
Pagi hari di kediaman Bryan
"Nella bangun."Bryan mengguncang tubuh Neĺla
gadis ini sudah hampir 30 menit dibangunkan dia tak bergeming.
"kamu harus ikut ke rapat direksi untuk memberikan tanda tanganmu pada penyerahan saham,jika tidak aku sama sekali tidak perduli pada kehidupanmu"Bryan menekankan kata2nya di telinga Nella.
Nella seketika membuka mata
"Bryan sayang tunggu aku ya." dan segera menuju kamar mandi
Dimeja makan
"mama,bagaimana kondisimu?"Bryan menatap ibu mertuanya yang seperti orang linglung.
Nyonya Gunawan diam tak menjawab apapun,sejak kematian suaminya Jenny sang istri sangat terpukul dan mengalami depresi.Jenny sangat dimanja oleh Gunawan semasa hidup dan Jenny benar benar tergantung pada Gunawan.
"lihat mamamu,sangat merepotkan."Bryan mendengus sambil menyelesaikan suapan akhir makan paginya
Nella melirik mamanya yang terduduk di kurai roda
"Bisakah mama dikirim saja ke panti atau Rumah sakit,agar kita tidak terganggu."
"Ide bagus,kau cari kemana kita harus mengirim mamamu,kabari secepatnya."instruksi Bryan.
Mereka berdua berjalan bersama keluar rumah menuju kantor.
__ADS_1
Disudut meja,air mata Jenny mengalir matanya menatap kosong ke arah luar.
Rapat direksi diadakan dengan sangat cepat.
Bryan menutup semua akses pertanyaan Dan memaksa semua pemegang saham menandatangani peraturan era baru kepemimpinan dirinya,termasuk Nella.
"cepat bereskan semuanya dan pastikan tidak ada masalah."instruksi Bryan pada sekertarisnya.
"sayang,hari ini aku sudah janji dengan teman2ku akan bertemu di Cafe X ."Nella manja memberi kode agar Bryan memberinya kartu kredit hitam tanpa limited.
Bryan menunjukkan muka tak suka namun kartu itu tetap keluar dari sakunya dan berpindah tangan ke Nella.Nella segera mendaratkan ciumannya pada bibir Bryan dan pergi meninggalkan ruang kantor.
Bryan tersenyum sinis,dia akan menggunakan topeng manis agar Nella menyerahkan semua kekayaannya.Gadis bodoh yang hanya tau berfoya foya itu akan hancur.
DiKediaman Dewa
"maaf ya,pagi ini kita makan bubur ayam saja,karena aku kesiangan."Dewa menjelaskan sambil sibuk menyiapkan piring berisi bubur
Keira tersenyum Dewa benar benar laki yang membuat hatinya menghangat.
"Kei,maaf ya aku tinggal dulu ,ada banyak laporan yang harus diserahkan,nanti ada bibi yang menemani tapi hana sampai jam 16.00."Jelas Dewa panjang lebar.
"Ok."
5 menit kemudian Dewa menumpuk piringnya,memakai kopel dan meraih rangsel hitamnya melangkah keluar.
"ehem..eheem..." batuk Keira
__ADS_1
Dewa berbalik dan memamerkan deretan gigi putihnya menatap Keira yang merentangkan tangan.
"he.he...lupa,kalau istriku belum dipeluk."Dewa menghampiri dan memeluknya.
Keira tidak mau melepaskan pelukannya.
"Kei,aku sudah telah nih."
Keira menegadah dan menatap wajah Dewa mencoba memanyunkan bibirnya.
Dewa tersenyum segera menempelkan bibirnya pada bibir pink milil Keira,awalnya mau segera dilepas tapi entah kenapa tiba2 Dewa malah memperdalam ciumannya sambil mengangkat tubuh Keira.
Suara klakson truk di luar menyadarkan Dewa.
"maaf...habis kamu manis,nanti malam kita lanjutkan ya,Assalamualaikum."Dewa beranjak sambil memgusap bibir basah sang istri.Keira menatap bahagia .
Rio menatap Dewa,
"kalau mau mesra mesraan lakukan dalam 2 menit biar kami ga lama nunggunga."
"Siap."Dewa tersenyum simpul
"Kapten wajah anda memerah."Radit melirik lewat kaca.
Rio dan Hadi tertawa bersamaan
"dasar bucin."teriak mereka kompak
__ADS_1