
Akhirnya acara ijab Qabul pun dilangsungkan betapa cantik Keira dengan senyum tulusnya membuat Dewa benar benar merasa Keira bahagia menjadi istrinya.Gunawan tampak bahagia begitu juga tante Jen merasa bebannya telah berkurang.Kapten Rio,letnan Radit dan Kapten Hadi tak luput dari rasa bahagia bagaimana tidak Sahabat mereka yang paling anti wanita menikah dan tidak main-main gadis Kapten Dewa sangat cantik dan menarik.
"aku berarti panggil kk ipar ya?" Radit berbisik.Kedua rekannya mengacungkan jempol tertawa sambil bersiap memasuki aula sebagai bagian dari pasukan Pedang Pora.Pedang Pora adalah tradisi yang dilakukan saat Seorang perwira TNI melepas masa lajang,Dewa hanya mengundang atasan dan teman teman lettingnya saja meminimalkan pesta ini agar tidak terlalu mewah karena memang sudah tidak ada keluarga inti yang akan hadir.Keira tiba tiba mempererat gengamannya pada Dewa.
"Hei...ada aku,kita lalui bersama."Dewa berbisik.
"apa harus melewati pria pria berseragam itu?"tanya Keira khawatir
"yup...tapi yang berseragam di sampingmu yang harus kamu perhatikan terus ya."kerling Dewa lagi.Ya Ampun melihat gadis ini terlalu khawatir perasaan untuk terus memandangnya tak tertahankan.Prosesi dilakukan dengan lancar Keira bisa melihat betapa Dewa sangat bangga pada korps nya.Semua tamu memberikan selamat diawali dengan petinggi TNI lalu para pejabat dan kolega tuan Gunawan
Nella terus menunjukkan sikap provokatif memeluk dan mencium Bryan sesukanya menunjukkan pada semua tamu betapa mereka sangat Bahagia dan akan menyusul Keira serta bergabung dengan kelompok wanita wanita sosialitanya.Keira terdiam memaksakan senyumnya sambil menahan rasa yang ada di dada melihat kemesraan Nella dan Bryan didepan matanya.Dewa mendekat dan mengenggam tangan Keira,awalnya gadis itu terkejut namun tatapan Dewa mengatakan kalau Dia hanya ingin menguatkan Keira.Dokter Della dan Perawat Yessy hadir juga kepala divisi dan Dirut RS
"Dokter Kei .kenapa mendadak lihat nih aku cuma pake baju dinas ."rengek yessy.
"sorry yes..suami akan berangkat dinas jadi pernikahan dipercepat."terang Keira
"gadis kesayangan kami semua..selamat ya dear."Della memeluk Keira.Keira mempererat pelukannya membisikkan terima kasih.
"Keiiiii.....hiks..hiks..tiba2 seorang gadis mungil memeluk Keira sambil menangis.Keira tertawa
"duh senengnya adek bontot kita sudah pulang.makasih udah hadir ya."Keira melepas pelukannya.
"mas.kenalkan ini dokter Almira,adik kecilku."kata Keira.Dewa tersenyum
"salam kenal pak,panggil saya Al .saya dokter bedah anak."kata almira menerangkan.Tante Jen mendekati mereka agar bersiap untuk sesi foto bersama.
Dewa memeluk the gengs lama.Mereka saling memberikan suport dan berpisah.Dewa mencari Keira namun tidak menemukannya.Gunawan menghampiri Dewa
__ADS_1
"Kei sudah kekamar,dia dibilang lelah."kata Gunawan lagi.Acara ramah tamah sudah selesai sejak tadi.
Dikamar Keira bingung setelah mandi memperhatikan kenapa di samping tempat tidurnya ada Tas Rangsel besar.Dia memaksakan memejamkan mata dan meredupkan lampu.Dewa masuk ke kamar dengan perlahan dilihatnya Keira sudah ada dibalik selimut entah dia sudah tidur atau belum.Dewa beranjak mandi,15 menit kemudian dia sudah segar dan memakai kaos memeriksa kelengkapan Rangselnya.Dan menyadari seperti nya dia diawasi.
"kalau belum tidur mending bantu aku nyiapin keperluan buat dines Kei?"ajak Dewa sambil menahan senyum.Keira bangun dan terduduk dipinggir tempat tidur.
"apa yang bisa aku bantu?"tanya Keira.
"Bisa bantu lipat pakaianku,karena aku harus mencek GPS.dan kelengakapan alat2 lainnya.
Keira bergerak melipat kaos,seragam secara berurutan dengan ukuran kecil.
"yang itu aku ga mau lipat."Kata Keira tiba2.
Dewa menoleh dan tertawa saat melihat underwearnya di lempar Keira "masa membantu setengah2 ,kan sudah biasa lihat kaya gituan,apa mau lihat yang sungguhan .?"Dewa menggoda.Keira menunduk malu.
"ga usah macem2 deh."Keira mendekatkan botol minum yang telah diisinya.Dewa mengalah dan memasukkan underwearnya ke dalam rangsel.
"Kei,masa aku di punggunging.rajuk Dewa.
"ngantuk."kata keira asal.
"besok ,aku berangkat ya hmmm...aku ga dikasih jatah nih?" tanya Dewa lagi.
Keira diam...wajahnya memerah apa dia minta aku melaksanakan kewajibanku pikirnya.
"aku ga minta kita berhubungan dulu Kei,tugasku kali ini lumayan berat mungkin aku bisa tidak kembali jadi aku ga ada niat membuat statusmu menjadi janda ,biarlah kau tetap janda tapi rasa nona."kata Dewa terkekeh.
__ADS_1
Buk..Keira memukul Dewa."apa ini gaya bercanda prajurit?"ga lucu." keira kesal.
"sorry.habis koq suasananya kaku begini."Dewa menjelaskan.
Ting sebuah pesan masuk.
Kita berangkat 2 jam lagi, kondisi darurat 2 heli jatuh tertembak belum jelas siapa yang melakukan.1 jam lagi kami jemput (pesan Rio).Dewa menarik nafas baru dia akan menjelaskan pada Kiera tapi kondisi lansung berubah siaga.Dewa menunjukkan pesan itu pada Keira.Setelah berpakaian Lengkap Dewa mengikatkan sepatunya.Keira berjongkok didepannya.
"nanti ajarkan aku bagaimana menalikan sepatumu."keira mencoba memasang kopel pada pinggang Dewa.
"Siap.nona." Dewa menatapnya dalam.
"boleh ya,Dewa memajukan tubuhnya untuk memeluk Keira...Keira terpejam saat tubuh mereka menempel Dewa membisikkan "aku suamimu,yang boleh menyentuhmu."
Dewa mulai mencium pipi Keira dan menyentuh ujung bibirnya.Kiera diam Dewa melanjutkan mengecup pelan dan dalam bibir Keira,mulai meyesapnya rasa manis menempel di lidah Dewa.Dewa mulai berani menekan bibirnya makin dalam.tiba2..Tubuh Keira merosot.untung Dewa sigap menopangnya.
"Kei.kamu ga papa."dan tawa Dewa meledak.Bagaimana tidak wajah Keira seperti kepiting rebus dan dia gemetaran.
Dewa memeluk istrinya yang polos itu..
"aku pergi ya..jaga diri baik2.Kecupan di puncak kepala Keira makin lama.Tiba tiba suara pelayan mengetuk pintu mengabarkan kedatangan sahabat sahabat Dewa.
"ga usah keluar,nanti di goda mereka ."kata Dewa lagi.Keira mengangguk.
Dimobil dinas mereka saling menatap.
"gimana wa berhasil bobol gawang?" rio tertawa.
__ADS_1
"itu misiku selanjutnya .setelah tugas ini selesai." ungkap Dewa santai.
"Apaaaa jadi misi utama belum berhasil.....3 orang sahabat nya berteriak dan menoleh jeran memandang Dewa kompak