
Didalam kamar tunggu. Terlihat Syfa yang sudah cantik dengan riasan dan baju pengantinnya sedang cemas. Ditemani oleh Zafira dan Kiya mereka menunggu acara Akad nikah yang sedang berlangsung di bollroom salah satu hotel bintang lima tempat acar pernikahan mereka berlangsung.
Syfa terlihat gelisah. Zafira memegang tangannya sambil tersenyum. seakan menyalurkan energi positif. Yang mampu membuat Syfa lebih tenang.
"Jangan khawatir. Kita berdoa dari sini. semoga acaranya berjalan lancar sampai selesai." kata Zafira
"Amin ya Allah" ucap Syfa dan Kiya.
Mereka pun diam. Sambil menyaksikan layar laptop yang menampilkan keadaan suasana bollroom tempat akad Nikah yang sedang berlangsung.
Terlihat Ashraf tampak tampan dan gagah dalam balutan stelan pengantin berwarna putih. berhadapan langsung dengan papanya Syfa dan penghulu. Sama halnya dengan Syfa,. Ashraf juga terlihat grogi saat menjabat tangan Papanya Syfa selaku wali nikahnya.
"Saya terima Nikah dan Kawinnya Asyfa Tsania Binti Yusuf Permana dengan mas kawin 127 gram Emas dan 600 dolar dibayar tunai" ucap Ashraf dengan lantang dan tenang.
"bagaimana para saksi? sah?" tanya pak penghulu
"Sah"
"Sah"
"Alhamdullillahi robbil Alamin" ucap seraya seluruh orang yang menyaksikan acara akad nikah.
__ADS_1
Seketika perasaan Syfa menjadi tenang. Perasaan cemas, Khawatir seketika menguap ke udara setelah mendengar Ashraf berhasil melafalkan Akad nikah dengan lancar dalam sekali tarikan nafas.
Seketika Syfa berhambur ke pelukan kedua sahabatnya. Zafira tak bisa menahan haru kebahagiaan atas pernikahan sahabatnya
bersama dengan laki-laki yang dia cintai dan mereka saling mencintai.
"Selamat ya Sayang. Kita ikut bahagia. semoga pernikahan Kalian jadi pernikahan yang SAMAWA." kata Kiya
"Semoga pernikahan kalian dilimpahi rahmat, keberkahan dan kebahagiaa. Dilimpahi anak-anak yang sholeh-sholeha. dapat menciptakan surga didunia dan meraih surga diakhirat." kata Zafira memberikan doa tulus.
"Terimakasih ya atas doa kalian. makasih juga udah support hubungan gua sama Kak Ashraf. Gua doain semoga kalian cepet nyusul ya." kata Syfa.
seketika wajah Syfa merah merona. mendengar permintaan sahabatnya yang absurt.
"Husssttt.. ngawur loe. Kita? loe aja kali. gua sih nggak" kata Zafira
"Teu loe mah. Kan gua sih cuman pengen tau. kan itung-itung belajar buat persiapan nanti." kata Kiya membela diri.
"Yey.. Mana boleh. Zina mata itu sih. Loe mah ya. Kalau loe mau tau yang nikah dulu baru deh nanti loe tau. Bukan cuman liat aja tapi nanti loe yang jadi pemeran utamanya langsung." kata Zafira.
"Yey.. Loe aja yang udah pernah nikah belom pernah unboxing kan?" kata Kiya tidak sadar.
__ADS_1
jlebb..
Terasa mengena di hati Zafira. Apa yang dikatakan Kiya benar adanya. Statusnya memang seorang janda. Pernah menjalani pernikahan selama tiga bulan bersama Almeer. Namun sayangnya pernkahan yang meraka jalani tidak berjalan sebagaimana seharusnya. Mereka bagaikan dua orang asing yang tinggal dalam satu kamar dengan status pasangan. Namun hanya sebagai status diatas kertas.
Raut wajah Zafira seketika berubah menjadi murung. Syga menyadari perubahan sahabatnya itu. Syfa pun memberi kode pada Kiya. dan Kiya pun menyadari kesalahannya.
"Sorry. Sorry banget. Gua nggak maksud nyinggung masa lalu Loe. Maafin Gua ya?" kata Kiya menyesal.
"Nggak Apa-apa kok. Emang bener adanya kayak gitu kan." kata Zafira.
Tiba-tiba seorang MUA dan Mama nya Syfa datang.
"sayang sudah waktunya kamu keluar. mereka sudah menunggu." kata Mama nya Syfa.
Syfa pun di gandeng sang Mama dan didampingi oleh kedua sahabatnya menuju bollroom tempat acara pernikahan berlangsung. Aura kecantikan dan kebahagiaan terpancar jelas diwajah Syfa. semua mata memusatkan perhatiannya pada sang pengantin wanita. Demikian pula dengan Ashraf. tak henti-hentinya memandang wania yang kini sudah sah menjadi isterinya.
saat kedua mempelai saling berhadapan keduanya saling tersenyum bahagia. dengan penuh takjim Syfa mencium tangan laki-laki yang kini sudah sah menjadi imam untuk dirinya dan juga keluarga kecil mereka nanti.
Zafira turut merasakan kebahagiaan yang Sama atas Sahabatnya. Dia berdoa semoga keluarga mereka dilimpahi kebahagiaan. dan dapat saling mengisi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dia berdoa semoga Sahabatnya tidak akan pernah mengalami nasib yang sama seperti yang dialaminya dulu.
Terbesit pula doa untuknya. Semoga kelak dia mendapatkan kebahagiaan. dan bisa mendapatkan pasangan yang tulus mencintainya dan menjaganya. dan tidak akan meninggalkannya.
__ADS_1