Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Bertahan


__ADS_3

Rio menahan tubuhnya agar tetap stabil berharap Putri tidak terjatuh.Mereka di masukkan dalam sebuah gerobak dengan posisi menumpuk menuju bawah bukit.


Gerobak pertama sampai dan Pria gempal pertama mulai melempar mayat yang ada di gerobak pertama.1 jam kemudian gerobak kedua berisi Rio dan Putri akan dieksekusi.


"kau bereskan sendiri ya."


"mayatnya hanya 3 dorong saja langsung ke danau."


"ok"


Pria gempal yang memberi instruksi berjalan menjauh dan menuruni bukit bersama 2 orang lainnya.


Rio menyiapkan diri menghadapi pria paling gempal yanga akan mengeksekusi mereka.


Cahaya matahari sangat terik membuat Putri sepertinya mulai sadar.Tubuhnya mengeliat fan mengerang pelan.Rio agak panik posisinya tertindih Putri dan mayat pria berkulit hitam.


Sang Pria gempal mendorong gerobak hingga terguling,mereka bertiga masuk kedalam sungai.Rio segera menarik Putri agar tak terseret arus danau beruntung banyaknya mayat dan akar pohon menyamarkan keberadaan mereka.Rio menarik Putri kepinggir.Setelah dirasa aman karena pria gempal sudah pergi.Rio mengangkat Putri.membuka lakban di mulut putri dan ikatan tangan kakinya.


Rio menahan nyeri diperutnya mereka harus selamat dan bertahan


Sesaat mata Rio menjelajah,dia mengendong Putri yang masih belum sadar di punggungnya.Beberapa meter mereka berjalan Rio melihat mata air mirip yang dibuat seperti pancuran .Rio menggosok seluruh tubuhnya membiarkan Lukanya tersiram air bersih.Membersihkan kemejanya memeras dan mengikat pada lukanya.Dengan Ragu mendekati Putri menggosok rambut Putri yang sangat lengket,mengusap wajah gadis pujaannya dan baru terlihat ada sayatan di pipi kirinya.Rio menahan amarahnya membersihkan luka sambil terus menyadarkan Putri dengan memanggil namanya.


Di kamar losmen Radit tampak memperhatikan pergerakan di luar kamar.


"letnan bisa kau jelaskan yang terjadi,aku seperti orang bodoh."


Radit menatap Almira,


"ayo cepat isi perutmu dokter,tampaknya hari ini akan berat."


Almira tersadar dan menyuapkan nasi goreng cepat kemulutnya.


Dia mendekati Radit sambil mendekatkan sendok berisi nasi goreng


"kau juga harus makan."Radit ragu

__ADS_1


"aku sudah di vaksin jadi tidak menular."Almira melotot pada Radit


Radit tersenyum dan segera melahap nasi goreng yang tinggal seperempat porsi.


"rentangkan tanganmu."Almira menurut Radit memasangkan rompi anti peluru


"jangan pernah jauh dari diriku."


Almira menganguk


"kau tau pelayan yang memberikan nasgor tadi?"


Almira menggeleng


"dia polisi intel,tampaknya akan ada sesuatu yang terjadi."


"mereka juga sepertinya tau kita petugas makanya mereka memberi kode."


Almira menatap Radit


Radit menarik rompi yang telah terpasang


"bismillah semua akan baik2 saja,jangan jauh dariku."


Almira mengangguk.


Matahari mulai ternggelam,Rio terjaga dengan segera saat tangannya terasa tertindih sesuatu yang hangat.


Rio melihat ke samping Putri memeluk tangannya dengan erat.


"sudah puaskah kau bermain dengan tanganku manis?"


Putri menegadah


"Kapten."

__ADS_1


"syukurlah kau sudah sadar."


"kita dimana,kenapa kita seperti tercebur comberan?"


"ceritanya panjang,sambil sauna lebih tepat untuk bercerita."kekeh Rio


"apa kau kuat untuk berjalan?"


Putri mengangguk tapi segera menunduk


"kau bertelanjang dada seperti itu apakah tidak dingin?"


"tentu dingin,makanya kau harus memelukku ya."


Rio berkata manja.


"Kapten jangan bercanda."


Rio menatap jahil pada Putri yang cemberut tapi mulai membantunya berdiri.


Mereka mulai berjalan perlahan,Putri dan Rio mengikuti arus sungai,beberapa kali mereka melihat mayat2 yang tenggelam dipusaran arus danau.


Putri gemetaran.Cuaca makin tak mendukung suara petir bersahutan.


Mereka berhasil menemukan celah batu yang berhimpit mirip gua,dipenuhi lumut hijau mereka duduk didalamny.Rio tampak lemah luka di perutnya kembali berdarah.


"Kapten,bagaimana ini?"


"aku baik2 saja,kita harus bertahan."


Rio berusaha tegar namun tubuhnya makin bergetar


Putri memegang lengannya merasakan tubuh Rio yang dingin seperti es.


Refleks Putri memeluknya sambil terisak,dia benar2 tidak bisa berfikir apa yang harus dia lakukan untuk bertahan.

__ADS_1


__ADS_2