Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Memainkan Peran


__ADS_3

Diperjalanan menuju Masjid Katedral Moscow , Almeer tidak sengaja melihat Shreya. Dia terlihat sedang bersama seorang laki-laki. Karena laki-laki itu berdiri membelakanginya. Namun terlihat laki-laki itu memaksa Shreya.


Khawatir dengan keadaan Shreya, Almeer meempercepat langkah kakinya. Semakin dekat, Almeer melihat semakin jelas keduanya yang sedang bertengkar. Dan semakin jelas pula Almeer melihat siapa laki-laki yang sedang bersama Shreya.


Almeer mengatur nafasnya. Berusaha bersikap normal dihadapan laki-laki itu. Biar bagaimanapun juga dia harus kembali memerankan peran yang sudah terlanjur dia mainkan.


"Sayang. Kamu disini?" kata Almeer dengan suara yang dibuat senormal mungkin.


Shreya tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya saat Almeer tiba-tiba datang. Namun dia segera menguasai rasa terkejutnya. Almeer yang berjalan mendekati Shreya. Dia berpura-pura mengabaikan kehadiran laki-laki itu.


"Tuan Alenzo. Tuan disini?" kata Almeer pura-pura terkejut.


"Ya. Saya ada sedikit urusan didaerah dekat-dekat sini. Tidak sengaja saya bertemu dengan Shreya." Alenzo berusaha mencari-cari alasan.


Shreya yang mendengar jawaban Almeer yang bohong ingin rasanya mencaci maki laki-laki ini. Almeer sengaja merangkul Shreya dengan mesra. Shreya terlihat salah tingkah dengan perlakuan Almeer. Dan Almeer menatap mata Shreya sambil memberikan senyum.


Senyuman tulus Almeer membuat shreya terhipnotis. Dan membuatnya terbawa perasaan. Dan entah kenapa Shreya merasa aman dan nyaman berada sedekat ini dengan Almeer.


"tuan Alenzo apa masih ada urusan lagi? Jika tidak, kita bisa ngobrol-ngobrol sebentar. Mungkin. Tapi sebelumnya saya izin untuk sholat maghrib. Waktu maghrib hampir tiba. Atau jika Tuan tidak ada waktu. Mungkin lain kali saja" kata Almeer


Melihat sikap Almeer yang begitu perhatian, lemah lembut dalam memperlakukan Shreya. Rasanya Alenzo tidak akan sanggup berada diantara mereka. Melihat secara langsung kemesraan yang akan mereka perlihatkan. Walau Alenzo merasa jika mereka hanya ingin membuatnya terbakar cemburu.


"Masih ada urusan yang harus saya kerjakan. Saya undur diri. Selamat tinggal" kata Alenzo.


Alenzo pergi dengan perasaan kesalnya. Dia tidak akan melepaskan Shreya dengan mudah. Walau mendapatkan Shreya kembali adalah hal yang mustahil. Alenzo bukan orang yang dengan mudah menerima kekalahan. Dia sendiri sudah merencanakan sesuatu. Untuk bisa mendapatkan kembali Shreya.


Seperti kata pepatah. Mundur satu langkah untuk mengambil seribu langkah.


Setelah kepergian Alenzo. Almeer menggajak Shreya untuk masuk ke halaman Masjid Katedral Moscow. Tanpa melepaskan tangan Shreya Almeer terus berjalan mendekati masjid. Sepanjang jalan Shreya terus melihat tangannya yang digenggam Almeer.


Shreya tidak bisa membohongi perasaannya jika saat ini dia bahagia. Almeer membuatnya merasa terlindungi. Dan perasaan ini memmbuatnya merasa nyaman dan ingin tetap berada diposisi ini. Namun ingatannya kembali pada 1 minggu yang lalu.


Shreya berfikir apakah Almeer melakukan ini hanya untuk melindunginnya dari Alenzo?.

__ADS_1


Apakah sikap Almeer akan berubah ke seperti semula saat Alenzo dan anak buahnya sudah tidak ada disini?.


Apakah Almeer akan kembali bersikap dingin, cuek, dan menyebalkan?


Banyak pertanyaan yang terlintas dibenak Shreya. Ingin rasanya Shreya menanyakan hal yang mengganggu dipikirannya. Namun dia takut. Dia takut Almeer akan kembali marah padanya. Mengingat kejadian minggu lalu membuatnya tidak berkomunikasi dengan Almeer.


"Saya akan pergi sholat. Kamu bisa tunggu di ruang perpustakaan. Atau berkeliling melihat masjid. Ingat jangan pergi kemana-mana. Mereka masih terus mantau kita" kata Almeeer mencoba memperingati.


"Iya. Terimakasih" kata Shreya.


Almeer pun pergi untuk mengambil wudhu dan kemudian menunaikan sholat. Setelah hampir 20 menit Almeer menyelesaikan sholat dan dzikir nya. Almeer pun keluar masjid dan menemui Shreya.


Shreya terpana saat melihat Almeer. Aura Cahaya terpancar di wajah Almeer. Almeer yang keluar dengan masih masih menggunakan kopiah membuat kadar ketampanannya meningkat.


"Berhenti melamun. Kita pulang sekarang?" kata Almeer menyadarkan Shreya dari lamunanya.


Shreya terlihat salah tingkah.


"Ayo. Tunggu apa lagi?" kata Almeer sambil mengulurkan tangannya.


Shreya berfikir jika Almeer melakukan ini karena takut anak buah Alenzo masih mengintai. Namun Shreya tidak melihat anak buah Alenzo. Tapi kenapa Almeer masih menggandeng tangannya?.


"Maaf." Shreya bingung memulai pembicaraan dari mana.


"Lagi-lagi kamu harus terlibat dengan urusan aku dan dia." kata Shreya lagi.


"Maaf untuk kejadian diresto waktu itu." kata Shreya lagi.


Almeer masih belum merespon apapun. Shreya terlihat pasrah. Shreya pun melepaskan tangan Almeer. Almeer yang menyadarinya berbalik badan. Melihat Shreya yang berdiri beberapa meter dibelakangnya.


"Ada apa?" tanya Almeer.


"aku tidak ingin melibatkanmu lagi. Jadi kita akhirin saja semua ini?" kata Shreya

__ADS_1


Almeer berjalan menghampiri Shreya. menuntunnya untuk mengikuti langkahnya.


"Saya sudah terlibat sejauh ini. Lalu bagaimana Saya bisa berhenti sebelum semua selesai?" tanya Almeer.


Shreya melihat wajah Almeer.


"Kita selesaikan ini sebagaimana mestinya. Kita adalah rekan. Lalu bagaimma bisa aku meninggalkanmu?" kata Almeer


Shreya terharu.


"Tapi Aku akan tetap memperingatimu. Tolong jangan pernah menciumku lagi atau bertindak semaumu. Selain agama yang melarangku berbuat demikian. Aku ingin menjaga kehormatanmu sebagai wanita. Kamu mengerti?." Almeer menjelaskan dengan sangat pelan.


Shreya mengerti. Dan dia mengangguk.


"Terimakasi banyak" kata Shreya.


Mereka pun pergi. Disepanjang jalan Almeer tidak melepaskan tangan Shreya. Mereka berjalan sambil terus berpegangan tangan. Almeer melihat dari jauh anak buah Alenzo yang terus memantau nya.


"Mereka masih terus memantau kita" kata Almeer.


Shreya merasa khawatir. Dia merasa takut Jika mereka berniat buruk kepada nya. Almeer yang bisa merasakan kekhawatiran Shreya pun berusaha membuatnya tenang. Almeer mengeratkan pegangan tangannya. Seakan mengatakan jika semua akan baik-baik saja.


Almeer menoleh kearah Shreya. Dan memberikan senyuman yang membuat Shreya seketika tenang.


"Jangan khawatir. Kita terus saja jalan. tetap bersikap bahwa semua baik-baik saja. Kita pergi ketempat yang ramai oke?. Agar mereka tidak bisa berbuat macam-macam ke kita" kata Almeer.


Mereka pun memutuskan pergi ketempat yang ramai. Almeer yang merasa lapar memutuskan mengajak Shreya dinner. Acara dinner yang tidak terencanakan sebelumnya. Namun cukup romantis.


Shreya tidak bisa membohongi perasaannya jika saat ini dia merasa senang. Perlakuan Almeer padanya membuat dia terbawa perasaan. Atau mungkin tanpa disadari Shreya sudah jatuh hati pada Almeer.


Hai readers.


Terimakasih sudah mengikuti karya ku ini. Aku minta maaf jika banyak kekurangan. Aku juga minta maaf atas keterlambatan updatenya karena ibuku yang sakit. mohan doa kalian untuk kesembuhan ibuku tercinta. Semoga ibuku bisa kembali sehat.

__ADS_1


Terimakasih atas doa kalian.


__ADS_2