Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Familly time


__ADS_3

Almeer dan Alibmemutuskan untuk tinggal di Tuban selama dua hari kedepan. Setelah pertemuan kemarin Almeer dan Nadira bertemu setelah 15 tahun lamanya. Mereka habiskan waktu untuk bercerita tentang kehidupan mereka selama berpisah. Banyak hal yang mereka bagi. duka suka tangis dan kerinduan 15 tahun berlalu dituangkan dalam cerita yang menguras air mata. Kerinduan itu teramat besar diantara keduanya.


Almeer dan Ali mengajaka Nadira dan Simbok Darmi untuk ikut bersama ke surabaya. ingin menghabiskan waktu bersama sebagai keluarga. Walau mungkin tidak bisa menggantikan 15 wakyu yang hilang tapi mereka sepakat untuk membuka lembaran baru.


Almeer benar-benar memanjakan Nadira. Semua hal yang diinginkan Nadira dia penuhi. Keinginan yang sederhana yang selalu diimpikan Nadira perlahan satu persatu mulai diwujudkan. Saatu persatu tempat yang ingin dikunjungi oleh keduanya mulai mereka sambangi.


Selepas sholat dzuhur mereka memutuskan untuk mengisi perut mereka disebualah retoran yang cukup ramai mereka memilih ruang yang tidak terlalu ramai sehingga. Mereka pun memsan makanan mereka.


"jadi apa kakak udah kawin?" tanya Nadira


"nikah sudah tapi kawin belom." sambil berusaha menahan tawanya yang hampir pecah


"maksudnya?" tanya Nadira


"iya gini loh. Akadnya udah cuman sampe sekarang belom ritualnya." kata Ali


Almeer hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan ucapan sang adik. Sedangkan simbok mulai mengulum senyum. Tapi Nadira yang terlihat masih bingung.


"ayolah. Kamu udah gede nggak sepolos itu kan? Itu loh malam pertama. Ritual en.-... " hampir melanjutkan omongannya namun Almeer langsung membekap mulut Ali

__ADS_1


"Hah serius? Kok bisa?" tanya Nadira yang mulai paham namun sedikit kaget


"ayolah. Ali udah stop ya. Jangan kontaminasi otak adsk gua dengan otak lo yang kotor itu" kata Almeer agak kesal


"lah. Emang lo tau isi otak gua apaan?" tanya Ali mulai menyanggah.


"udah udah nggak baik marah marah deket makanan. Kita makan dulu baru cerita-cerita lagi." kata simbok menengahi pembicaraan yang mulai absurt


mereka pun mulai makan makanan yang mereka pesan.


"kak. Kemarin kita udah cerita-cerita. Tapi kakak masih belum cerita yang kakak udah nikah. mungkin kakak bisa cerita siapa nama nya. Seperti apa isteri kakak itu. Gimana kalian kenal. Kapan kalian nikah. Dan maksud dari kata ka Ali tadi. Aku pengen denger semua" kata Nadira merengekbminta diceritakan


"namanya Zafira khoirun nisa. Anak dari adik kiyai tempat kaka belajar dipesantren. Seperti yg kaka ceritakan kemaren kaka pernah belajar dipesantern selama 2 tahun setelah kakak menyelesaikan pendidikan s2 kakak. 3 bulan lalu kiyai Rahmat minta tolong kakak untuk menyetitkan beliau yang mau pergi ke acara pernikahan anak adiknya itu. Yang ternyata si pengantin sudah dianggap seperti anak nya sendiri. Kakak emang sering jadi sopir kala kiyai rahmat sedang tour ceramah. Kami datang seminggu sebelum acara. Kakak diminta menginap disana untuk membantu"


"jangan bilang kalau kalian berduaan terus kepergok dan dipakna nikah?" Tanya Nadira


"ayolah nadira. Apa kakakmu ini terlihat seperti laki-laki mesum?" tanya Almeer kesal.


"hahaha... Nadira bercanda ka. nggak usah kesel gitu. Dira tau kok kakaknya dira itu seperti apa orangnya meskipun kita udah lama pisah tapi Dira yakin 1000% kakak dira laki-laki terhormat yang akan selalu menjaga kehormatan wanita dan juga kehormatannya. Lanjutkan" kata Nadira

__ADS_1


"kakak disana melakukan semua perintah kiyai rahmat dan pak Damar. Sampai akhirnya sehari sebelum pernikahan pihak lakiclakki datang membawa sebuah berita. Dan kakak taunya pas keeosokan harinya. Ya pagi-pagi kakak diminta berkumpul di tuang keluarga. Disana semua berkumpul orang tua Zafira kiyai rahmat dan isterinya. entah apa yang mereka pikirkan sehingga mereka meminta kakak menggantikan penganti pria itu. Ada banyak alasan buat kakak nolaknya. Tapi ada alasan yang bikin kakak nggak nolak permintaan itu. Kakak menghormati kiyai rahmat karena dia ulama besar dan juga guru agama kakak di pondok bagaimana bisa kaka tidak patuh. Dan terlebih karena kaka takut sangsi sosial yang nantinya akan diterima Zafira dati masyarakat yang akan beranggapan buruk dia sudah terluka atas perlakuan calon suaminya dia akan semakin hancur jika harus mendapatkan sangsi itu. Walau sebenernya bukan dia yang salah. Jelas calonnya yang salah. Tapi kita tidak bisa membungkam banyak mulut dan membuat mereka sependapat dengan kita meski kita berada dipihak yang benar bukan. Itu sebab nya kakak menyetujui permintaan ini" jelas Amleer


"lalu bagaimana drngan isteri kakak? Apa dia setuju atau dia dipaksa keluarganya dengan pernikahan ini. Makanya kakak sama dia sampe sekarang belom bersatu?" tanya Nadira yang terlihat ingin lebih mengetahu


"Entah dia menerimanya dengan hatinya atau apa. karena kakak tidak memutuskannya yang memutuskan pernikahan ini terjadi adalah Zafira. Kakak bilang keputusan ada ditangan Zafira. Dan ya entah apa pertimbangannya tapi dia setuju untuk menikah." kata Almeer


"kalau dia setujuh terus kenapa kalian nggak malam pertama? Jangan bilang kakak yang nggak mau?" kata Nadira


"ya emang dia setuju buat nikah tapi bukan berarti kakak bisa ngelakuin itu ke dia. kakak melihat dia terbebani dengan pernikahan ini. kakak nggak mau dia bergerak seperti robot yang mennjalankan segala sesuatu sesuai perintah. Kakak nggak mau ngebebani dia dengan segalah hal yangvmenyangkut pernikahan. kakak tanya lalau kamu yang diposisi dia bagaimana perasaanmu. dia dan lakiclaki itu sudah dekat selama 2 tahun. Mereka sangat cocok bahkan dijuluki best couple. Nggak pernah ada salah paham dan masalah apapun. Dia sangat mencintai lakiclaki itu dia percaya sepenuhnya ke laki-laki itu. Tapi dihari yang penting dan sakral justru laki-laki itu pergi tanpa pamit ninggalik dia ribuan luka. Disaat luka itu belum tersentuh untuk diobati justru ada lagi beban dan luka baru yang harus dia terima pernikahan dengan orang yang nggak dia kenal sama sekali. Kakak dan dia baru ketemu saat kakak tiba dirumah itu. Kita bahkan tidak terlibat obrolan apapun. Kami asing satu sama lain. Lalu bagaimana bisa kakak mengharapkan hubungan layaknya pasangan pada umumnya di pernikahn kami ini. Pernikahan yang tidak pernah ada dalam benak kami?" kata Almeer


" tapi kakak mencintai dia?" tanya Nadira


" kakak mutusin buat jadi teman dia diataas pernikahan ini. Ya kami sepakat buat tidak mengurusi kehidupan kami satu sama lain. Kakak membebaskan dia dari tanggung jawab sebagaibseorang isteri. Ya di mata agama dan negara kami suami-isteri. Tapi buat kami, kami menciptakan hubungan baru yaitu hubungan pertemannan. Yang akan saling bantu dan support dalam situasi apapun dan tentunya hubungan ini hanya kami yang tau. Dan tentynya kalian. Karena aku udah cerita kekalian"


"aku percaya kakak ini orang baik dan bijak. Kakak tau apa yang harus kakak lakuin. Dan kakak pasti bijak dalam ngambil setiap keputusan. Aku bangga sama kakak. Kakak adalah kakak terbaik yang aku miliki dan aku bersyukur bisa jadi adik kakak dan kita bisa bertemu lagi. Aku bahagia banget" kata Nadira


Obrolan mereka terus berlanjut. Nadira juga meminta untuk dipertemukan dengan Zafira dia ingin mengenal sosok kakak iparnya. Dia bersikeras ingin bertemu dengan kakak iparnya. Almeer berjanji jika sudah waktunya dia akan mempertemukan mereka.


Dan acara jalan-jalan mereka pun berlanjut. Almeer mengajak Nadira kesalah satu pusat perbelanjaan Almeer mengajak Nadira untuk membeli beberapa pakaian, sepatu, tas, nadira sempat menolak namun Almeer tetap memaksanya. Dia ingin adiknya merasakan semua jeri payahnya. Bahkan tanpa sepengetahuan Nadira dan Simbok Darmi Almeer sudah menyiapkan sebuah rumah di Surabaya untuk tempat tinggal mereka dan semua barang-barang yang mereka butuhkan sudah tersedia didalamnya. Almeer tau Nadira wanita yang sederhana dia tidak akan membeli barang yang tidak dibutuhkannya. Namun dia tetap akan memberikan yang terbaik untuk sang adik kesayangannya.

__ADS_1


Mereka berlanjut ke tempat permainan yang berada di dalam pusat perbelanjaan tersebut. disepanjang perjalanan Almer tidak pernah melepaskan tangannya dari tangan Nadira seakan takut jika mereka akan terpisah lagi. Mereka menghabisakan waktu di sana dengan gembira Ali yang melihat kebahagiaan sang kakak yang selama ini tidak pernah dilihatnya merasa sangat senang dan beruntung karena turut andil dalam kebahagiaan mereka.


__ADS_2