
Arthur berusaha menahan diri saat kesetiaannya dipertanyakan. Almeer tau, jika saat ini seluruh adiknya merasa jika Almeer tidak adil pada mereka. mendengar Arthur yang dituduh demikian dengan adiknya Almeer merasa mereka sudah keterlaluan. Namun membela terang-terangan Arthur dihadapan mereka tidak akan memperbaiki keadaan.
"Maksud kamu apa Ali? Kamu nuduh saya akan berkhianat gitu?" kata Arthur masih bersikap tenang
"Saya tidak menuduh. Tapi namanya manusia akan berubah. Terlebih saat kedudukan kamu sudah diatas. Siapa tau kamu merasa bosan menjadi anak buah lalu kamu mulai membuka perusahaan sendiri dan ingin menjatuhkan perusahaan Kak Zein. siapa yang tau kan. dunia bisnis itu kejam Arthur." kata Ali
Almeer diam. dia tau Arthur mampu membuat mereka sadar tanpa perlu dia turun tangan langsung.
" Terlebih kedudukan dan kamu sudah tau semua hal tentang kak Zein. Keluarganya bahkan semua bisnisnya. tentu akan sangat menguntungkan buat kamu". kata Althaf.
"Kamu berbeda dengan Kami . Kami setia dengan Kak Zein. Kami hidup satu atap. kami dibesarkan dan hidup susah bersama dipanti. kak Zein yang mengeluarkan kami dari kemiskinan hingga kami berada dipuncak seperti sekarang. bahkan kami rela memberikan nyawa kami dan memberikan yang kami punya buat kak Zein. sedangkan anda siapa?. Hanya orang lain. Anda bukan keluarga kandung ataupun keluarga angkatnya. Jadi sangat mungkin buat anda menjadi musuh dalam selimut"kata Ali.
Semua orang merasakan aura pertengkaran di ruangan ini. Almeer hanya diam. Arthur pun masih bersikap tenang. terlebih saat dia melihat jika Almeer mesih bersikap tenang.
"Mungkin kalian merasa saya ini akan mengkhianati tuan. Saya juga tidak perduli apapun pendapat kalian tentang saya. dan saya juga nggak harus menjelaskan apapun ke kalian untuk membuat kalian percaya. buat saya selama tuan Al G masih mempercayai saya. itu sudah lebih dari cukup." kata Arthur.
"Arthur ada satu hal yang ingin saya tanyakan. tentang video ini!" kata Almeer serius sambil membuka ponselnya.
Didalam video tersebut terlihat Arthur sedang duduk bersama tiga orang laki-lagi dengan stelan jas hitam. menyodorkan beberapa berkas dan pulpen kehadapan Arthur. dan terlihat mereka sedang melakukan negosiasi. jelas jika mereka sedang mencoba melakukan kesepakatan
"Bukankah mereka kaki tangannya BIM perusahaan raksasa yang sedang bersaing dengan EGP. Bisa jelaskan?" tanya Almeer serius
"Betul tuan" jawab
"Kalian sedang berusaha membuat kesepakatan dibelakang saya begitu?" kata Almeer.
"oh.. jadi ini kesetiaan yang Kamu maksud. Membuat kesepakatan di belakang tuan yang kamu bilang berjasa dihidup kamu gitu?" kata Ali terpancing emosi
"Mereka memang menawarkan kesepakatan tuan. Tapi saya tidak menandatangani nya tuan. Saya menolaknya. Tuan bisa liat saya tidak membubuhi tanda tangan disana" kata Arthur dengan tenang menjelaskan.
"Ya tidak disana. tapi ditempat lain. iya kan. mungkin saat itu kamu tau kalau kamu sedang dimata-matai makanya kamu tidak tanda tangan. Tapi kalian cari tempat lain untuk menandatangani kesepakatan itu" kata Althaf.
"Apa yang mereka tawarkan?" tanya Almeer.
"Mereka menawarkan 40% saham BIM. dan juga anak perusahaan dibawah naungan BIM. dan gaji 10x lipat dari yang tuan berikan." jawab Arthur jujur.
"Lalu?" tanya Almeer.
__ADS_1
"Saya tolak tuan" jawab Arthur tegas.
"haha... nggak mungkin anda tolak. yang dia tawarkan 30x lipat dari yang Kak Zein kasih. mustahil. Kamu mau coba bodohi kami . Hah ?!" kata Ali tertawa. menganggap Arthur sedang berusaha membohongi mereka.
"Saya tidak masalah jika anda tidak percaya. buat saya kepercayaan tuan, jauh lebih penting. buat saya kepercayaan tuan harga mati yang harus saja jaga." kata Arthur.
"Apa benar kamu menolaknya?" tanya Almeer.
Seketika runtuh sudah kepercayaan dirinya Arthur saat kesetiaannya dipertanyakan oleh Almeer. untuk pertama kalinya kesetiaannya dipertanyakan. Selama ini Almeer selalu mempercayai setiap tindakannya. tidak pernah sekalipun Almeer mempertanyakan setiap tindakannya. Seperti dia yang selalu percaya dengan keputusan Almeer walau terkadang bertentangan dengan pikirannya. Tapi dia percaya sepenuhnya. Seperti halnya demikian Almeer padanya. Namun kali ini untuk pertama kalinya Almeer meragukan tindakannya.
Arthur sedih saat kesetiaannya dipertanyakan oleh Almeer. Rasanya Dia lebih baik kehilangan seluruh kepercayaan orang dimuka bumi ini namun masih memiliki Almeer disisinya yang tetap percaya padanya. Dari pada dia kehilangan kepercayaan dari Almeer.
Arthur mengodok kantong jasnya. Mengambil sebuah pistol yang dia sembunyikan di saku jas dalamnya. Mengarahkannya pada Almeer. sontak saja semua orang panik. Mereka berpikir jika Arthur ingin menembak Almeer.
"Heh.. Apa yang kamu lakuin?. Taro pistol itu. atau saya akan panggil polisi." kata Ali panik dan takut.
Semua orang ketakutan. Namun Almeer sama sekali tidak takut. Arthur berjalan semakin dekat dengan ranjang Almeer. Sambil terus menodongkan pistol. Nadira Sudah menangis. Zafira pun merasa ketakutan. semua orang dilanda ketakutan.
"Kamu jangan macem-macem ya. atau kamu akan mati" kata Ali mengancam
Arthur tidak menghiraukan ucapan mereka. dia berdiri tepat disamping ranjang Almeer. sambil terus menatap mata Almeer. mencari kebenarannya. Apakah benar Almeer meragukan kesetiaannya.
semua orang bingung
Arthur memberikan pistol itu ketangan Almeer. lalu mengarahkan pistol itu pada kepalanya. semua orang dibuat bingung.
"Kenapa kamu memilih mati dari pada mengatakan kejujurannya. jika kamu memang bersalah. Cukup bilang saja. dan Kamu bisa mengundurkan diri. Saya tidak akan keberatan melepaskan kamu. dan saya tidak akan menahan kamu "kata Almeer terus menatap Arthur.
"Seperti kata saya tuan kepercayaan tuan harga mati yang harus saya jaga." kata Arthur
"Baiklah." kata Almeer sambil mengunci pistol tersebut untuk suap menembak.
Dan mulai mengarahkan pistol itu pada kepala Arthur
"Kak tolong jangan tembak diam jangan kotori tangan Kaka untuk orang seperti dia. ka. cukup Kakak pecat saja dia" kata Nadira merasa kasihan pada Arthur.
"Seperti kata dia. harga mati untuk kepercayaan kakak padanya. jadi serpti ini lah cara untuk membuktikannya. kenapa kamu tidak merem. Apa kamu tidak takut menghadapi kematiamu?." kata Almeer.
__ADS_1
"Saya tidak akan takut. jika dengan menembak saya bisa membuat tuan percaya kembali pada saya. maka saya siap. walau mungkin setelah itu saya akan tiada setidaknya. dinafas terakhir saya. saya punya tuan disisi saya yang percaya sama saya." kata Arthur pasti
"Baiklah kalau kamu sudah siap" kata Almeer
DOR..
suara psitol menggema diruang rawat Almeer. semua orang membeku menyaksikan pristiwa menegangkan tersebut.
"Kakak apa yang kakak lakukan? kenapa Kakak menembak orang?" tanya Nadira.
"Tuan ?." terdengar suara Arthur.
"Kamu masih hidup?" tanya Nadira.
Almeer membuka tempat peluru pistol tersebut yang ternyata isinya kosong.
"Nggak ada pelurunya?" kata Ashraf.
"Ya. Pistolnya kosong." kata Almeer
"Jadi kamu sengaja memberikan pistol kosong untuk menakuti kami dan berpikir Kamu orang yang jujur " kata Althaf kesal.
Almeer tersenyum.
"Inilah perbedaan kalian dengan Arthur. kalian selalu mempercayai apa yang telihat dan kalian dengar dihadapan kalian. Tanpa mencari tau fakta yang sesungguhnya. sedangkan Arthur, Dia sebaliknya. dan lagi Artur tidak tau soal pistol yang kosong ini" kata Almeer.
"Tuan " kata Arthur.
"Kakak nyuruh orang untuk menukar pistol Artur yang asli dengan pistol yang kosong. karena Kakak tau hal ini akan terjadi. Kakak tau kalian akan mempertanyakan kesetiaan Arthur. dan kalaupun Kakak mengatakan alasan sejujurnya kekalian kalian tetap tidak akan percaya. dan mungkin kalian akan berpikir jika Kaka tidak adil pada kalian.
semua orang diam
"Arthur selalu tau apa yang Kakak mau lakuin. dan Kakak hadapi meski Kakak tidak mengatakan apapun padanya. Dia selalu bertindak benar meski saya tidak pernah tau apa rencana dia. dia selalu menjalankan rencana Kakak meski Kakak tidak pernah mengatakannya. itu sebabnya saya mengatakan Arthur ini adalah bayangannya. karena saya yakin sama dia. dan dia pun sama ." kata Almeer.
"Terimakasih tuan." kata Arthur.
"Apa sampai sini kalian masih ragu sama Kakak dan Arthur? atau masih ada diantara kalian yang merasa kalau Kakak tidak adil pada kalian?" kata Almeer.
__ADS_1
semua orang diam.
"Seharusnya kalian bersyukur. karena kalian memiliki seorag kakak yang begitu menyayangi kalian. kakak yang selalu melindungi kalian dimanapun dia berada. dalam keadaan apapun. bahkan dia jauh lebih perduli dengan keselamatan kalian dari pada keselamatan dirinya sendiri." kata Arthur.