Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Bagaimana memulai nya


__ADS_3

Rangkaian acara pernikahan sudah selesai. Semua tamu undangan sudah meninggalkan tempat acara. Semua keluarga sudah masuk kedalam kamar hotel masing-masing yang sudah disewa untuk mereka bermalam.


Almeer terlihat bingung didepan pintu kamar President Suite yang sudah disewa untuk kamar pengantin dipernikahan Zafira. Almeer terlihat gelisah. Tangannya ragu saat ingin menyentuh gagang pintu kamar tersebut.


""Kak. Kok Masih disini? kenapa nggak masuk?" tanya Ali


"ehh.. emmm iya. ini mau masuk." kata Almeer salah tingkah.


"Masuklah kak. Kasihan Zafira sudah menunggu didalam. Kenapa Kakak takut? tanya Ali.


"Nggak. ya. ini mau masuk sekarang. kamu masuk jua istirahatlah." kata Almeer bersuara bersikap biasa saja.


Almeer pun masuk kedalam. Sementara Ali memutuskan untuk mengawasi Almeer. kalau-kalau tiba-tiba traumanya kambuh sehingga dia keluar dari kamar.


----------------


Didalam kamar Almeer berusaha mengendalikan kegugupan nya. Almeer berjalan kearah ranjang dan duduk ditepinya. Terlihat Zafira yang sedang berusaha membersihkan sisa riasan makeup nya. Diam-diam Zafira memperhatikan Almeer dari cermin.


Terlihat Almeer yang menunduk. Terlihat jelas Almeer sedang memikirkan sesuatu hal yang sangat berat. Zafira sadar yang difikirkan Almeer saat ini pasti tentang pernikahannya. Walau ada banyak hal yang ingin ditanyakan Zafira tetap menahannya.


"Akang terlihat sangat lelah. Ada baiknya Akang bersihkan diri dulu biar lebih segar. Fira sudah siapkan Air hangatnya didalam Bathtub." kata Zafira.


"Iya terimakasih." dengan langkah gontai Almeer pun berjalan ke kamar mandi dengan membawa stelan piyama.


Tak lama setelah Almeer selesai dari kamar mandi kini giliran Zafira yang masuk kedalam kamar mandi. dan Almeer menunggu di tempat tidur. Terlihat Almeer yang mulai gelisah. Sudah pukul 1malam dan dia masih berada dikamar. perlahan kilatan masa lalunya muncul. Almeer sekuat tenaga untuk tenang. Dia tidak ingin membuat Khawatir Zafira dimalam pertama mereka.


Zafira keluar dari dalam kamar mandi. kini ia sudah merasa jauh lebih segar. namun Zafira mellihat Wajah Almeer yang berubah murung dan takut. Zafira menghampiri Almeer dan duduk disisinya. Almeer yang menunduk pun mengangkat kepalanya melihat ke arah Zafira. Zafira tersenyum seakan memberikan keyakinan semua baik-baik saja. Zafira melihat Almeer yang keringatan.


Zafira menyentuh tangan Almeer dan menggenggamnya. Almeer menatap Zafira. dan Zafira pun membalasnya sambil tersenyum.


"Akang jangan khawatir. Akang nggak sendirian. Fira yakin Akang pasti bisa melewati ini semua. Fira janji akan selalu disisi Akang. kita lewati ini semua sama-sama ya." kata Zafira.


Almeer diam. Mencari kejujuran dari setiap perkataan Zafira dibalik Matanya. perkataan Zafira membuat dirinya menjadi jauh lebih tenang.


"Kita sholat isya dulu ya Kang. Fira juga belum solat. Akang sudah solat belum? kata Zafira.

__ADS_1


"Belum." Kata Almeer.


"kita solat jamaah yah. Akang ambil wudhu dulu Fira siapkan tempat buat kita solat." kata Zafira.


Almeer mengangguk dan pergi ke kamar mandi mangambil wudhu.


setelah Mereka mengambil wudhu Mereka pun mulai melaksanakan sholat isya dengan khuyuk. selepas solat Almeer pun berdoa.


"Ya Allah. sungguh takdir yang kau gariskan tidak pernah terduga. Hamba adalah makhluknya yang menjalankan hidup ini dengan skenario mu. maka kuatkan hamba. beri hamba petunjuk dan kekuatan agar bisa tetap berada dalam jalan kebaikan. dan bisa menjadi iamam yang baik untuk keluarga kecil hamba. namun jika ternyata Zafira bukan untuk hamba maka hamba pasrahkan dia pada orang yang menurut Engkau pantas mendampinginya." Doa Almeer.


"Ya Allah sungguh takdirmu tiadaku duga. Kau Kabulkan doa hamba. menjadi isteri dari laki-laki yang namanya selalu hamba sebut dalam setiap untaian doa. ridhoi kami dalam pernikahan ini. jadikan aku pantas untuk menjadi pendampingnya. dan limpahi kami kebahagiaan, rahmt dan ishomo. hanya kepada-Mu hamba berserah dan memohon doa." untaian doa Zafira.


................


Kini keduanya hening. Almeer dan Zafira duduk di tepi ranjang disisi yang berlainan. Zafira masih menunggu penjelasan dari sang suami atas apa yang terjadi. Sungguh meski menikah dengan Almeer adalah salah satu doanya. Tapi mengingat Elmeer yang seharusnya menjadi suaminya kini tergantikan membuatnya menjadi bingung.


Almeer diam. Bagaimana dia harus memulainya? mengingat untuk kedua kalinya pengantin pria pergi tanpa kejelasan. Bagaimana perasaan Zafira mengetahui hal ini? ditinggalkan kedua kalinya oleh calon suami dihari pernikahannya. Apa Zafira sanggup menahan kesedihannya?.


"Maaf ". akhirnya kata itu yang sanggup keluar dari mulutnya.


"Untuk?" tanya Zafira.


"Syam pergi. Dan saya tidak berhasil menemukannya. karena kegagalan saya tidak bisa menemukannya, membuat kamu terpaksa terjebak dalam pernikahan dengan laki-laki seperti saya." kata Almeer.


Nyessz.. rasanya sesak saat Almeer mengatakan hal itu.


Kenapa Kang Almeer ngomong gitu sih? (suara batin Zafira).


"apa sebenarnya kang Almeer nggak bener-bener Nerima pernikahan ini? terus kenapa Dia menikahi Aku. kalau untuk rasa bersalah ini jelas bukan kesalahannya. apa yang sebenarnya yang dipikiran Kang Almeer? kata Zafira dalam hati.


Zafira kecewa karena dia mengira perasaannya tidak pernah terbalaskan. Zafira mengira jika perasaannya hanya perasaan yang sepihak. Zafira hanya bisa diam. karena dia tau, tidak mungkin bisa memaksakan cinta kepada orang lain.


Tanpa Almeer sadari perkataannya itu membuat perasaan sang isteri sedih. saat Almeer berbalik badan ia melihat Zafira tertunduk. Almeer memperhatikan sepertinya ada yang terjadi dengan Zafira. Almeer berjalan menghampiri Zafira. Almeer sedikit kaget karena ternyata Zafira menangis.


"Ya Allah apayang baru aku lakuin? belum ada satu hari menjadi suaminya. tapi aku sudah membuatnya menangis" ucap Almeer dalam hati dengan penuh sesal

__ADS_1


Almeer mendekati Zafira lalu berjongkok dihadapan Zafira


"Fira" panggil Almeer.


Zafira mengangkat kepalanya. Tatapannya bertemu dengan Almeer segera ia menghapus sisa buli bening yang keluar dari kedua netra nya . dengan mengumpulkan keberaniannya Almeer mengusap air mata Zafira dengan lembut.


"Maaf. sudah membuatmu menangis. tolong jangan menangis. maaf jika kata perbuatan atau perkataan aku yangembuatmu terluka." kata Almeer dengan tulus


"Boleh aku tanya?" tanya Zafira.


"Ya. Apa?" kata Almeer lembut.


"Apa Akang nggak pernah mencintai aku walau sedikit saja. Apa Akang terpeksa menikahi Aku? Apa pernikahan kita ini nggak pernah akang inginkan didalam hidup akang?" tana Zafira.


Almeer diam. Bagaimana dia mulai menjawabny? Bagaimana dia mengatakan bahwa sejak awal dia sudah mencintainya. dan sangat mencintainya. namun dia merasa tidak pantas untuk mendampingi bidadari surga seperti Zafira. dia takut tidak bisa memberikan kebahagiaan buat Zafira. dia takut hidup bersamanya hanya akan membuat Zafira menderita.


"Maaf sudah membuat Akang menderita. terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah akang inginkan. terjebak menikahi wanita seperti Aku yang tidak pernah akang cintai dan tidak akan pernah. Aku berjanji akan mengatakan hal ini pada Ayah. Fira ingin mengakhiri penderita Akang. dan biar pernikahan ini cukup sampai disini. besok Fira akan katakan pada semuanya." kata Zafira


Zafira ingin menenangkan dirinya. Di pun ingin berbabring ditempat tidur berharap dia akan terlelap dan bisa melupakan kenyataan yang dia hadapi saat ini walau hanya sejenak. melihat Zafira yang hendak berbaring setelah mengatakan hal itu Almeer merasa terluka. kenapa mendengar saat Fira akan mengakhiri pernikahannya besok membuat dadanya sesak.


"Fira. Tunggu." kata Almeer sambil memgang tangan Zafira.


Zafira pun mengurungkan niatnya untuk berbaring.


"Saat kamu tanya Apa aku mencintaimu. jawabannya Ya. Bahkan Aku begitu mencintaimu dan sangat mencintaimu. sehingga aku sendiri lupa bagaimana caranya berhenti untuk mencintaimu." kata Almeer akhirnya dia berani mengatakan apa yang sebenarnya dia rasakan.


Mendengar pernyataan cinta Almeer Zafira merasa bahagia namun juga bingung


" Aku tidak tau bagaimana memulainya. Aku begitu mencintaimu sehingga aku takut jika nantinya aku tidak sanggup membahagiakanmu. Kamu tau tentang traumaku dan kelemahan ku. aku takut menyeret mu dalam penderitaan yang selama ini aku alami. sehingga Aku berfikir dengan melepaskan kamu untuk bahagia bersama orang lain adalah jalan terbaik.". kata Almeer.


"Tapi apa Akang tau hal apa yang buat aku bahagia?. hal yang buat aku bahagia adalh menjadi isteri Akang. laki-laki yang aku cintai. imam yang baik buat aku. terlepas dari trauma Akang. Setiap orang punya kelemahanna masing-masing. karena nggak ada satupun manusia didunia ini yang terlahir sempurna tanpa kekurangan apapun." kata Zafira.


"Maaf. sudah bikin kamu erluka atas semua yang aku lakin ke kamu. Tapi tolong jangan pernah nangis. kalau aku salah kamu boleh langsung marahin aku. mau pukul aku atau hukum aku juga boleh. tapi satu hal jangan pernah menangis seperti ini. " kata Almeer.


"Akang jahat berulang kali aku nangis karena akang. kenapa akang ninggalin aku dan ngelepasin aku.!" lat Zafira sambil menangis memukuli dada Almeer.

__ADS_1


Lalu Almeer pun langsung memeluk Zafira dengan eratnya. sambil terus berkata 'maaf'.


__ADS_2