
Siang itu dipojok sudut coffe store duduk dengan santainya seorang wanita berbaju rok mini gold dengan atasan satin putih.Dia membaca berkas dokumen didepannya hingga sepasang lengan kekar melingkar di lehernya .
"hmm...serius sekali my queen jika sedang memeriksa dokumen ." Kata Bryan sambil mencuri kecupan kecil di leher jenjang wanita itu.
Mereka berdua terlibat obrolan tentang persiapan pertunangan mereka diselingi tawa manja sang wanita.
Mobil Hitam yang mengantar Kiera berhenti di parkiran depan Lobby RS X.Dewa melirik menatap Kiera yang tertidur pulas.Dia menatap mata Kiera yang terpejam bulu mata lentiknya tertutup rapat,Dewa menyibakkan seikal rambut merah Kiera yang menutupi sebagian wajahnya.Entahlah dia tidak mempermasalahkan rambut itu walau menurut cerita Gunawan,Keira selalu di bully hingga SMA.
"Kei,bangun." Dewa mengguncang bahu Kiera pelan.
Keira membuka mata dengan berat
__ADS_1
"maaf mas.aku ketiduran." katanya malu.
Dewa tersenyum sambil memberi isyarat untuk merapihkan rambutnya.."ayo turun,aku anter sekalian aku mau tau ruang kerjamu." ajak Dewa
"eh, jangan mas..maksudku jangan hari ini nanti nanti aza gimana?" tanya Keira takur takut
"kenapa,kamu malu jalan sama calon suamimu."tebak Dewa kesal
"bukan mas,di RS banyak yang suka bergosip aku kurang nyaman kalau jadi bahas gosip."elak Keira
"ayo turun,mas tetap akan anter dan ini perintah calon suami ya dokter."Dewa tegas berujar
Keira pasrah entah apa kata orang orang nanti.
__ADS_1
Keira berjalan cepat kedepan Dewa segera mengenggam tangannya sambil melotot.Keira diam dan terpaksa membersamai langkah kaki Pria di sampingnya.
Sampai depan lobby kesibukan langsung terlihat karena terlalu ramai tidak ada yang memperhatikan jika Keira sedang berjalan bergandengan.tiba tiba "permisi...."teriak seorang security membawa pasien yang akan melahirkan dengan tergesa.Keira limbung tersenggol ujung brancard yang didorong cepat untung Dewa sigap menarik kearahnya Keira aman dalam pelukan erat Dewa.Jantung Keira makin berdebar saat indera penciumannya mencium aroma mint colonge khas pria itu.Entah berapa lama Keira merasakan dirinya tidak ingin lepas dari pelukan erat dan wangi tubuh Dewa sampai sebuah suara menyadarkannya.
"kalau mau lama lama sabar ya tunggu halal dulu." bisik Dewa penuh arti sambil menahan senyum.Keira terkejut dan langsung menjauh
"maaf mas,aku kaget."katanya kikuk
"makanya jalan tuh liat kedepan,dari tadi masuk lobby kamu menunduk terus."timpal Dewa gemas
"aku butuh mood booster nih ."Dewa meraih tangan Keira kembali.Dan mereka menuju lift.
Dalam lift mereka diam .Keira mengatur nafasnya agar suara jantungnya tidak terdengar Dewa belum selesai dia mengaturnya Tiba2 beberapa perawat dan dokter jaga memasuki lift saat itu pula lift menjadi berdesak desakan Keira terpojok dan merapat kepunggung Dewa.
__ADS_1
"eh,hari ini dokter konsulan bedah kenapa jadi dr.Della ya,doi galak banget." kata seorang perawat
"iya,dr.Kei tiba2 ambil cuti .....padahal operasi sama dr.Kei berapa lama juga ga berasa habis doi gokil."sambung dokter jaga.Pintu terbuka di lantai 3 dan hampir semua keluar di lantai 3.Keira memegang erat tangan Dewa dan makin menyembunyikan tubuhnya di punggung Dewa.Dewa hanya tersenyum betapa gadis ini sangat pemalu.Dan menyadari jika melihat senyuman keira saja merupakan mood booster untuknya.