Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Bertemu Kembali


__ADS_3

Siang hari yang panas tidak menyurutkan niat Zafira, Kiya, dan Juga Syfa untuk jalan-jalan ke Mall menghabiskan akhir pekan mereka. Walau mereka tinggal satu apartemen yang sama namun karena kesibukan mereka membuat mereka jarang menghabiskan waktu untuk jalan-jalan bersama. Sambil menenteng beberapa barang belanjaan mereka.


Setelah selesai menonton film horor membuat perut mereka lapar. Mereka memutuskan untuk pergi kesalah satu tempat makan. Namun tidak sengaja ada seorang Laki-laki yang menabraknya hingga membuat barang-barang belanjaannya jatuh. Laki-laki itu pun membantu membereskan barang-barang yang jatuh itu.


"maaf. Saya tidak sengaja." sambil menyerahkan barang terakhir.


Saat melihat siapa yang ditabraknya. Laki-laki itu kaget. Ternyata yang ditabraknya adalah wanita yang pernah menolong neneknya.


"kamu" kata laki-laki itu.


Zafira sendiri tidak menyangka jika ternyata yang menabraknya adalah laki-laki itu.


"sekali lagi saya bener-bener minta maaf. Saya nggak sengaja" kata laki-laki itu.


Kiya dan Syfa yang melihat wajah laki-laki itu hampir tidak percaya. Betapa miripnya dia dengan Almeer.


"Kakak. Dicariin juga dari tadi. Kebiasaan banget sih." terdengar suara wanita yang sedang mengomel laki-laki tersebut dari belakang.


"loh.. Zafira, Kiya dan... Kalian disini juga?" kata wanita itu.


"Nadira. Oh ya kenalin ini Syfa sahabat Aku juga. Nggak nyangka kita ketemu disini" kata Zafira.


"hai Aku Nadira. Teman satu kantornya Zafira dan Kiya" kata Nadira sambil mengulurkan tangan.


"Syfa. Senang bisa berkenalan dengan Kamu" kata Syfa memmbalas jabat tangan Nadira.


"oh ya kenalin Kakak sepupu Aku. Kak El. Kak kenalin mereka teman kantorku" kata Nadira memperkenalkan laki-laki itu.


El pun mengulurkan tangannya untuk berkenalan. Namun baik Zafira, Kiya dan Syfa tidak ada yang menjabat tangannya. Mereka menangkupkan kedua tangan mereka di dada. Dan laki-laki itu menarik kembali tangannya.


"Saya Zafira" kata Zafira


"Saya Kiya" kata Kiya


"Saya Syfa" kata Syfa.


"Zafira ini yang Nolong Nenek waktu itu" kata El.


"Jadi Zafira yang udah nolong Nenek. Makasih banget ya Fira udah nolongin Nenek Aku. Nenek selalu cerita tentang Kamu. Aku nggak nyangka yang tolongin Nenenk waktu itu adalah Kamu. Nenek bilang pengen banget ngundang Kamu makan dirumah." kata Nadira


"Sama-sama. Insyaallah jika ada kesempatan" kata Zafira.


"Harus. Nanti saat acara ulang tahun ibu kalian harus dateng. Aku ngundang kalian secara khusus." kata Nadira sedikit meemaksa


"Insyaallah" kata mereka bertiga.


"oh ya Abis ini kalian mau kemana lagi?" tanya Nadira.

__ADS_1


"kita mau makan " kata Kiya


"yaudah Kita boleh ikut nggak?. Aku juga laper. Boleh ya?" kata Nadira


"Ya nggak masalah. Boleh kan Syf, ra?" kata Kiya


"iya boleh" kata syfa.


Mereka pun memutuskan untuk makan bersama disalah satu resto. Sepanjang makan bersama Nadira,Kiya , dan Syfa aktif berbicara. Sedangkan Zafira dan El hanya diam jadi pendengar yang baik.


Sungguh kali ini Zafira kembali merasakan seperti berada didekat Almeer. Namun nyatanya dia adalah orang yang berbeda. Zafira berusaha keras menekan kerinduan yang membuncah dihatinya. Terlebih saat melihat wajah orang yang mirip dengan Almeer.


Diam-diam El terus memperhatikan Zafira. Dia melihat seakan ada sesuatau hal yang terjadi dengan wanita itu. Diam namun seperti menahan sesuatu. Terlihat jelas Dia enggan sekali melihat kearahnya. Sebenarnya ada apa dengan Dia. Kenapa Dia nggak mau ngelihat ke arah El. El terus bertanya-tanya. Sepertinya ada hal yang ingin sekali diketahui tentang wanita ini.


Anehnya setelah Lima tahun kepergian tunangannya. El yang tidak pernah perduli dan memperhatikan wanita. Kini rasanya ada hal menarik dari wanita ini. Sehingga Dia ingin mencari tau segala hal tentang wanita ini. Dia bertekad akan mencari taunya.


Syfa yang diam-diam memperhatikan setiap gerak gerik Zafira pun mengerti jika saat ini sahabatnya itu merasa tidak nyaman. Karena berada satu meja dengan El membuatnya kembali teringat dengan Almeer. Jangankan Zafira dirinya sendiri saja merasa jika yang berada dihadapannya saat ini adalah Almeer mantan suami Zafira.


Mereka pun berpisah setelah selesai makan siang. Nadira dengan El pergi ketempat tujuan mereka. Dan Zafira, Syfa, kiya kembali ke apartement mereka. Sepanjang jalan Zafira hanya diam. Syfa dan kiya yang mengerti perasaan Fira kali ini memilih membiarkan Fira menenangkan hatinya sendiri. Biar bagaimanapun Fira harus berusaha sendiri dan lebih keras untuk bisa mengendalikan perasaannya. Sudah saat nya Zafira berusaha untuk move on dari Almeer.


Dikantor para karyawan yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Teralihkan fokusnya saat mendengar pemberitahun dari speaker yang meminta untuk seluruh karyawan berkumpul di ruang aula pertemuan. Seluruh karyawan yang berjumlah lebih dari 500 orang berkumpul diaula.


Seorang moderator naik keatas panggung. Mengalihkan attensi para karyawan.


"Selamat siang semua. Hari ini Saya selaku moderator diminta untuk memberitahukan berita penting. Dan tidak menunggu waktu lama Saya panggilkan Pak Ali Ramadhan untuk naik keatas panggung." kata moderator tersebut.


Dan ini adalah untuk terakhir kalinya Dia bisa berdiri ditempat ini sebagai Direktur utama mereka. Ini adalah acara perpisahan untuknya. Hanya Anis yang tau hal ini. Anis sendiri melihat Ali berada diatas sana berusaha sekuat tenaga agar tidak menangis.


Sedangkan Nadira yang bingung ada hal apa sehingga semua orang dikumpulkan. Di bingung kenapa Ali berdiri diatas sana. Sebenarnya ada hal penting apa yang ingin diumumkan ke semua orang. Kenapa Dia tidak tau apa-apa?.


Entah kenapa perasaan Nadira menjadi tidak enak. Khawatir dan gelisah. Tapi kenapa?. Nadira melihat semua orang sepertinya mereka sama tidak mengetahui apapun.


Tapi saat Nadira melihat ke arah Anis. Dia melihat tatapan Anis yang sendu. Berusaha menahan tangis. Dia heran apakah Anis tau hal apa yang akan di bicarakan Ali?. Saat Nadira ingin menghampiri Anis tiba-tiba Ali mulai berbicara.


"selamat siang semua. Salam sejahterah untuk kita semua. Terimakasih sudah hadir ditempat ini. Ada banyak hal yang akan saya sampaikan pada pertemuan Kita kali ini. Mungkin kalian semua bertanya-tanya hal penting apa yang akan diberitahu hingga kalian dikumpulkan disini." kata Ali


Berhenti sejenak. Membuat semua orang semakin penasaran.


"Saya mau ucapakan terimakasih pada kalian semua. Atas dedikasi kalian atas royalitas kalian pada perusahaan ini. Perusahaan ini tidak akan menjadi seperti ini jika tanpa kerja keras kalian semua. Begitu juga kalian. Tidak akan seperti ini jika perusahaan ini tidak berkembang. Kita sama-sama menjalani hubungan simbiosis mutualisme. Semoga hal ini bisa terus berjalan kedepannya." kata Ali lagi


"Hari ini Saya akan mengumumkan hal penting. Hari ini saya Ali Ramadhan resmi mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama perusahaan ini." kata Ali akhirnya bisa mengumumkan halbpenting itu.


Sontak saja hal ini membuat shock seluruh karyawan. Walau Ali dikenal sebagai bos yang tegas. Namun dia sangat Royal. Dan suka membantu para karyawan. Suka memberikan masukan, motivasi, mengajarkan dan memberikan bonus-bonus besar bagi mereka yang berprestasi. Sehinga hal ini membuat para karyawan sedih dan kehilangan.


"Saya minta maaf jika selama Saya menjabat banyak salah. Dan sering membuat kalian tertekan, dan sering membuat kalian menangis karena omelan Saya. Tidak jarang Saya membuat kalian kerja rodi. Terlepas dari itu semua. Saya ingin kalian tetap berkomitmen dan terus berusaha memajukan perusahaan ini. Karena saya yakin perusahaan ini akan membantu kalian menafkahi keluarga kalian." Ali berhenti sejenak.


Melihat tidak sedikit para karyawannya menangis membuat Ali merasa berat meninggalkan jabatannya. Begitu pula dengan Nadira perasaannya menjadi tidak menentu. Dia ingin marah, kesal sedih dan rasanya ingin menangis. Namun dia berusaha untuk menahannya.

__ADS_1


"Dan kali ini juga saya akan perkenalkan kalian dengan pengganti saya. Bos kalian yang baru. Saya minta kepada yang terhormat bapak. Elmeer syah Gulztaf untuk naik keatas podium berdiri disamping saya." kata Ali.


Mendengar namanya dipanggil El naik ke atas panggung. Berdiri tepat disamping Ali. Nadira kaget ternyata El yang menggantikan posisi Ali. Namun kenapa dia tidak tau apa-apa tentang hal ini. Dan kenapa mereka tidak ada satu pun yang memberitahunya.


Sama halnya juga dengan Zafira dan Kiya. Mereka berdua kaget. saat mengetahui yang akan menjadi bosnya dikantor adalah El. Kakak sepupu Nadira yang memiliki wajah yang mirip dengan Almeer. Jika seperti ini semakin besar kemungkinan mereka bertemu. Dan itu sama halnya semakin sulit untuk Zafira melupakan Almeer.


"Selamat siang semuanya. Salam kenal. Saya Elmeer. Panggil saja El. Saya diutus oleh bos besar kalian CEO sekaligus pemegang saham terbesar perusahaan ini untuk menggantikan pak Ali sebagai Direktur Utama. Semua ini bukan karena kinerja Pak Ali yang buruk. Tapi justru karena beliau perusahaan ini berdiri semakin maju." kata Elmeer.


"Saya disini semata-mata untuk meringankan kinerja Pak Ali. Karena saat ini beliau diberikan mandat baru untuk membangun perusahaan yang baru di rintis oleh bos besar Kita. Seperti pak Ali yang berhasil memajukan perusahaan CSIS ini." kata El.


" Saya yakin Pak Ali akan membuat perusahaan baru nya berkembang bahkan maju seperti perusahaan ini. Mari Kita dukung dan beri semangat pada pak Ali semoga Pak Ali berhasil dengan perusahaan barunya" kata Elmeer berusaha memberikan alasan atas pengunduran diri Ali.


"Terimakasih Pak El. Saya yakin Pak El akan melanjutkan perjuangan Saya dan membuat perusahaan ini jauh lebih maju. Saya minta kepada kalian semua untuk dapat berkerja sama dengan baik dengan Pak El agar membuat perusahaan ini lebih maju lagi. Semakin maju perusahaan ini maka perusahaan juga akan memberikan kesejahteraan untuk keluarga kalian lebih baik lagi." kata Ali.


"Dan satu lagi kalian tidak perlu khawatir. Sebenarnya Pak Ali ini tidak benar-benar berhenti dari perusahaan ini. Kelak sewaktu waktu pak Ali akan berkunjung ke perusahaan Kita ini karena beliau juga pemilik 30% saham perusahaan. Otomatis beliau juga akan turut andil dalam setiap keputusan perusahaan ini." kata El.


"Selanjutnya akan Saya serahkan pada Pak El. Mungkin ada beberapa hal yang akan beliau sampaikan. Sekalia lagi Saya minta maaf. Dan Saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik dibawah kepemimpinan Beliau. Dan sekali lagi selamat Pak El. Semoga bapak bisa mengemban amanah ini. Saya pamit. Salam sejahtera . Assalamualaikum warohmatullahi wabarokattu."


Ali turun dari panggung. Ali kembali kedalam ruangannya. Dan membereskan beberapa barang-barang pribadinya yang akan dia bawa. Tidak ada perasaan berat sama sekali dihatinya meninggalkan ruangan ini. Karena Dia tau ruangan ini sejatinya bukan miliknya. kelak sang Kakak yang akan mengisi tempat ini hanya menunggu waktunya saja.


Nadira masuk ke dalam ruangan Ali tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Perasaannya sudah tidak dapat terbendung lagi. Ingin rasanya dia memarahi Ali atas apa yang terjadi.


"Ini maksudnya apa?. Kenapa kalian ngambil keputusan besar seperti ini tapi nggak ada satu orang pun yang kasih tau Aku?" kata Nadira dengan emosi


Ali hanya tersenyum. Tanpa memberikan jawaban apapun. Dan hal ini membuat Nadira semakin kesal


"Jawab Kak !. Sebenernya kalian anggap Aku ini apa?. Apa segitu nggak pentingnya ya pendapat Aku sampe kalian ngerasa nggak penting buat libatin Aku dalam keputusan apapun?" tanya Nadira menggebu-gebu.


"Sudah marahnya?. Kamu tanyakan hal ini dengan Kak Zein dia tau semuanya. Lagian juga seharusnya kamu senang dengan begini kamu bisa terbebas dan terlepas dari aturan dan gangguan aku. Ini kan yang kamu minta?. Kamu bebas sekarang." kata Ali masih terus merapihkan barang-barangnya yang hanya sedikit.


Nadira bingung karena apa yang dikatakan Ali benar adanya. Selama ini Dia selalu ingin bisa terbebas dari segala aturan Ali. Tapi kenapa rasanya kali ini sangat berat.


Anis masuk kedalam setelah mengetuk pintu sebelumnya.


"Bagaimana, apa tiket pesawat Kakak sudah dipesan?" tanya Ali pada Anis.


Hal ini membuat Nadira semakin bingung.


"sudah Kak. Bahkan Kak Zein sudah menyediakan tempat tinggal Kakak selama disana. Kak Zein sudah menyiapkan segala kebutuhan Kakak selama disana. dan pesawatnya akan terbang pukul 3 sore ini. Kakak masih ada waktu 3 jam." kata Anis.


Sebenarnya Anis juga berat karena lagi dan lagi dia akan dipisahkan oleh kakak - kakak nya. Namun dia tau setiap keputusan Kak Zein itu yang terbaik buat mereka.


" Terimakasih. Kamu jaga diri baik-baik. Kalau ada apa-apa hubungi kakak. Kakak pamit ya. Ada beberapa urusan yang harus kakak selesaikan sebelum kakak pergi" kata Ali pada Anis.


Nadira masih menunggu penjelasan Ali. Namun sepertinya kali ini Ali tidak berniat menjelaskannya.


"Saya pamit. Jaga diri Kamu baik-baik." kata Ali ke Nadira

__ADS_1


Dan setelah itu Ali pun pergi.


__ADS_2