Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti

Takdir Cinta Sang Pengantin Pengganti
Obrolan Malam.


__ADS_3

Ceklek...


Almeer baru saja masuk kedalam kamar. Setelah perjalanan panjangnya yang sangat amat melelahkan. Sekembalinya dijakarta dia langsung bertolak ke Bandung untuk menemani sang sepupu. Namun lagi-lagi Dia mendapat kejutan. Wanita yang dilamar adalah wanita yang sama yang ada dihatinya.


Bukan saja lelah secara fisik hatinya pun sama. Dia memutuskan untuk berendam sebentar agar bisa menenangkan diri. Cukup lama Almeer berendam. Berharap perasaannya akan membaik namun ternyata tidak membuahkan hasil.


Almeer memutuskan untuk menyudahi acara berendamnya. Lalu Memakai pakaiannya. Almeer berjalan menuju laci. Mengambil handphonenya. Terdapat 1 panggilan tak terjawab. Dan itu dari Zafira.


" Zafira?. Ada apa ya Zafira menelpon?" tanya Almeer dalam hati.


Almeer pun memutuskan untuk menelponnya kembali. Dering pertama masih belum ada jawaban. Almeer hendak membatalkan panggilan tersebut. Namun Zafira keburu mengangkatnya.


keduanya sama-sama diam untuk sejenak.


"Zafira?" kata Almeer.


"Assalamualaikum." kata Zafira pelan. Hatinya gemuruh. Tidak menyangka Almeer masih menyimpan no nya.


"Waalaikumsalam." kata Almeer.


Keduanya hening. Zafira bingung harus apa. Sedangkan Almeer masih menunggu apa yang ingin dibicarakan Zafira.


"Zafira. Kamu masih disana?. Ada apa? Apa mau bicara dengan El?" kata Almeer.


"Ya, ehh.. Nggak. Eh.. Maksudnya bukan" kata Zafira panik.


"Tenang Fira. Ada apa? Bicara pelan-pelan." kata Almeer.


Almeer tau Zafira sedang gugup disana. Dan Sejujurnya dia pun sama. Setelah hampir 3 tahun mereka bertemu dan berbicara. Ini kali pertama mereka bicara dan itu pun via telpon.


"Maaf Kang. Fira ganggu waktu Akang. Fira tadi coba cek apa no Akang yang Lama Aktif atau Tidak" kata Fira gugup


"oh... Ada lagi?" kata Almeer.


"Tidak kang. Yaudah kalau gitu Fira tutup telponnya ya Kang. Assalamualaikim" kata Fira yang ingin memmatikan telpon.


"Eh tunggu Fira." kata Almeer.


"Iya Kang. kenapa?" kata Zafira.


"Kalau kamu masih belum ngantuk. Bisa kita ngobrol sebentar?" kata Almeer


"Iya Kang bisa." kata Zafira

__ADS_1


"Kamu sudah lama sekantor dengan Nadira?" tanya Almeer.


"Belum kang. Sekitar 4 bulan. Emm Fira nggak tau kalau Nadira itu Adik Akang." kata Zafira.


"Iya. Aku baru berhasil menemukan dia waktu Aku ke Tuban Waktu itu. Waktu kita masih bersama. Maaf Aku nggak cerita waktu itu. Aku tau kamu waktu itu sudah tau" kata Almeer.


Degh..


Zafira tidak menyangka jika Almeer tau hal itu. Kenapa dia nggak bicara?.


"oh ya. Kamu sama Reyhan gimana? Aku kira setelah Aku lepaskan kamu dan masa idah Kamu habis. Kalian akan bersama kembali" kata Almeer.


Zafira kaget. Kenapa Almeer bicara seperti itu?


"Maksud Akang?" tanya Zafira ingin memastikan.


Almeer diam. Dia tidak ingin membahas hal ini. Dia takut Zafira nanti nya akan merasa bersalah.


"Sudah lupakan. Oh ya katanya Syfa mau menikah benar?" kata Almeer berusaha mengalihkan pembicaraan.


Zafira merasa Almeer sedang mengalihkan pembicaraan. Tapi kenapa? apa dia tidak ingin membalas tentang mereka lagi?


"Iya Kang. Hemm kenapa Akang tidak pernah menghubungi Fira?" tanya Zafira.


"Atau Akang memang tidak pernah mengingat Fira" kata Zafira.


Almeer diam. Andai Zafira tau tidak ada waktu sedetikpun yang Almeer lewati tanpa mengingatnya.


"Aku Kira Kamu sudah lebih bahagia saat Aku melepaskanmu. Dan kamu kembali bersama nya" kata Almeer.


"Bahagia itu hilang sejak Akang pergi" kata Zafira.


Keduanya hening. Tenggelam dalam lamunan dan pikiran mereka masing-masing.


" Fira apa jawaban Kamu atas lamaran tadi siang?" kata Almeer.


"Fira belum tau Kang. " kata Zafira.


"kenapa?" tanya Almeer.


"Boleh Fira tanya. Apa Pak El dan Nadira tau tentang kita dulu?" tanya Zafira


Almeer diam

__ADS_1


""Akang tidak pernah cerita tentang Fira kan ke mereka?. Karena Akang emang nggak pernah anggap penikahan kita kan? Sudah Fira duga" kata Zafira


"Bukan seperti itu" kata Almeer.


"Nggak apa-apa kang. Fira ngerti kok. Buat Akang pernikahan kita dulu tidak lebih karena Akang hanya ingin menyelamatkan kehormatan Aku dari digunjing orang-orang kan. Terimakasih Kang. Sudah perduli terhadap Fira." kata Zafira dengan perasaan hancur.


"Kamu wanita Baik Fira. Dan sangat layak mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik. Tapi mungkin orang nya bukan Aku. Aku harap semoga El adalah orangnya" kata Almeer.


"kenapa Pak El?" tanya Zafira


"Saya tau gimaa hancurnya dia saat berusaha bangkit dari kenangan almarhumah tunangannya. Dan saat Dia bilang Dia jatuh cinta saya yakin Dia akan mencintai dengan tulus dan benar. Karena Dia adalah laki-laki yang baik yang selalu menjaga kehormatan wanita." kata Almeer.


"Entah lah Kang. Fira bingung. Fira tidak ingin menyakiti siapa pun. Saat hati Fira saja masih terpaut pada laki-laki lain. Bagaimana bisa Fira menerima pinangan Pak El. Walau Fira tau perasaan Fira ini tidak bertuan." kata Zafira hancur.


Almeer diam. Sungguh hatinya berat.


"Fira. Dulu dalam pernikahan kita kita adalah teman. Apakah hari ini Aku bisa memintamu untuk tetap menjadi teman meskipun kita sudah tidak berada dalam pernikahan?" tanya Almeer.


"Teman?" tanya Zafira


"iya. Tentu. Itu pun jika kamu masih mau jadi teman Aku" kata Almeer.


Ternyata hanya sebatas itu Aku dimatamu Kang.( batin Zafira)


"Iya Kang." kata Zafira


Almeer senang. Meskipun perasaannya untuk Zafira tidak bisa Dia ungkapkan sebagai pasangan. Setidak nya dia masih bisa menjadi teman.


"Terimakasih" kata Almeer.


"iya" kata Zafira.


"Sudah sangat larut. Istirahat lah. Besok kamu harus bekerja Bukan?" kata Almeer


"Iya. Kalau begitu Fira tidur ya Kang." kata Zafira


"Iya. Selamat istirahat. Mimpi indah Assalamualaikum" kata Almeer


"waalaikum salam"


Sambungan telpon terputus. Fira memluk erat ponselnya. Tak mampu lagi menahan air matanya. Zafira menangis. Apakah ini akhir dari kisah mereka?.apakah sudah saat nya Aku mengubur perasaanku untuknya. Dan belajar membuka hatiku menerima El.


Ya Rabb.. Kasih jalan untuk Hamba.

__ADS_1


__ADS_2