadap hubungan mereka.
"Sudah puas ketawanya?. Kamu aneh kenapa juga bikin spekulasi yang mengarahkan kalau kita ini pasangan suami isteri" kata Hana kesal
"Kenapa? Kamu malu punya suami kayak aku? Kata ibu-ibu itu aja bilang Aku Ganteng. Masa kamu malu sih?" kata Almeer.
"Enak aja nggak lucu ya. Udah dong ketawanya." kata Hana.
"Aku tau kenapa kamu menanggapi ibu-ibu itu. Karena ada Fira kan disana? Kamu ingin dia berfikir kalau kamu sudah punya pasangan dan dia sudah tidak perlu berharap lagi dengan hubungan kalian. Benar begitu kan?" lata Hana
Tepat sasaran.
Hana selalu saja bisa mengamati dan memahami kondisi disekitar.
Almeer hanya tersenyum. Dan melangkahkan kaki menuju mobil. Membukakan pintu mobil depan untuk Hana. Dan Hanapun masuk kedalamnya. Almeer memutar untuk duduk di kursi kemudi.
Berbeda dengan Zafira. Perasaannya semakin hancur. Dia mendengar sendiri dari mulut Almeer jika wanita yang bersamanya adalah isterinya. Kini dia tau alasan sebenarnya.
Sia-sia sudah Zafira menunggu. Harapannya sirna. Waktu yang dia gunakan untuk menanti ternyata tidak menghasilkan apapun selain penderitaan dan ke sia-siaan. Bak ditusuk belati yang menghujam jantungnya. Zafira menangis.
Kiya hanya bisa menghibur Zafira. Kiya sendiri tidak menyangka jika Almeer berhasil menghancurkan perasaan sahabatnya. Semula Kiya yang mengagumi sosok Almeer kini menjadi kesal dan ilfeel.
__ADS_1
"Udah lah Fir, kan gua udah bilang berkali-kalli move on. Lupain dia. Liat dia bahagia sama isterinya sedangkan loe disini menderita dalam kenangan kalian. Sampai kapan loe mau kayak gini?" kata Kiya
"aandai Gua tau Dia udah nikah dari dulu. Mungkin Gua udah lupain Dia. Kenapa susah banget buat bahagia saat melihat Dia bahagia bersama yang lain" kata Zafira
"Lupain Dia. Tutup buku semua tentang dia simpan rapat-rapat disudut hati loe. Biarkan orang baru dengan kisah baru yang ingin berjuang demi cinta loe menempati tempat dihati Loe. Buka hati loe buat orang baru. Yang bener-bener mencintai loe." kata Kiya
"Udah nggak ada alasan loe bertahan untuk hubungan yang sudah lama kandas. Kapal pernikahan kalian sudah karam. Loe harus pindah kekapal baru atau loe akan ikut tenggalam bersamanya" kata Kiya
Hana melihat kearah Kiya. Dan Kiya tersenyum untuk menyemangati.
Hana engangguk.
"Loe benar. udah saatnya gua berhenti berharap pada hubungan yang sudah kandas. Gua udah mendapatkan Alasan untuk menyerah dengan harapan ini. Gua bakal belajar membuka hati gua untuk yang lain" kata Zafira
Kiya senang mendengar perkataan Zafira
"Mungkin dengan menerima lamaran Pak El. Seiring berjalannya waktu gua bisa melupakan Kang Almeer." Kata Zafira
"Loe serius,?" tanya Kiya
Hana mengangguk
"Insyaallah gua bakal berusaha" kata Zafira
"Tapi jangan pernah jadiin siapapun Pelarian atau pelampiasan ya. Jangan sampai demi menyembuhkan luka dihati loe, loe korbanin hati orang lain" nasihat Kiya
"Iya Kiya. Thanks ya udah ada dan selalu jadi pengingat gua" kata Zafira
"uhh... Manisnya. Sini peluk" Kata Kiya
Zafira dan Kiya pun berpelukan. Saling menguatkan dan saling support. Zafira beruntung setidaknya ada sahabat yang selalu menemaninya dikondisi apapun
__ADS_1